Belajar dari Kisah Sang Ahli Ibadah dan Si Tukang Tidur

Belajar dari Kisah Sang Ahli Ibadah dan Si Tukang Tidur

LADUNI.ID, Jakarta - Tulisan ini adalah hasil dari ngaji pada Gus Baha’ tentang orang yang ahli ibadah karena takut masuk neraka dibandingkan dengan orang yang selalu tidur karena yakin akan kasih sayang Allah. Berikut isinya.

***

Seorang ahli ibadah yang hampir setiap hari puasa sunah, malamnya rajin salat tahajud, suatu saat bertanya kepada Tuhan. “Tuhan, adakah orang yang lebih baik dari aku?”

Tuhan lalu menjawab, “Ada.”

“Tunjukkan kepadaku, siapa orang itu…” pinta si tukang ibadah.

Tuhan lalu menunjukkan seseorang yang suka tidur. Segera si tukang ibadah protes. “Tuhan, kenapa orang yang suka tidur bisa lebih baik dibanding aku?”

“Kamu rajin beribadah siang dan malam, karena khawatir masuk neraka. Kamu sesungguhnya meragukan kasih sayangku. Sementara orang itu tidur karena yakin aku akan memasukkannya ke dalam surga. Dia tenang karena yakin begitu melimpahnya kasih sayangku.”

(Gus Baha’)

***

Kisah dari Gus Baha’ ini memberikan pelajaran tentang, pertama, orang yang ahli ibadah belum tentu lebih baik daripada orang yang sehari-harinya terlihat pemalas dan suka tidur.

Kedua, ibadah pada intinya bukan hanya untuk agar kita masuk surga. Lebih dari itu, ibadah adalah bagaimana membuat hati kita lebih yakin dan iman akan kasih sayang Allah.

Ketiga, jangan mudah memberikan penilaian kepada orang lain, apalagi penilaian yang hanya berdasarkan pada luarnya saja, bungkusnya saja.

Dan beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari kisah Gus Baha’ tersebut. Silakan renungi dan semoga bermanfaat.