Manfaat Diberlakukannya Sistem Zonasi PPDB

Manfaat Diberlakukannya Sistem Zonasi PPDB

LADUNI.ID, Jakarta - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)  sudah banyak dibuka, sistem pendaftaran ini terdiri dari tiga jalur yaitu jalur zonasi, prestasi, dan jalur perpindahan orang tua/wali. Dari tiga jalur tersebut, kuota siswa masuk ke sekolah adalah didominasi oleh jalur zonasi, yang kuotanya mencapai 90 persen.

Sesuai dengan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 Pemerintah melalui Kemendikbud  menerapkan program zonasi untuk mempermudah dan menjadi sarana untuk pendekatan baru yang dipilih pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses pada layanan dan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

Kebijakan zonasi tidak hanya diperuntukkan untuk PPDB, namun juga untuk membenahi delapan standar pendidikan di seluruh wilayah Indonesia, di antaranya kurikulum, sebaran guru, sebaran peserta didik, kemudian kualitas sarana prasarana.

"Kita menggunakan zonasi mulai dari penerimaan siswa baru, terutama untuk memberikan akses yang setara, akses yang adil, kepada peserta didik, tanpa melihat latar belakang kemampuan ataupun perbedaan status sosial ekonomi, pada dasarnya anak bangsa memiliki hak yang sama. Karena itu, tidak boleh ada diskriminasi, hak ekslusif, kompetisi yang berlebihan untuk mendapatkan layanan pemerintah" ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy seperti dikutip dari laman resmi Kemendikbud.

Selain itu, melalui zonasi pemerintah dapat lebih mudah menginventarisasi dan memverifikasi kondisi sarana prasarana pendidikan, untuk kemudian dapat melakukan intervensi yang diperlukan.

"Akan kita beri perhatian melalui dana dari pusat, yaitu dana alokasi khusus. Di samping itu, kita juga berharap ada dukungan dana dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Kemudian kalau terpaksa, kami akan menurunkan dana dari pusat melalui dana di Kemendikbud," jelasnya.

Manfaat lain dari sistem zonasi juga mampu menghilangkan praktik jual beli kursi dan pungutan liar (pungli) yang marak terjadi saat pendaftaran siswa. Kemudian zonasi berguna memberikan data valid sebagai dasar intervensi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Semua itu dikatakannya demi tercapainya pemerataan kualitas pendidikan.