Operasi Patuh Seligi Polresta Barelang Berhasil Menindak 2.977 Pengendara Motor dan Mobil

Operasi Patuh Seligi Polresta Barelang Berhasil Menindak 2.977 Pengendara Motor dan Mobil

LADUNI.ID, Barelang - Operasi Patuh Seligi yang digelar selama 14 hari mulai dari tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019 di wilayah hukum Polresta Barelang Kepulauan Riau telah berhasil menilang sejumlah pengendara motor dan mobil.

Menurut Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, selama pelaksanaan Opera pihaknya telah menindak sebanyak 2,469 pengendara motor ditilang polisi, dan 510 pengendara mobil.

“Jumlah tersebut meningkat 117 persen dibanding tahun lalu. Jika dilihat dari segi usia, kebanyakan yang melakukan pelanggaran di dominasi usia 26 hingga 30 tahun,” ucap Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, yang didampingi oleh Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol I Putu Bayu Pati dan Wakasatlantas Polresta Barelang, AKP Kartijo kepada wartawan di Loby Utama Polresta Barelang, Kamis kemarin.

Prasetyo mengungkapkan, pengendara yang paling banyak melakukan pelanggaran dan penilangan adalah sepeda motor sebanyak 2,181 pengendara. Sedangakan mobil penumpang 233 kali, mobil bus 4 kali dan mobil barang 51 kali.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, untuk jumlah lakalantas apabila dibandingkan 2018 lalu dengan tahun 2019, saat operasi patuh seligi menurun 43 persen.

"Pada 2018 lalu ada 23 kejadian, sedangkan 2019 ini hanya 13 kejadian. Jadi, penurunan lakalantas sebesar 43 persen dari tahun kemarin,” terang dia.

Dia juga mengungkapkan,  korban lakalantas meninggal dunia tahun 2018 ada empat orang dan tahun 2019 hanya satu orang penurunan 75 persen. Luka berat tahun 2018 ada enam orang, pada tahun 2019 ada empat orang bertambah penurunan 33 persen.

“Luka ringan ganti turun 46%, dari 28 orang menjadi 15 orang pada tahun 2019 ini, kerugian materi 68% mengurangi penurunan tahun 2018 Rp. 40.000.000 dan Rp. 12.900.000 pada tahun 2019,” jelas dia.

Selain itu kata dia menuturkan, pada tahun 2019 ini sebelum dilaksanakannya Operasi Patuh Seligi, Polresta Barelang melaksanakan beberapa inovasi terlebih dahulu, diantaranya yaitu melakukan sosialisasi kepada anak-anak sekolah SMA sederajat, kemudian melakukan sosialisasi di radio, instansi pemerintah dan TNI Polri.

“Dalam operasi patuh ini kita fokusnya 20 persen adalah teguran, 20 persen preventif dan 60 persen adalah penindakan. Pelangaran yang banyak itu adalah tidak membawa surat-surat kendaraan,” beber dia.

Dia menambahkan, dalam Operasi Patuh Seligi 2019, Satlantas Polresta Barelang melakukan kegiatan pembayaran langsung di lokasi.

“Inovasi selanjutnya Satlantas, dengan menggandeng Samsat keliling ke lokasi,” imbuh dia.

Terkait Operasi Patuh Seligi 2019, Sebelumnya Satlantas telah menggandeng para tokoh agama untuk memberikan nasehat tentang etika berlalu lintas menurut agama. Seiring dengan itu Satlantas Polresta Barelang juga telah memasang spanduk himbauan di berbagai titik yang rawan. (*)