Polda Metro Jaya Berhasil Ringkus Tersangka Penipuan Rekrutmen CPNS Kemendikbud

Polda Metro Jaya Berhasil Ringkus Tersangka Penipuan Rekrutmen CPNS Kemendikbud
Foto: Kompas

LADUNI.ID, Jakarta - Polda Metro Jaya melalui Subdit II Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) berhasil menangkap seorang tersangka penipuan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) berinisial HM alias Bima. Hal itu terkait penipuan rekrutmen CPNS Kategori II Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

"Kami tangkap saat tersangka sedang main kartu di kontrakannya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono saat jumpa pers di Polda Metro, Jakarta, Selasa, (13/8/19).

Pria berusia 57 tahun itu dibekuk polisi di rumah kontrakannya daerah Pulo Gadung Jakarta Timur, dengan sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan, di antaranya empat lembar contoh petikan surat keputusan PNS, surat hasil pemberkasan CPNS tahun 2016, dan surat pengantar palsu dari kepala BPN.

Lebih lanjut, Argo menjelaskan, tersangka beroperasi menipu para korban CPNS di beberapa wilayah DKI Jakarta diantaranya di Gedung E Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan. Kantor BKD Balaikota DKI Jakarta, dan di daerah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur.

“Dia mengaku sebagai PNS sesuai tanda pengenal Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal,” ungkapnya.

Tersangka, terang Argo, mengaku mempunyai Akses dengan pejabat di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), sehingga bisa meloloskan CPNS Kategori II Honorer.

“Pelaku bahkan bisa membuat dokumen mengatasnamakan Kementerian terkait. Dia membuat SK penetapan peserta CPNS K2. Dia pun minta uang Rp 100 juta untuk penempatan di DKI Jakarta, sedang Rp 70 juta untuk penempatan di luar Jakarta,” imbuhnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 378 dan pasal 372 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan atau penggelapan dengan ancaman hukuman penjara selama empat tahun.

Terkait hal itu, Kepala Biro SDM Kemendikbud Agam Bayu Suryanto mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada oknum tak bertanggung jawab yang menjanjikan pengangkatan karyawan honorer menjadi PNS. (*)