Ternyata Menyimpan dan Meremas Kertas Struk Berbahaya bagi Kesehatan

Ternyata Menyimpan dan Meremas Kertas Struk Berbahaya bagi Kesehatan

LADUNI.ID, Jakarta - Hampir setiap orang pasti kenal dengan kertas struk. Kertas yang satu ini juga disebut dengan kertas thermal dan sering dijumpai ketika selesai melakukan transaksi melalui ATM atau selesai membayar belanjaan di supermaket, mall dan tempat lainnya. Cirinya yang halus dan lembut terkadang membuat kita menyimpan struk tersebut di dalam dompet atau saku, bahkan terkadang kita langsung meremas dan membuangnya.

Namun siapa sangka, ternyata kertas tersebut menyimpan bahaya bagi kesehatan tubuh. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa ketika menyentuh kertas struk selama 10 detik saja, kita bakal terpapar 2,5 mikrogram BPA. Terlebih jika kita meremasnya, maka risiko ini akan meningkat sebanyak 1,5 kali lipat.

Seperti dilansir dari doktersehat.com, kertas thermal (thermal paper) ternyata mengandung bahan kimia yang berpotensi jadi penyebab kanker. Salah satu bahan kimia yang dapat ditemui pada kerta ini adalah BPA atau Bisphenol A.

Sebelumnya kandungan BPA tersebut, juga pernah ditemui pada beberapa botol plastik. Karena risiko kanker yang mungkin dikandungnya, penggunaan botol plastik yang mengandung bahan ini sudah cukup dibatasi. 

"Terdapat jumlah BPA yang lebih banyak pada selembar struk berbahan kertas thermal dibanding jumlah keseluruhan yang diperoleh dari botol plastik yang telah digunakan selama bertahun-tahun," jelas John Warner, Ph.D., presiden dari Warner Babcock Institute for Green Chemistry dilansir dari consumerreports.org.

Penelitian sebelumnya juga menyebutkan bahwa BPA berperan dalam meningkatnya risiko kanker prostat dan payudara. Selain kanker, masalah kesehatan lain yang mungkin ditimbulkan berupa penyakit kardiovaskular, serta perkembangan abnormal pada otak dan reproduksi.

Selain itu, sebuah penelitian juga dilakukan di Taiwan guna melihat seberapa banyak penggunaan kertas thermal pada kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan ini, terdapat 20 sampel yang diambil dan berasal dari kertas struk ATM, beberapa lembar kertas struk belanja, tujuh jenis kertas faksimile dan beberapa kertas dari kantor pos untuk dicek kandungan kimianya. Diketahui ternyata sekitar 60 persen dari sampel tersebut mengandung bahan kimia BPA. Kandungan yang terdapat ini bersifat karsinogenik dan merupakan penyebab munculnya kanker. Hasilnya, sekitar 18 hingga 28 sampel yang diambil diketahui bahwa kandungan kimia di dalam kertas mencapai 10 hingga 50 ppm atau parts per million. Kandungan yang ada ini tergolong tinggi dan bisa menyebabkan masalah seperti pubertas dini, obesitas, serta kanker.

Oleh karena demikian, mengingat bahaya yang ditimbulkan dari kertas tersebut, alanngkah baiknya jika kita hindari sentuhan dengan berbagai macam struk atau kertas berbahan thermal ini. Jika memang terpaksa melakukan sentuhan, sebaiknya lakukan secepat dan seminim mungkin guna mengurangi bahaya yang ditimbulkan.