Sri Mulyani Sebut Habibie Sebagai Peletak Dasar Demokrasi Indonesia

Sri Mulyani Sebut Habibie Sebagai Peletak Dasar Demokrasi Indonesia

LADUNI.ID, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut Habibie sebagai sosok yang berjasa bagi demokrasi di Indonesia usai peralihan dari Orde Baru ke era Reformasi.

“Beliau lah yang meletakkan banyak sekali pada masa-masa yang sangat singkat namun sangat menentukan arah republik ini dengan berbagai legislasi yang menjadi fondasi kita dalam bernegara sampai hari ini,” terang Sri Mulyani, usai melayat, Rabu (11/9) kemarin.

Sri Mulyani bahkan juga menyebutkan bahwa mendiang Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai sosok yang menjadi inspirasi. Sri Mulyani mengatakan, Habibie juga merupakan simbol optimisme bagi masa depan Indonesia.

"Contoh dan sekaligus teladan dan juga menjadi alasan bagi kita untuk optimis bahwa Indonesia dengan banyak sekali anak bangsa seperti beliau pasti akan bisa maju ke depan," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, Habibie adalah sosok yang peduli dan mencintai Indonesia. Buktinya, kata Sri Mulyani, adalah keputusan Habinie untuk pulang ke Indonesia dan membangun industri di Tanah Air meski punya karir yang bagus di luar negeri.

Sebelumnya, putra Presiden ke-3 RI Bacharudin Jusuf Habibie, Thareq Kemal Habibie, mengonfirmasi meninggalnya sang ayah.

"Dengan sangat berat, mengucapkan, ayah saya Bacharudin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 RI, meninggal dunia jam 18.03 WIB," ujar Thareq di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Thareq mengatakan, sang ayah meninggal dunia karena sudah berusia tua sehingga sejumlah organ dalam tubuhnya mengalami degenerasi. Salah satunya adalah jantung. Jenazah Habibie akan dikebumikan di samping makam istrinya, Ainun Habibie.