Rindu Rumah Saat di Pesantren

Rindu Rumah Saat di Pesantren

Assalamu’alaikum wr.wb.

Anak kami baru masuk pesantren kira-kira satu setengah bulan lalu. Masuk untuk jenjang MTS. Ketika diantar pertama kali, anak kami terlihat tegar. Namun pada saat penjengukan pertama (1 bulan setelah masuk), anak kami terlihat berat melepas kami saat mau pamit. Dan menangis. Pertanyaannya, bagaimana sikap orang tua agar anak betah di pesantren dan tidak selalu rindu rumah? Terima kasih atas jawabannya Pak.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Jawaban:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih sudah berkunjung ke mari Bapak/Ibu…Menurut saya, hal itu wajar terjadi di kebanyakan anak. Anak pasti akan rindu dengan rumah jika pergi dari rumah apalagi dalam waktu lama seperti masuk pesantren ini. Karena ini anak sudah masuk pesantren, tips berikut mungkin bisa dilakukan saat Bapak/Ibu menjenguk ananda.

Pertama, pastikan bahwa anak kita siap untuk masuk pesantren. Beberapa pertanyaan singkat mungkin bisa ditanyakan kepada anak, seperti: Apakah anak dapat rukun dengan teman barunya? Apakah anak sudah punya teman dekat? Apakah anak bisa mengikuti kegiatan di pesantren? Apakah anak bisa mengurus dirinya sendiri?

Kedua, ciptakan solusi untuk setiap kekhawatiran. Ketika menjenguk, bicarakan bersama dengan anak masalah-masalah yang dihadapi anak di pesantren dan temukan solusinya bersama-sama. Identifikasi masalah mana yang sudah bisa diatasi dan mana yang belum. Dengan begitu anak akan merasa dipercaya dan belajar untuk mandiri.

Ketiga, simpan kekhawatiran kita. Orang tua mesti pintar-pintar menyembunyikan kekhawatiran jika di hadapan anak. Hal ini penting agar anak belajar untuk percaya diri. Sampaikan bahwa kita percaya pada ananda.

Keempat, temui ustadz atau wali kelasnya di pesantren. Sampaikan dengan jujur tentang kondisi anak. Apa positif dan negatifnya dari ananda. Jangan lupa titipkan ananda kepada ustadznya agar nantinya ananda lebih diperhatikan.

Kelima, lepaskan ananda dengan sikap positif. Ketika pamitan, tunjukkan sikap ceria. Tersenyumlah dan optimis. Antarkan ananda sampai ke asrama. Beri dia pelukan dan kecupan serta lambaian tangan. Yakinkan ananda bahwa dia pasti bisa dan akan baik-baik saja selama di pesantren.

Mungkin itu beberapa tips singkat dari kami. Mudah-mudahan bisa membantu. Terima kasih sebesar-besarnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam Hormat,

 

DR. Muhammad Fakhrurrozi, M.Psi
(innozzi@yahoo.com)