Konsultasi Psikologi: Meredakan Teriakan Anak

Konsultasi Psikologi: Meredakan Teriakan Anak

Anak saya berusia enam tahun tetapi suaranya begitu keras dan memekakkan telinga. Dia hampir selalu berteriak ketika bicara. Terutama di saat marah dan menginginkan sesuatu. Bagaimana kami bisa mengatasinya?

Jawaban:

Bapak/Ibu yang baik, berteriak adalah salah satu ekspresi dari ketidaknyamanan baik fisik maupun psikis yang dialami seseorang. Jika anak Anda melakukan itu terus menerus, artinya ada yang tidak nyaman dalam dirinya. Oleh karena itu perlu dicari tahu dulu mengenai penyebab sebenarnya yang memunculkan perilaku itu. Apakah anak Anda mengalami tekanan emosional seperti marah, butuh perhatian, stres atau sakit fisik, dsb. Atau justru anak Anda meniru perilaku anggota keluarga yang lain? Atau anak Anda berteriak agar keinginannya dipenuhi? Atau anak Anda merasa terganggu oleh saudaranya atau bahkan orang tuanya? Beberapa hal ini perlu dicari tahu terlebih dahulu agar bisa dilakukan langkah yang tepat selanjutnya.

Cara berikutnya yang bisa diambil adalah dengan membuat peraturan  bersama. Sampaikan kepada semua anggota keluarga, bahwa tidak boleh ada teriakan dalam rumah. Boleh marah, namun tidak boleh berteriak. Aturan ini juga meliputi konsekuensi yang diberikan jika ada yang berteriak. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah semuanya harus komitmen menjalankan peraturan ini. Jika perlu, aturan tersebut bisa ditulis di selembar kertas dan ditempel agar mudah dibaca.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengubah respon Anda ketika menghadapi anak yang berteriak. Beberapa di antara yang dapat merubah respon antara lain: menarik nafas dalam-dalam. Tarik nafas, buang pelan-pelan dan lakukan berulang. Perlahan diri Anda akan menjadi lebih tenang. Selain itu, mencoba berbisik kepada anak juga akan meredakan teriakannya. Ketika anak berteriak, dekati pelan-pelan dan turunkan nada dan volume suara Anda seperti berbisik. Anak Anda akan lebih memperhatikan Anda dan tidak akan membalas berteriak. Bisa juga Anda pergi menenangkan diri. Jika Anda merasa situasi tidak memungkinkan untuk menghadapi teriakan anak, Anda bisa meninggalkannya untuk menenangkan diri. Setelah Anda tenang, kembali temui anak Anda.

 Selain itu Anda bisa mencontohkan kepada anak tentang intonasi baru ketika meminta sesuatu.  Di saat anak Anda meminta sesuatu, ajarkan cara meminta dengan intonasi suara yang lebih lembut dan pilihan kata yang lebih baik. Pelan-pelan anak Anda akan belajar dengan meniru apa yang Anda contohkan.

Mungkin itu beberapa hal yang bisa saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat

 

Salam hormat
Dr. Muhammad Fakhrurrozi, M.Psi