Hatimu di Hatiku

Hatimu di Hatiku

LADUNI.ID - Seorang teman datang ke rumah bertamu lalu mencurahkan isi hatinya. Ia tak bisa pulang mudik pada saat hari raya, karena masih harus bekerja, agar bisa menabung untuk masa depan anak-anaknya. Ia menceritakan bahwa usai lebaran dua anaknya: laki-laki dan perempuan, akan mondok, dan untuk itu perlu biaya yang cukup : untuk pendaftaran, membeli kitab-kitab, sarung, baju, kaos, celana, peci, dll. Ini untuk anak laki-lakinya. Untuk anak perempuannya dia harus menyiapkan dana untuk biaya pakaian santri putri baik luar maupun pakaian dalam, dst.

Aku hanya mendengarkan sambil ikut merasakan kepiluan hatinya. Tetapi juga memujinya atas tanggungjawabnya sebagai orang tua yang ingin melihat anaj-anaknya jadi orang-orang saleh dan pinter. Aku berdoa semoga anak-anaknya sukses, dapat ilmu yang bermanfaat dan berkah.

Lalu aku bilang untuk menghibur hatinya : Bagi engkau yang tidak bisa mudik untuk berkumpul bersama keluarga, handaitaulan, teman-teman bermain waktu kecil dan orang sekampung, tak usah risau dan bersedih hati. Yang penting hatimu bersama mereka, dan hati mereka ada di hatimu.

Seorang penyair mistik mengatakan :

ان كان قلبك معى فانت بجانبى ولو كنت فى أقصى العالم

وان لم يكن قلبك معى فانت بعيد عنى ولو كنت بجانبى

Bila hatimu bersamaku, kau ada di sampingku meski tubuhmu ada di ujung dunia
Bila hatimu tak bersamaku, kau jauh dariku, meski tubuhmu di sampingku.

Kita sering menyebutnya : Jauh di mata, dekat di hati. Ini yang penting.

Teman itu senang. Matanya berbinar-binar. Bibirnya mengembang senyuman manis. Dia pamit sesudah menyampaikan terima kasih.

Oleh: KH Husein Muhammad

 
 

Tags