Wisata Ziarah dan Tawassul di Makam Syech Asnawi Pandeglang

Wisata Ziarah dan Tawassul di Makam Syech Asnawi Pandeglang

Sekilas Sejarah

Asnawi dengan nama lengkapnya  Tubagus Muhammad Asnawi lahir dari pasangan Abdurrahman dan Ratu Sabi’ah. Dari pihak ayah nasabnya bersambung ke Sultan Banten, sedangkan dari pihak ke Sultan Agung Mataram. Sejak usia 9 tahun, Asnawi sudah dikirim ayahnya untuk menuntut ilmu di tanah suci Mekkah. Ia dikenal sebagai ulama yang gigih menentang penjajahan Belanda. Ia mengorganisir para jawara Banten untuk menentang penjajahan.

Bertahun-tahun Asnawi belajar di tanah kelahiran Islam. Hingga ketika dirasa telah mumpuni dalam agama, ia pun dipercaya untuk mendakwahkan Islam. Maka, Syekh Asnawi pun pulang kembali ke tanah lahirnya, Banten. Ia pun mulai mengajar dan mengundang ketertarikan banyak pemuda hingga menjadi muridnya. Tersiarlah nama Asnawi sebagai ulama di kawasan Banten dan sekitarnya. Kepiawaiannya dalam berdakwah membuat nama Syekh Asnawi tersohor sebagai ulama besar di Banten. Ia mendirikan pesantren di kampung tersebut. Pesantren tersebut dikenal dengan ilmu fiqih, tasawuf, dan ilmu beladiri.
 
Ketika gunung Krakatau meletus, ia beserta keluarganya selamat dengan mengungsi ke kampung Muruy, Menes. Sayang seluruh pesantrennya di kampung Caringin hancur lebur. Ketika  kembali lagi ke kampung halaman dari pengungsian, ia membangun ulang pesantrennya. Serta mendirikan masjid yang diberi nama masjid Agung Assalafi, atau menurut sumber lain Salafiah. 
 
Arsitektur Masjid Salfiah merupakan campuran dari unsur lokal dan luar. Unsur lokal terlihat dari atapnya. Sementara unsur luar terlihat dari bentuk jendela dan pintu dengan ukuran relatif besar. Juga pilar-pilar yang mengelilingi masjid.  Konon kayu untuk masjid tersebut dibawa oleh Asnawi dari Kalimantan. Sebelumnya, kayu tersebut tidak bisa ditebang. Kalaupun bisa ditebang, pohon tersebut muncul kembali. Setelah berdoa, pohon itu bisa dtebang dan dibawanya ke Caringin. Masjid tersebut masih berdiri sampai sekarang.  

Setelah banyak kiprah yang ditorehkan bagi masyarakat, terutama masyarakat Banten, Syekh Asnawi menghembuskan napas terakhir pada 1937 Masehi. Ia dimakamkan di dekat masjid yang ia bangun, Masjid Caringin. Hingga kini, banyak masyarakat yang rajin berziarah ke makamnya.
 

Lokasi Makam

Makam Syekh Asnawi, berada dekat Masjid Salafiah, Caringin, Banten.

 

yang Sudah Mengunjungi Wisata Ziarah dan Tawassul di Makam Syech Asnawi Pandeglang