Aceh Pacu Kerjasama untuk Kembangkan Wisata Halal

Aceh Pacu Kerjasama untuk Kembangkan Wisata Halal

LADUNI.ID, ACEH - Setelah berhasil meraih juara dua sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan Indonesia melewati standar Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019, Aceh terus perkuat untuk kembangkan wisata halal di daerah paling ujung Sumatera ini.

Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional I Lokot Ahmad Enda mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk koordinasi dan sinkronisasi program pengembangan pariwisata halal di Provinsi Aceh yang sebelumnya sudah disusun pada desain, strategi dan rencana aksi dengan pihak-pihak yang terkait.

“Sebagaimana yang kita tahu, Aceh berhasil meraih juara II dalam Indonesia Muslim Travel Index tahun 2018. Kita ingin skor Aceh bisa ditingkatkan pada tahun-tahun selanjutnya, sehingga mungkin bisa menempati posisi pertama sebagai daerah pariwisata halal,” ujarnya.

Kadisbudpar Aceh melalui Sekretaris Disbudpar Aceh Suburhan menyebutkan, keberhasilan Aceh sebagai destinasi wisata halal tersebut bukan hanya peran pemerintah saja, tapi juga peran lintas sektoral yang ikut mendukung kemajuan pariwisata Aceh.

“Kemenangan tersebut tetap menjadi pemicu bagi kami untuk terus bekerja sama dengan semua pihak untuk mengembangkan potensi Aceh sebagai destinasi halal unggulan,” sebut Suburhan saat memberikan sambutan dalam acara Workshop Rencana Aksi Pengembangan Pariwisata Halal di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, Selasa (21/5/2019).

Workshop yang digelar dalam Rangka Pemberian Dukungan Fasilitasi Pengembangan Destinasi Regional I oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata RI ini ikut melibatkan sejumlah perwakilan seperti Kepala SKPA, BPKS Sabang, pelaku industri pariwisata dan Kepala Dinas bidang Kepariwisataan se Aceh.

Dalam menunjang keberhasilan wisata halal di Aceh, tambah Suburhan, Disbudpar Aceh sendiri telah melakukan beberapa strategi dalam rangka pengembangan wisata halal di Serambi Mekkah.

“Selain sosialisasi, Disbudpar Aceh saat ini telah menyusur roadmap pengembangan destinasi wisata halal, termasuk keberadaan tim percepatan wisata halal, pemberlakukan standarisasi serta sertifikasi usaha, serta penyiapan SDM pelaku wisata halal,” jelasnya.

Dengan mengedepankan komponen wisata seperti daya tarik objek wisata, akomodasi, produk kuliner halal, spa, sauna dan massage yang halal, dan biro perjalanan wisata serta pramuwisata yang ramah dan berakhlak baik, diharapkan akan mendorong tumbuhnya entitas bisnis halal di lingkungan usaha kepariwisataan di Aceh.

Dengan begitu, nilai dari komponen wisata ini akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang akan menjadi sumber pendapatan daerah dan peningkatan taraf perekonomian masyarakat Aceh.