Sederet Karya dan Prestasi Bapak Teknologi Indonesia

Sederet Karya dan Prestasi Bapak Teknologi Indonesia

LADUNI.ID, Masyarakat Indonesia sedang dirundung duka atas wafatnya mantan Presiden Indonesia ke-3, BJ Habibi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu (11/09/2019) pukul 18.05 WIB.

Upacara pemakaman jenazah almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie akan dimulai Kamis (12/9/2019) pukul 12.30 WIB. 

Jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pukul 13.00 WIB.

Nama lengkap beliau adalah Bacharuddin Jusuf Habibie, selaku Presiden ke-3 Republik Indonesia dikenal sebagai Bapak Teknologi sehingga semua kaum intelektual dan warga negara Indonesia lainnya merasa kehilangan atas kabar tersebut.

Prof Dr Ing H Bacharuddin Jusuf Habibie FREng lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936.

Beliau meninggal di Jakarta, 11 September 2019, pada umur 83 tahun. Sebelumnya, BJ Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-3, menggantikan Try Sutrisno.

BJ Habibie menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998.

Salah satu yang membuat BJ Habibie termahsyur adalah sumbangsihnya di teknologi pesawat terbang dunia dengan penemuan yang dikenal sebagai Crack Progression Theory.

Itulah yang membuat BJ Habibie disegani di dunia penerbangan dan mendapatkan julukan Mr. Crack.

Mengutip dari Suara.com, teori tersebut dipakai untuk memprediksi Crack Propagation Point, atau letak awal retakan pada pesawat, terutama sayap, yang merupakan struktur penyangga, sehingga selalu menahan tekanan, apalagi saat take off (lepas landas), landing (mendarat), dan mengalami turbulensi.

BJ Habibie menghasilkan temuan itu saat berusia 32 tahun. Dengan kejeniusannya, pria kelahiran 25 Juni 1936 itu berhasil membuat perhitungan yang sangat detail, sampai ke tingkat atom.

Sebelum ditemukan teori tersebut, kecelakaan pesawat sangat sering terjadi lantaran kelelahan (fatigue) material struktur pesawat sulit dideteksi.

Karena sumbangsihnya, ilmuwan kelas dunia ini berhasil mendapatkan penghargaan di berbagai negara.

Berikut deretan penghargaan yang diterima oleh BJ Habibie:

  • Anggota Kehormatan Persatuan Insinyur Malaysia (IEM)
  • Anggota Kehormatan Japanese Academy of Engineering
  • Anggota Kehormatan The Fellowship of engineering of United Kingdom, London
  • Anggota Kehormatan The National Academy of Engineering, AS
  • Anggota Kehormatan Academie Nationale de l'Air et de l'Espace, Perancis
  • Anggota Kehormatan The Royal Aeronautical Society, Inggris
  • Anggota Kehormatan The Royal Swedish Academy of engineering Science, Swedia
  • Anggota Kehormatan Gesselschaft Fuer Luft und Raumfarht (Lembaga Penerbangan & Ruang Angkasa) Jerman
  • Anggota Kehormatan American Institute of Aeronautics and Astronautics, AS
  • Anggota Kehormatan Masyarakat Aeronautika Kerajaan Inggris (1983)
  • Anggota Kehormatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa, Jerman (1983)
  • Anggota Kehormatan Akademi Aeronautika Perancis (1985)

 BJ Habibie juga sangat produktif dalam menghasilkan karya di bidang teknologi, sastra tulisan, atau pemikiran nasionalisme miliknya. Deretan karya yang pernah dihasilkan oleh beliau adalah:

  • Proceedings of the International Symposium on Aeronautical Science and Technology of Indonesia / B. J. Habibie; B. Laschka [Editors]. Indonesian Aeronautical and Astronautical Institute; Deutsche Gesellschaft für Luft- und Raumfahrt 1986
  • Eine Berechnungsmethode zum Voraussagen des Fortschritts von Rissen unter beliebigen Belastungen und Vergleiche mit entsprechenden Versuchsergebnissen, Presentasi pada Simposium DGLR di Baden-Baden,11-13 Oktober 1971
  • Beitrag zur Temperaturbeanspruchung der orthotropen Kragscheibe, Disertasi di RWTH Aachen, 1965
  • Sophisticated technologies : taking root in developing countries, International journal of technology management : IJTM. - Geneva-Aeroport : Inderscience Enterprises Ltd, 1990
  • Einführung in die finite Elementen Methode,Teil 1, Hamburger Flugzeugbau GmbH, 1968
  • Entwicklung eines Verfahrens zur Bestimmung des Rißfortschritts in Schalenstrukturen, Hamburger Flugzeugbau GmbH, Messerschmitt-Bölkow-Blohm GmbH, 1970
  • Entwicklung eines Berechnungsverfahrens zur Bestimmung der Rißfortschrittsgeschwindigkeit an Schalenstrukturen aus A1-Legierungen und Titanium, Hamburger Flugzeugbau GmbH, Messerschmitt-Bölkow-Blohm GmbH, 1969
  • Detik-detik Yang Menentukan – Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi, 2006 (memoir mengenai peristiwa tahun 1998)
  • Habibie dan Ainun, The Habibie Center Mandiri, 2009 (memori tentang Ainun Habibie)
  • Pesawat N-250 Gatot Kaca.

Mengutip dari Wikipedia, yang bersumber pada situs website Royal Aeronautical Society, BJ Habibie juga mendapatkan penghargaan lainnya di dunia internasional.

BJ Habibie diangkat sebagai Fellow dari Royal Academy of Engineering (FREng) pada tahun 1990.
 
Beliau dianugerahi gelar Honorary Fellow of the Royal Aeronautical Society (HonFRAeS) pada tahun 1993.

Bacharuddin Jusuf Habibie mendapatkan gelar Honorary DSc dari Cranfield Institute of Technology (Inggris) dan Dr.h.c. yang merupakan gelar dari Chungbuk National University dan Hankuk University of Foreign Studies (Korea Selatan) atas jasanya dalam dunia teknologi pesawat terbang.

Tahun 2010, Habibie mendapat gelar Doktor Kehormatan Bidang Teknologi oleh Universitas Indonesia atas jasanya di dunia sains.

Meninggalnya BJ Habibie yang dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia membuat seluruh warga Indonesia bersedih mengingat jasa dan pemikirannya sangat berarti bagi negeri ini.