Pesantren Miftahul Midad Lumajang

Pesantren Miftahul Midad Lumajang

Profil

Berawal dari motivasi dan desakan para alumni santri sang ayahanda KH. Anas Abdul Halim (Kiai Abdul Halim) untuk mewujudkan cita-citanya mendirikan pondok pesantren, maka KH. Anas Abdul Halim dengan tekat bulat mendirikan PP. Miftahul Midad Sumberrejo Sukodono Lumajang guna meng”istiqomah”kan diri terhadap agama Islam. Berkat dari munajat kepada Allah dan ikhtiar KH. Anas Abdul Halim pada tahun 1986 ada seorang warga menawarkan sebidang tanah 750 m² sebagai tanah waqaf. Namun perjalanan beliau dalam merintis tidaklah mudah, beliau selalu memohon kepada Allah SWT diantaranya dengan jalan selalu berziarah pada makam abahnya dan makam para auliya’ sebagai alat bantu doa menuju kesuksesan

Situasi dan kondisi masyarakat sekitar yang sangat memprihatinkan terutama tentang etika dan akhlak masyarakat yang rusak. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya penyakit-penyakit masyarakat seperti prostitusi, mabuk-mabukan, pencurian dan perjudian. Adanya peluang tanah waqaf di daerah Sumberejo kepada pondok KH Anas Abdul Halim. Cita-cita dan semangat juang KH Anas Abdul Halim untuk menegakkan Agama Islam dan mengamalkan ilmu yang telah didapatnya. (Wawancara dengan Gus As’ad).

Pada awal berdirinya PP. Miftahul Midad ditandai dengan adanya papan nama berisi tulisan “Disini akan dibangun Pondok Pesantren”. Pemberitahuan itu disambut baik oleh masyarakat Sumberejo yang mendapat hidayah dari Allah SWT, di tengah-tengah kesunyian perkampungan dan bersebelahan dengan Dusun Sekar Putih yang terkenal dengan sarang maksiat.

Pada hari Rabu 30 November 1988 KH. Anas Abdul Halim meletakkan batu pertama pendirian PP. Miftahul Midad yang disaksikan oleh KH. Ismam (pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam), KH. Basyuni (Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Pulosari), Kepala Desa Sumberejo beserta pengurus dan warga masyarakat Sumberejo yang senang dengan adanya pondok pesantren. Mengingat PP. Miftahul Midad yang akan didirikan berada di tengah-tengah kesunyian yang jauh dari perumahan penduduk Desa Sumberejo seringkali menjadikan desa tersebut sebagai tempat kemaksiatan. Seperti halnya berjudi, minum-minuman keras, dan tempat perzinaan.  Dengan demikian, hal itu merupakan tantangan yang sangat besar bagi KH. Anas Abdul Halim untuk amar ma’ruf nahi munkar di daerah tersebut.

Pondok Pesantren tersebut diberi nama “Miftahul Midad” yang mempunyai arti kunci pertolongan. Hal tersebut menunjukkan adanya etika santri sebagai kader Islam yang mempunyai solidaritas tinggi, berwawasan luas, memikirkan kaum yang lemah dan membebaskan umat dari kebodohan. Pada awal pembangunannya KH. Anas Abdul Halim membangun musholla putra dan asrama sebelah selatan musholla (sebagai tempat istirahat santri). Pada waktu itu dalam keadaan kekurangan akan modal yang beliau punyai. Selain dengan modal tawakal dan keyakinan yang kuat kepada Allah SWT akhirnya Allah SWT membuka rizkinya, banyak orang yang tidak dikenal berdatangan untuk membantu dalam menyelesaikan bangunan tersebut.

Kemudian pada tahun 1993 setelah pondok pesantren mengalami perkembangan yang cukup pesat, beliau mempunyai pemikiran bahwa para santri yang mondok di pesantrennya tidak mungkin menjadi kiai semua, kemungkinan lain ada yang menjadi guru, pegawai negeri, petani, pengusaha dan lain-lain. Maka beliau membuka program Kejar Paket B yang dibuka oleh Bapak Muflih Faris asisten II kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tingkat II Lumajang. Dengan dibukanya proses belajar mengajar ini menunjukkan bahwa PP. Miftahul Midad merupakan pesantren yang dinamis dan membuka potensi bagi santri untuk mempelajari ilmu duniawi dan ukhrawi.

Anas Abdul Halim, ketika mendirikan pondok pesantren ini didasari dengan dukungan dari alumni santri abahnya yaitu Kiai Abdul Halim, untuk mewujudkan cita-cita dari orang tuanya, maka KH. Anas Abdul Halim mendirikan pondok pesantren guna untuk mengistiqomahkan diri dan mengamalkan ilmu yang diperolehnya. Waktu demi waktu berlalu telah dilewati, perkembangan PP. Miftahul Midad semakin terlihat. Pada tahun 1995 KH. Anas Abdul Halim mendirikan pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga pada tahun 1996 berhasil meperluas area dangan membeli lahan 1 Ha di sekelilingnya dan dilanjutkan dengan membuka Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Midad.

Miftahul Midad telah banyak mencetak kader-kader Islam yang berkualitas dan ini terbukti bahwa alumni pondok tersebut banyak yang berhasil. Keberhasilan itu dapat dilihat dari potensi-potensi yang dikembangkan pada alumni dalam kehidupan masyarakat dimana mereka banyak yang menjadi tokoh masyarakat, da’i, guru atau dosen, dan lain-lain yang berguna di masyarakat.

 

Riwayat Pengasuh:
1.  KH. Anas Abdul Halim
2. Gus  As’adul  Umam

Sofiyan Hadi, Lc., MA. dan Khadijah Al Hafidhah

Read more
tanggal : 31 Oktober 2018
Judul : Al Mawaddah Kudus Raih Anugerah Pesantren Entrepreneur Inspiratif 2018
Link : http://isknews.com/al-mawaddah-kudus-raih-anugerah-pesantren-entrepreneur-inspiratif-2018/
2.

Pendidikan

Pendidikan  Formal
1. Madrasah Tsanawiyah
2. Madrasah Aliyah

Pendidikan Non Formal
1. Madrasah Diniyah
2. Majlis Ta’lim
3. Lembaga Pengembangan Bahasa
4. Lembaga Pengembangan Ketrampilan

Ekstrakurikuler

1. Tahfidz al-Qur’an
2. Pengajian Kitab Kuning
3. Ziarah
4. Musyawarah Ma’hadiyah
5. Bahtsul Ma’sail
6. Diskusi Ilmiah
7. Hadrah/Rebana
8. Pengembangan Berbagai Olahraga
9. Keterampilan Wirausaha
10. Drumb Band
11. Pengembangan Jurnalistik dan Publish
12. Kaligrafi
13. Beladiri
14. Latihan berpidato
15. Diskusi dan Penelitian Ilmiah

Fasilitas

1. Masjid
2. Asrama
3. Gedung Sekolah
4. Perpustakaan
5. Gedung Balai Pengobatan
6. Laboratorium Komputer
7. Laboratorium Bahasa
8. Ruang tamu
9. Kopontren
10. Klinik Kesehatan
11. Aula
12. Lapangan Serbaguna
13. Gudang

Alamat

Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang

Kode Pos:  67316

Telepon: (0334) 884267


Untuk berpartisipasi memperbarui informasi ini, silakan mengirim email ke redaksi@laduni.id.

 

 

 

 

 

Alumni Pesantren Miftahul Midad Lumajang