Soal Wacana Provinsi Bogor Raya, Gubernur Jabar: Tidak Sepakat

Soal Wacana Provinsi Bogor Raya, Gubernur Jabar: Tidak Sepakat

LADUNI.ID, Bogor - Wali Kota Bogor Arya Bima Sugiarto mencetuskan wacana baru dengan membentuk Provinsi Bogor Raya. Sebab menurut dia, hal itu untuk mengantisipasi jumlah penduduk Kota Bogor, yang setiap tahun alami peningkatan.

Mengantisipasi laju pertumbuhan penduduk, jelas dia, perluasan wilayah merupakan langkah memperbaiki perlayanan bagi masyarakat.

"Terdapat tiga opsi penting yang mesti dilakukan. Banyak berkembang, seolah-olah Kota Bogor ingin mengambil wilayah Kabupaten Bogor. Saya tidak mau ini salah untuk dipahami oleh masyarakat," ujarnya di Kota Bogor, Selasa (13/8/19).

Pertama, jelas dia, dengan cara perluasan, kedua, memperbaiki koordinasi pelayanan dengan pemerintah daerah lain yang berbatasan dengan Kota Bogor, ke tiga merumuskan provinsi baru.

Untuk provinsi baru, Bima menyatakan, hal tersebut merupakan wacana lama sejak 2012. Provinsi baru tersebut, terdiri dari sejumlah kota dan kabupaten, yang berlokasi tidak jauh dari Kota Hujan. Yang terdiri dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Cianjur dan Depok.

"Kita persempit teritorialnya dengan membentuk provinsi baru, dan ide ini sudah lama sejak 2012 lalu namanya provinsi Bogor Raya. Pembahasan ini juga kita bawa ke Bupati Bogor. Bahkan Bupati Bogor juga mengingatkan saya akan wacana lama ini," ucapnya.

Dia menambahkan, tidak ada kategori khusus untuk wilayahnya. "Cuma kelima daerah ini memang strategis posisinya. Ini adalah opsi yang saat ini sedang didalami untuk kita komunikasikan," ungkapnya.

Meski demikian, Bima mengaku belum membuka komunikasi dengan daerah lainnya, kecuali Kabupaten Bogor.

"Saya baru intens dengan Bupati Bogor, saat dalam kegiatan bersama. Kita juga sempat membahas soal perluasan wilayah Kota Bogor, bahkan saya juga sempat mengkajinya bersama Bupati," tuturnya.

Sementara terkait hal itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengaku tidak sepakat tentang wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya yang diletupkan Wali Kota Bogor tersebut.

Menurut dia, pemekaran wilayah tingkat dua lebih penting ketimbang membentuk provinsi baru.

"Justru yang paling urgent sekarang itu pemekaran kabupaten-kabupaten menjadi kota tingkat II karena aksi utama dari pelayanan publik itu bukan di provinsi dalam pandangan saya," kata dia di Bandung, kemarin.