Wisata dan Ziarah di Makam KH MA Sahal Mahfudh Pati

 
Wisata dan Ziarah di Makam KH MA Sahal Mahfudh Pati

Sekilas Biografi

KH. Mohammad Ahmad Sahal Mahfudh (lahir di Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, 17 Desember 1937 – meninggal di Pati, Jawa Tengah, 24 Januari 2014 pada umur 76 tahun) adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak tahun 2000 hingga 2014. Sebelumnya selama dua periode menjabat sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak 1999 hingga 2014.

Kiai Sahal adalah pemimpin Pesantren Maslakul Huda (PMH) sejak tahun 1963. Pesantren di Kajen, Margoyoso (Pati, Jawa Tengah) ini didirikan ayahnya, KH Mahfudh Salam, pada 1910.[butuh rujukan] Selain itu Kiai Sahal adalah rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU), Jepara, Jawa Tengah sejak tahun 1989 hingga mengantarkan INISNU menjadi UNISNU Jepara pada tahun 2013.

Kiai Sahal biasa menulis namanya secara resmi sebagai HMA. Sahal Mahfudh (menggunakan dh [bukan dz] untuk nama belakang). Tiga huruf paling depan merupakan kependekan dari Haji Muhammad Ahmad.

Kiai Sahal mendapatkan gelar doktor kehormatan dari UIN Syarif Hidayatullah (2003).

KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh adalah ulama yang langka. Ia tidak hanya bisa membaca dan memahami teks-teks keagamaan –kitab kuning, tapi juga mampu memproduksi dan menulisnya. Ia juga merupakan ulama yang sangat disegani karena kedalaman ilmu dan keluasan wawasannya. 

Secara keilmuan, Kiai Sahal lebih dikenal sebagai kiai yang memiliki kealiman dan keahlian yang mendalam soal fiqih –utamanya fiqih sosial, sehingga ia dijuluki ‘sang begawan fiqih sosial’. Meski demikian, penguasaannya terhadap ilmu-ilmu keislaman lainnya –seperti ushul fiqih, hadist, balaghah, dan lainnya- juga tidak perlu diragukan lagi.

Kiai Sahal juga seorang organisatoris handal. Terbukti, ia didapuk untuk menjadi pucuk pimpinan dua ormas Islam: Nahdlatul Ulama (Rais ‘Aam 1999-2014) dan Majelis Ulama Indonesia (2000-2014). 

Kiprah dan perannya dalam memajukan bangsa ini amatlah besar. Sebagai seorang pemimpin, Kiai Sahal adil. Sebagai seorang kiai, ia istiqamah. Dan sebagai seorang pengusaha, dia jujur. Maka wajar jika Kiai Sahal menjadi sosok panutan bagi para santri khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya. 

Lokasi Makam

Almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh telah berwasiat kepada beberapa kiai Kajen agar dimakamkan di kompleks pemakaman Syeikh KH Ahmad Mutamakkin di Desa Kajen, Kec. Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Ia mengkaveling tanah makam di sana tiga tahun silam karena berharap bisa dekat dengan leluhurnya.