Ini Alasan Muktamar PKB ke-5 Digelar di Bali

Ini Alasan Muktamar PKB ke-5 Digelar di Bali

LADUNI.ID, Bali - Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud yang menginspirasi pemilihan lokasi Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-5 di Bali. Demikian diungkapkan Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar PKB ke-5, Lukman Hakim di Kuta, Bali, Minggu (18/8/19).

Menurut Lukman, alasan dipilih Bali sebagai tempat forum pengambilan keputusan tertinggi (Muktamar) di internal PKB.  Lantaran pulau Dewata ini dikenal dengan beragam suku dan agama.

"Alasan pertama Bali terkenal sebagai tempat yang beragam suku ada di sini, agama juga. Kemudian, Bali masyarakatnya ramah, tempat strategis," kata dia.

Dia mengatakan, Bali tempatnya strategis buat wisata dan semua orang dari seluruh penjuru dunia menikmati bocoran surga di Indonesia.

"Kalau Raja Salman saja datang ke sini menikmati Bali," ujarnya.

Selain itu, ungkap dia, Muktamar PKB sudah pernah dilaksanakan di Surabaya Jawa Timur, Daerah Istimewa Jogyakarta, DKI Jakarta, Semarang Jawa Tengah.

"Pengurus cabang-cabang seluruh Indonesia juga mengusulkan lokasinya di Bali. Maka ada saatnya kita ke Pulau Dewata," kata dia lagi.

Dia menambahkan, konsep acara muktamar juga akan dijadikan pesta rakyat dengan mengusung tema 'PKB Melayani Ibu Pertiwi'.

"Konsep muktamar nanti akan dibikin sebagai pesta rakyat. Ada area nonton bareng, bazar, hingga pameran foto," ucapnya.

Selain itu, kata dia lebih lanjut, dalam rangkaian muktamar PKB akan menggelar juga Munas Alim-ulama mengumpulkan 1.000 kiai dari berbagai pelosok negeri se-Indonesia, beragendakan pembahasan masalah-masalah kebangsaan, baik politik, demokrasi, budaya, maupun keagamaan.

"Dalam forum tersebut, para kiai juga akan melakukan diskusi terkait dengan argumentasi dalil tentang kepemimpinan nasional yang selaras dengan kultur masyarakat Indonesia," tuturnya.

Lukman juga memastikan, Muktamar PKB dan Munas Alim-ulama akan dihadiri Presiden, Wakil Presiden, Menteri, Ketum Parpol dan Ulama.

"Presiden, Wakil Presiden, Wapres terpilih Kiai Ma'ruf Amin, Menteri, seluruh Ketua Umum Parpol diundang. Juga Ketum PBNU Said Aqil Siroj, Ketum Muhammadiyah Haedar Nashir," tandasnya. (*)