Unjuk Rasa JSI dan Forkompemnus Tuntut Veronica Dipulangkan ke Indonesia

Unjuk Rasa JSI dan Forkompemnus Tuntut Veronica Dipulangkan ke Indonesia

LADUNI.ID, Surabaya - Jaringan Satu Indonesia (JSI) dan Forum Komunikasi Pemuda Nusantara (Forkompemnus) menggelar unjuk rasa di depan kantor Konsulat Jendral Australia Surabaya di Jl. Dr. Ir. Soekarno No. 198 Klampis Ngasem, Kec. Sukolilo Kota Surabaya Jawa Timur (Jatim).

Aksi unjuk rasa JSI dan Forkompemnus pada Jumat, tanggal 13 September 2019, sekitar pukul 13.00 wib menuntut dipulangkan Veronica ke Indonesia.

Nampak aksi unjuk rasa itu di ikuti sekitar 110 orang anggota dari organisasi Forkompemnus dan organisasi JSI di koordinatori, Yuventus.

Dalam aksi tersebut, massa menyatakan bahwa Konjen Australia yang ada di Surabaya harus terlibat dan memperjuangkan kepulangan Veronica ke Indonesia. Karena Veronica sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jatim.

Massa unjuk rasa juga menyebut bahwa Veronica hanya mencari panggung di dunia internasional dengan memanfaatkan isu-isu HAM, khususnya Papua. Isu tersebut kemudian dilemparkan kepada publik dan banyak mengandung ujaran kebencian.

Veronica yang mengaku sebagai aktivis HAM, tetapi dalam pernyataan dan langkah-langkah yang di lakukan bukan untuk meredam permasalahan, tetapi justru semakin memperkeruh suasana. Dan dia adalah salah satu aktor penyulut kerusuhan di Papua. Dia mengadu domba masyarakat antar daerah dengan tingkah dia terutama di media sosial.

Massa unjuk rassa Forkompemnus dan JSI juga menyatakan bahwa di Indonesia tidak mempunyai persoalan yang begitu heboh seperti di media sosial. Karena ulah Veronica ini, membuat persoalan makin panjang dan menyebabkan perpecahan.

Selanjutnya setelah diterima oleh perwakilan Konsulat Jendral Australia di Surabaya, massa memberikan beberapa berkas tuntutan kepada Konjen Australia di Surabaya yaitu :

1. Mendesak Konsulat Jenderal Australia di Surabaya untuk menyampaikan aspirasi kami kepada pemerintah Australia untuk segera memulangkan Veronica Koman yang sekarang berada di Australia.

2. Konsulat Jendral Australia harus mengambil sikap tegas terkait kasus pelanggaran hukum Veronika Koman.

3. Mendesak Interpol untuk membantu menangkap Veronica Koman yang telah ditetapkan sebagai tersangka, dan menyerahkannya Kepada Kepolisian Republik Indonesia.

4. Veronika Koman harus segera kembali ke Indonesia dan mengikuti proses hukum di Indonesia.

5. Mendesak kapolda untuk menangkap dan menjalankan penegakan hukum terhadap pelaku hoax.

(Hadi)