Gus Miftah Ungkap Tiga Guru di Balik Kesuksesan Dakwahnya

Gus Miftah Ungkap Tiga Guru di Balik Kesuksesan Dakwahnya

LADUNI.ID, Jakarta - KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah sangat terkenal dengan keberhasilan dakwahnya, baik di Klub Malam, Café dan dunia remang-remang lainnya. Dalam sebuah video yang diunggah oleh sebuah channel Youtube (Kampung Youtube) pada Ahad (21/7), Gus Miftah mengungkap tiga guru yang membuat Gus Miftah sukses dalam berdakwah.

“Barengan dengan rutinan, dzikrul ghafilin, saya dapat dzikrul ghafilin, diijazahi tiga orang langsung dari Gus Miek, dari Gus Tsabut, dan dari Gus Rofiq. Dan ini sudah tahun ke tujuh. Kalau pada yang bertanya, dari mana Gus Miftah dapat ilmu dunia malam, lokalisasi, kafe, itu salah satunya dari Gus Miek. Maka saya sangat tabarrukan dengan beliau, amaliahnya di sini setiap malam minggu pahing, itu adalah dzikrul wafilin…,” terang Gus Miftah.

Gus Miftah juga menceritakan, kenapa beliau menentukan waktu setiap malam minggu pahing melaksanakan dzikrul ghafilin tersebut, adalah karena waktu tersebut berkaitan dengan weton kelahiran Gus Miftah di mana pada waktu tersebut Gus Miftah jarang bisa ditemui atau pun dikunjungi.

Baca juga: Dawuh Gus Miek untuk Kehidupan Diri dan Bermasyarakat

“Jadi kalau jamaah ke sini di luar sabtu legi, malam minggu pahing, insya Allah banyak gak ketemunya. Tapi kalau hari Sabtu, saya dulu jaman pak SBY pernah diundang ke istana hari Sabtu malam minggu pahing, tetap saya ndak mau datang. Karena ada kewajiban dzikrul ghafilin,” ungkap Gus Miek.

Gus Miftah juga menambahkan bahwa jika ada santri yang mau ngaji, dipersilahkan. Tapi yang paling banyak biasanya adalah santri yang berniat untuk foto selfi. Bahkan pernah suatu kali ada tamu jauh-jauh dari Banten, hanya ingin dapat barokahnya selfi bersama Gus Miftah.

Dalam video tersebut, Gus Miftah juga minta doa kepada jamaah yang hadir untuk KH Ma’ruf Amin yang sekarang mengemban amanah sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, supaya dengan doa tersebut KH Ma’ruf Amin mendapat kemudahan dalam menjalankan tugas, dapat diberikan kesehatan, bisa melaksanakan kewajibannya, dan berjuang untuk dapat menegakkan keahlussunnah wal jamaahan.

Baca juga: Kisah Gus Muwafiq Angkat Panser TNI di Istana

Soale kulo matur, pak kiai Ma’ruf niku jadi wakil presiden justru NU niku fitnahe kattah. Lah kulo suwun kale jamaah. Fatihah karo NU, Fatihah kale masyayikh, kale kiai, mugo-mugo keberlangsungan akidah ahlussunnah niko terjaga ila yaumil qiyamah (Soalnya saya bilang, Pak Kiai Ma’ruf itu jadi Wakil Presiden justru NU itu fitnahnya banyak. Saya berterima kasih pada jamaah untuk bacaan Fatihah pada NU, fatiha pada masyayikh,, pada kiai, semoga keberlangsungan akidah ahlussunnah wal jamaah itu terjaga ila yaumil qiyamah),” terang Gus Miftah, dalam bahasa Jawa.

Gus Miftah mencontohkan bagaimana Walisongo dulu berdakwah. Menurutnya, Walisongo itu alim, walisongo itu hebat. Akan tetapi kalau Walisongo itu mau mengerjakan sesuatu selalu dikerjakan secara bersama-sama, dalam hal apa pun. Seperti membuat masjid, buat sekolah dan apa pun selalu dikerjakan bareng.

Sangat berbeda dengan kenyataan sekarang. Menurut Gus Miftah, orang sekarang itu tidak begitu alim, tidak begitu memiliki ilmu, tidak begitu hebat, namun seenaknya sendiri. Harusnya mereka bisa mencontoh wali.

Baca juga: Gus Baha Ditegur Sahabat Ibnu Mas'ud

“Wali itu hebat apa-apa bareng. Sementara orang sekarang itu justru semua orang itu dianggap musuh. Nah itu salah… Saya berharap mudah-mudahan dengan momentum ini, menjadikan Negara Indonesia kembali menjadi Negara yang hebat. Mudah-mudahan istiqamah ahlussunnah wal jamaah,” pungkas Gus Miftah.

Setelah memberi tausyiyah tersebut, dalam video tersebut, Gus Miftah lantas membimbing seorang perempuan untuk membaca dua kalimat syahadat.