Ini Alasan Dikeluarkannya Fatwa Haram Game PUBG

Ini Alasan Dikeluarkannya Fatwa Haram Game PUBG

LADUNI.ID, ACEH- Seiring perkembangan zaman dan tehnologi maka saat itu juga terjadi perubahan bagi setiap manusia dengan adanya gadget dan kecanggihan dari masing-masing perangkat, terutama para Gamers yang lebih sering bermain Game Player Unknowns Battleground (PUBG).

Menanggapi hal tersebut, Biro Tata Pemerintahan Provinsi Aceh melakukan Focus Grup Discussion terhadap Fatwa yang sudah di keluarkan MPU Aceh, kegiatan yang dilakukan di Hotel Kyriad Kota Banda Aceh turut dihadiri oleh MPU, SKPA dibawah Pemerintah Aceh dan Badan dibawah Pemerintah Aceh, Kamis, (18/07/2019).

Ini sebagaimana disampaikan Oleh Asisten I M. Jafar, SH, M.Hum Pemerintah Provinsi Aceh, FGD ini dilaksanakan dalam rangka menyikapi tindak lanjut fatwa MPU Aceh tentang larangan game player unknown Battle ground di Aceh, dalam hal ini tugas biro tata pemerintahan sekretariat daerah Aceh sebagai fungsi koordinasi ketentraman dan ketertiban dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan yang aman dan nyaman maka mempertemukan Bapak Ibu sekalian untuk mendiskusikan situasi terkini pasca di keluarkan fatwa MPU Aceh tentang larangan bermain game PUBG ini dan sejenisnya.

" Larangan ini penting dilakukan karena permainan game tersebut akan memberikan dampak kurang baik bagi masa depan generasi kita, pada tahap sebelumnya MPU Aceh mengeluarkan fatwa haram bermain game PUBG dan sejenisnya pada tanggal 19 Juni 2019". Lanjutnya.

Ia menambahkan keputusan ini dikeluarkan dengan 4 (empat) alasan yakni pertama, Karena mengandung unsur karena mengandung unsur kekerasan dan kebrutalan. Kedua, Berpotensi mempengaruhi perubahan perilaku penggunanya menjadi negative. Ketiga,  Berpotensi menimbulkan perilaku agresif. Keempat, kecanduan yang bisa saja mencapai pada level yang berbahaya sehingga mengandung unsur penghinaan terhadap simbol-simbol Islam.

“Sebelum mengeluarkan fatwa haram MPU menggelar sidang paripurna ulama ketiga pada tahun 2019 terkait hukum dan dampak dan sejenisnya menurut fiqih Islam informasi teknologi dan psikologi, pada dasarnya salah satu fungsi game adalah hiburan atau alternatif lain untuk melepaskan penat dari rutinitas”, tuturnya.

Selanjutnya, asisten I ini menjelaskan, penyebab diharamkannya game ini karena akan membuat degradasi nilai moral dan prilaku , esensi dari game itu sendiri yakni bukan lagi bersifat sebagai hiburan di dalamnya karena dianggap dan disepakati dapat melahirkan doktrin baru bagi siapapun yang memainkannya,

“Dengan telah disahkannya fatwa haram oleh MPU Aceh maka dimungkinkan jumlah pemain PUBG akan berkurang secara drastis, hal ini mengingat masyarakat muslim adalah mayoritas di Aceh, dan game tsb saat ini memang sedang populer di seluruh Indonesia maupun di Provinsi Aceh”, harapnya