Peluang Buka Usaha, ETDC Sumenep Gelar Pelatihan Tata Rias

Peluang Buka Usaha, ETDC Sumenep Gelar Pelatihan Tata Rias

LADUNI.id, Sumenep - Peluang bisnis usaha berupa Tata Rias, sangat besar. Sehingga tidak heran, jika ratusan pemuda bertalenta penuh semangat mengikuti Pembinaan dan Pelatihan Tata Rias 2019 yang dilaksanakan Entrepreneuship Training and Development Centre (ETDC) Sumenep, di rumah produksi Wirausaha Muda Sumenep.

Program itu, merupakan Salah satu Program yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep ini, banyak diminati masyarakat terutama kalangan muda karena peluang bisnisnya cukup potensial. Bahkan, alumni WMS banyak yang telah memiliki usaha sendiri semisal roti kue, komputer, batik dan lain lain yang mampu bersaing di pasaran. 

Salah satu pendamping Tata Rias, Kang Mas Jhody mengatakan, materi yang diberikan adalah materi teknis tentang detail make up wajah yang halus. Dengan dua pilihan karakter rias. Yang pertama adalah gaya pengantin sanggul solo. 

"Karakter tersebut, dipilih karena memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Karena memiliki perpaduan budaya dan karakter yang sangat banyak diminati saat ini," terangnya. 

Menurut dia, yang kedua adalah materi hijab, materi ini dijadikan sebagai materi tambahan, karena saat ini, hijab sudah menjadi trend dikalangan kaum milineal.

Sementara, Menurut Vera Bani, pemateri tata rias menjelaskan, hal penting dari make over itu sendiri adalah tentang bagaimana menggunakan imajanisi yang kuat. 

"Selain untuk memberikan hasil yang baik. Sekaligus agar memiliki nilai artistik tanpa mengabaikan nuansa estetika, adat dan nilai budaya," terangnya.

Sementara itu, alah satu peserta pelatihan Tata Rias, Mufrihah. Ia terlihat serius dan semangat mengikuti praktek make up. Ia berobsesi membuka usaha. Meski saat ini ia sedang hamil 7 bulan, ia tetap semangat hadir setiap hari ke tempat pelatihan meski sangat jauh.

"Salah satu obsesi saya masuk di sini, karena ingin berguru. Sebab sebelumnya memang tidak pernah berguru tentang tata rias. Harapan saya, ilmu yang didapat bermanfaat dan bisa dikembangkan," terang perempuan Desa Karduluk Kecamatan Pragaan itu. 

Dia mengatakan, selama ini memang banyak bergelut dengan dunia seni. Ketertarikan pada keterampilan tata rias sudah dimulai sebelum ikut pelatihan. Bahkan ia pernah diminta adiknya untuk make up acara haflah. 

Namun, karena keterbatasan kemampuan di bidang tata rias, sehingga waktu itu hanya mengandalkan belajar pada Youtube. “Terus sama orangtua didukung, karena selain saya suka seni, sudah punya bekal keterampilan bikin asesoris sendiri,” cerita alumni Instika Guluk-Guluk itu. (*)