Wisata Religi dan Bertawassul di Makam Mbah Priok

Wisata Religi dan Bertawassul di Makam Mbah Priok

Sekilas Sejarah

Mbah Priok lahir di Palembang. Namun Mbah Priok atau Habib Hasan bin Muhammad Al-Hadad adalah keturunan Arab yang berasal dari Hadramaut Yaman yang terletak di pantai selatan semenanjung Arab.

Antara Palembang dan Hadramaut memang ada latar belakang sejarahnya. Menurut penelitian Van den Berg, sebelum abad ke-19, masuknya orang-orang Hadramaut sebagian besar melalui Aceh sebagai pintu pertama, namun akhirnya lebih memilih menetap di pelabuhan berikutnya, yaitu Palembang.

Sebabnya, karena umumnya ulama Hadramaut akhirnya berhasil mendapat tempat yang baik di Kesultanan Palembang. Jalinan baik antara kesultanan dengan para ulama, habib dan wali asal Hadramaut di Yaman, akhirnya membina ikatan batin yang kuat antara Palembang dan Hadramaut.

Habib Hasan disertai para pengikutnya kemudian berlayar ke Jawa tahun 1756 untuk menyebarkan dakwah Islam, dalam perjalanannya, perahu layar Habib Hasan lalu dibom oleh Belanda. Bom itu meleset, tapi kemudian ombak besar menggulung kapal yang ditumpangi sang Habib. Akibat ombak besar, perahu tersebut tenggelam, mengakibatkan wafatnya Habib Hasan bin Muhammad Al-Hadad yang dijuluki Mbah Priok. Nama lengkapnya Al Imam Al`Arif Billah Sayyidina Al Habib Hasan bin Muhammad Al Haddad RA.Jasadnya kemudian ditemukan penduduk. Di samping jasadnya ditemukan periuk nasi. Setelah dimakamkan, periuk nasi itu serta dayung perahu kemudian diletakkan di makamnya, sekaligus sebagai nisan yang menandai makamnya.

Mitos berbau mistik yang dihubungkan dengan periuk nasi itu, kemudian berkembang menjadi kisah turun temurun.

Misalnya periuk nasi itu seakan mengeluarkan cahaya, atau nampak seakan-akan membesar, dan mitos lainnya. Mitos tentang periuk ini begitu melekat, sehingga penduduk menamakannya Mbah Priok. Terilhami dari kata periuk nasi. Dari kata ini, daerah di sekitarnya kemudian dinamakan Tanjung Priok.

Di balik segala mitos itu, yang tidak dilupakan masyarakat, yaitu Habib Hasan bin Muhammad Al-Hadad atau Mbah Priok kemudian dihormati sebagai tokoh yang gugur karena tujuan mulia, yaitu ingin menyiarkan dakwah kebenaran dan kebaikan melalui Islam.


 

Lokasi Wisata Ziarah

Makam Mbah Priok kawasan Koja, dekat dengan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara. Jl. Jampea No.6, RW.1, Koja, Tj. Priok, Kota Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

 Makam Mbah Priok menjadi salah satu makam yang ramai dikunjungi. Makam yang terletak di daerah Koja, Jakarta Utara ini memiliki dua bagian, depan dan belakang, dengan luas mencapai 3,4 hektar. Sarana di makam ini cukup lengkap, mulai dari kamar mandi/toilet, tempat ziarah yang luas dan bersih, tempat wudlu dan masjid yang dekat serta area parkir yang cukup luas. Dan tentu saja peziarah bisa mencari warung makan dengan mudah

 

yang Sudah Mengunjungi Wisata Religi dan Bertawassul di Makam Mbah Priok