5 Wilayah di Kabupaten Temanggung Alami Bencana Kekeringan

5 Wilayah di Kabupaten Temanggung Alami Bencana Kekeringan

LADUNI.ID, Temanggung - Sejumlah wilayah di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih di musim kemarau ini.

Terkait hal itu, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, Gito Walngadi mengatakan hingga saat ini masih berstatus darurat bencana kekeringan, sejak dikeluarkannya darurat kekeringan pada Mei 2019 lalu.

"Status darurat kekeringan sudah dikeluarkan sejak Mei 2019 dan bakal berakhir Agustus 2019. Namun demikian, jika kondisi masih kemarau dan belum ada tanda-tanda hujan maka status darurat akan diperpanjang," katanya di Temanggung, Rabu (21/8/19).

Menurut dia, ada lima desa yang mengalami kekeringan, desa Gentan Kecamatan Kranggan, Drono Kecamatan Tembarak, Jetis Kecamatan Selopampang, Dampit Kecamatan Tlogomulyo, dan Kalimanggis Kecamatan Kaloran.

"Sumber air di daerah tersebut sudah surut dan mengering sehingga membutuhkan bantuan air bersih. Sebelumnya kami menerima surat permohonan bantuan air bersih dari lima kecamatan tersebut dan setelah kami lakukan pengecekan memang wilayah tersebut memerlukan droping air bersih," tuturnya.

Lebih dalam, dia menjelaskan, selain daerah itu, ada daerah lain yang berpotensi rawan kekeringan yaitu terdapat di 12 kecamatan yang terdiri atas 40 desa dan 129 dusun atau titik.

"Setiap hari BPBD Kabupaten Temanggung mendistribusikan air bersih ke daerah kekeringan sebanyak enam tangki," ucapnya.

Lebih lanjut, terkait bencana kekeringan itu, dia berharap kepada kepala desa di daerah yang rawan kekurangan air bersih untuk aktif menyampaikan perkembangan di daerahnya.

"Segera minta bantuan air bersih jika memang sangat membutuhkan," tandasnya. (*)