Menhan RI: Hati dan Pikiran Rakyat Diserang untuk Ubah Ideologi Negara

Menhan RI: Hati dan Pikiran Rakyat Diserang untuk Ubah Ideologi Negara

LADUNI.ID, Jakarta - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Ryamizard Ryacudi  mengungkapkan bahwa mineset rakyat Indonesia akan terus diserang. Menurutnya, inilah yang disebut sebagai perang modern atau “proxy war” di mana hati dan pikiran rakyat terus diuji untuk tujuan membelokkan pemahanan terhadap ideologi Negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Menhan pada acara silaturahmi dan dialog dengan tema "Pancasila Perekat Kita, Satu Nusa Satu Bangsa" yang digelar di Hotel Grand Sahid, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (12/7) lalu.

Menurut Ryamizard, metode operasional perang tersebut dilakukan melalui Infiltrasi ke dalam dimensi intelijen, militer, pendidikan, ekonomi, ideologi, politik, sosial Budaya atau kultur dan agama, bantuan-bantuan, kerja sama berbagai bidang dan media atau informasi.

"Muara akhir dari perang modern yang benuansa materialisme ini adalah guna menguasai sumber-sumber daya alam dan sumber perekonomian nasional," terang Menhan Ryamizard, Senin (17/8) lalu.

Ryamizard kemudian mencontohkan tentang beberapa negara yang telah hancur karena idelogi dan simbol persatuannya telah dirusak oleh pengaruh Ideologi lain seperti misalnya Yugoslavia, Uni Soviet atau Rusia serta beberapa negara di Timur Tengah.

"Dimana rakyatnya telah kehilangan rasa cinta kepada tanah airnya, sehingga harus rela mengungsi ke tempat lain yang juga belum tentu diterima. Ini adalah salah satu contoh negara gagal," tuturnya.

Lebih daripada itu, Ryamizard menyebut hakekatnya indikator kekuatan suatu bangsa yang merdeka sangat ditentukan kekuatan persatuan yang dilandasi ideologi sebagai dasar negara. Dengan adanya dasar negara yang kuat kata dia, suatu bangsa tidak akan mudah terombang ambing dalam menghadapi permasalahan baik yang dari dalam maupun dari luar.

"Ideologi negara juga merupakan bintang penuntun yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan," kata Ryamizard.

Karena itu Ryamizard mengaku bersyukur, sebagai bangsa yang merdeka patut bersyukur dan bangsa karena bangsa Indonesia memiliki ideologi Pancasila sebagai sebuah anugerah yang luar biasa dari Tuhan Yang Maha Besar sebagai dasar negara, ideologi negara, dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa

"Setiap Negara memiliki konsep ideologinya masing-masing sebagai simbol pemersatu yang khas dan pas untuk negaranya sendiri, seperti Komunisme untuk China dan Korea Utara, Liberalisme untuk Amerika, Monarchi atau Kerajaan untuk Inggris dan Syariah Islam yang berbasis Wahabisme untuk Arab Saudi dan beberapa Negara di Timur Tengah. Tetapi, Di Indonesia, ideologi-ideologi di atas tidak boleh," tandas Ryamizard.

Untuk diketahui, acara tersebut hadir mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Rahmawati Soekarnoputri, Salahuddin Wahid atau Gus Solah, Dede Yusuf, Ustaz Haikal Hassan.