Ilmuwan AS: ISIS Bukan Jihad Islam Tapi Operasi CIA dan Mossad

Ilmuwan AS: ISIS Bukan Jihad Islam Tapi Operasi CIA dan Mossad

LADUNI.ID, Jakarta - Seorang asisten profesor di Oberlin College bernama Dr. Joy Karega mengungkapkan bahwa kelompok ISIS sengajak diciptakan Israel dan merupakan operasi CIA dan Mossad. Materi tentang pencipataan ISIS tersebut diunggah di laman facebook-nya dan menyatakan bahwa ISIS bukan lah organisasi jihad Islam.

“Ini mengganggu bahwa pada hari ini, ketika ada semua akses untuk informasi, sebagian besar masyarakat tidak tahu siapa dan apa ISIS yang sebenarnya. Saya bersumpah bahwa ISIS bukanlah organisasi jihad Islam. Ini adalah operasi CIA dan Mossad, dan ada terlalu banyak informasi di sini yang tidak diketahui masyarakat umum,” demikian isi postingan Facebook Karega.

Karena ungkapan tersebut, Dr. Karega dianggap sebagai orang yang telah mengumbar materi anti-Semit. Dia bahkan di-skors dan dilarang mengajar oleh pihak civitas kampus tertua di Amerika Serikat (AS) tersebut. Dalam materi itu juga disebutkan bahwa Israel berada di balik serangan 11 September 2001 dan serangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo di Paris.

Dr. Karega bernama lengkap Joilynn Karega Mason, seorang ilmuan bergelar Ph.D yang diperoleh dari University of Louisville tahun 2014. Pada tahun 2015, tidak lama setelah terjadinya serangan di kantor majalah satire Charlie Hebdo, Karega menunjukkan info grafis yang kemudian menunjukkan bahwa milihat ISIS (Daesh) menarik sebuah topeng Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Berdasarkan info grafis tersebut, Karega menyertakan sebuah pesan yang di dalamnya tertulis: “Jika orang Paris berpikir, serangan ini adalah tentang kebebasan berbicara dan berekspresi, maka saya tidak tahu harus berkata apa.”

“Orang-orang yang mematikan media terindoktrinasi dan melakukan pekerjaan rumah, mereka tahu di mana Charlie Hebdo menerima dukungan,” demikian kelanjutan dari isi pesan yang ditulis oleh Dr. Karega.

Sementara itu, pihak Oberlin College sudah merilis pernyataan resmi terkait skorsing yang dijatuhkan pada Karega. Pihak kampus menyebutnya sebagai ‘cuti administratif’. ”Selama beberapa bulan terakhir, Oberlin College telah mempertimbangkan dengan seksama isu seputar posting anti-Semit di media sosial oleh anggota fakultas Oberlin, Dr Joy Karega,” demikian bunyi pernyataan kampus itu, seperti dilansir dari IB Times.

”Pada bulan Maret, dalam konsultasi dengan Presiden Marvin Krislov, Pengawas dari Oberlin College, meminta administrasi dan fakultas untuk menentang pernyataan bahwa ada pembenaran untuk posting menjijikkan ini,” lanjutnya.

(Sumber: campusfairness)