KH Mursahe Harap Kehadiran Mahasiswa IAIN Pontianak Beri Motivasi Bagi Para Santri Untuk Terus Belaj

 
KH Mursahe Harap Kehadiran Mahasiswa IAIN Pontianak Beri Motivasi Bagi Para Santri Untuk Terus Belaj

LADUNI.ID, KUBU RAYA - Kelompok 55 Kuliah Kerja Lapangan (KKL) integratif 2019 IAIN Pontianak disambut baik oleh tokoh masyarakat Desa Madusari, Parit Mas. Kecamatan Sungai Ambawang. Kabupaten Kubu Raya. Senin, 27/7 lalu.

Pemberangkatan di awali dengan doa bersama Dosen pembingbing dan seluruh anggota kelompok KKL integratif pukul 08:00 WIB di kampus IAIN pontianak jl. Letjen suprapto. Dengan jumlah 14 orang yang terdiri dari jurusan Perbankan syariah 3 orang, Pendidikan Agama Islam 3 orang, Pendidikan Bahasa Arab 1 orang, Bimbingan Konseling 3 orang, Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir 2 orang, Komunikasi Penyiaran Islam , dan PIAUD 1 orang.

Perjalanan menuju lokasi ditempuh selama 2 jam lamanya. Tepat pukul 10:30 WIB kelompok KKL 55 tiba di kantor kepala desa Madusari. Menyelesaikan administrasi disana yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kelompok KKL kepada pihak lembaga yang akan menjadi tempat pengabdian sekaligus ladang pengetahuan Kuliah Lapangan bagi peserta sebagaimana tujuan awal dari agenda institut ini.

"dengan datangnya mahasiswa KKL ke desa ini besar harapan saya agar mereka bisa memanfaatkan waktu yang singkat ini sebaik mungkin dan bisa ikut andil menganalisi kemudian membantu menyelesaikan problem yang ada di desa ini". Ujar Dr. Arif sukino selaku pembimbing kelompok tersebut.

Terhitung sejak hari ini dan 40 hari kedepan mahasiswa diharapkan mampu mengabdikan diri kepada masyarakat sebagaimana tujuan tri dharma perguruan tinggi. Serta mampu memotivasi semangat belajar siswa lembaga Pondok Pesantren Ar-Rubath Naqsyabandiyah yang menjadi objek kegiatan formal KKL kelompok 55.

"semoga kehadiran adik-adik mahasiswa di lembaga ini mampu menggembleng siswa dan santri dalam berpublick speaking yang baik dan mempunyai semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi". Sambung K. H. Mursahe selaku pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rubath Naqsyabandiyah.

Menata program yang tepat dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat desa madusari adalah upaya pengembangan sumber daya manusia dalam kehidupan sosial. Masyarakat sebagai sumber pengetahuan otentik sehingga mahasiswa harus mampu mengkontruksi pengetahuan dan realitas objektif secara kritis. (Linawati)