Bantu Tim Satgas Karhutla Tangani Kebakaran, Banser: Pantang Pulang Sebelum Padam

Bantu Tim Satgas Karhutla Tangani Kebakaran, Banser: Pantang Pulang Sebelum Padam

Foto: Banser sedang membantu Tim Satgas Karhutla memadamkan api dilahan gambut.

LADUNI.ID, Siak - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Siak, KH M Thoyib Firdaus menyebutkan NU dan badan otonom NU membantu Tim Satuan Tugas (satgas), TNI, Polri dan  Manggala Agni (MA) memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Pelalawan, Riau.

Menurut Kiai Thoyib, tak kurang dari 150 anggota Barisan Anshor Serbaguna (Banser) Satkoryon Kerinci Kanan, Kabupaten Siak telah diterjunkan membantu Tim Satgas Karhutla dalam menangani kebakaran.

"Sudah lebih sebulan bencana asap terjadi. Kebetulan di Siak tidak ada titik api, itu makanya Anshor dan Banser kita terjunkan ke Pelalawan membantu TNI dan Polri memadamkan api," ujar Kiai Thoyib kepada laduni.id, Minggu (22/9/19).

Lebih lanjut, Kiai Thoyib menuturkan, 150 orang anggota Banser dibagi dalam empat tim. Selanjutnya, terang Kiai Thoyib, mereka bergabung dengan pasukan TNI, Polri dan MA yang sudah satu bulan lebih berjibaku memadamkan api yang membakar ratusan hektar lahan milik masyarakat.

Terkait kebakaran tersebut, Ia pun mengungkapkan, Tim Satgas Karhutla mengalami kesusahan dalam mencari sumber air, karena, kata dia, kondisi kanal-kanal yang mengering. Dia pun mengatakan hal itu menjadi tantangan tersendiri dalam memadamkan api di lahan gambut.

"Memadamkan satu titik saja membutuhkan pasokan air yang banyak, mengingat tipikal gambut, padam di atas, tapi membara di bawah," jelas dia.

"Kondisi di lapangan memang sulit, apalagi sumber airnya juga jauh.  Makanya kami jadi paham kenapa satu titik saja butuh waktu berbulan-bulan untuk memadamkan," terang Kiai Thoyib menambahkan.

Terpisah, sementara, Satkorcab Banser Kabupaten Siak, Toni Yufida mengungkapkan anggotanya telah ditempatkan disejumlah lokasi karhutla untuk membantu Tim Satgas Karhutla. 

Ia menegaskan, Banser akan bantu Tim Satgas Karhutla sampai kebakaran itu padam. Bahkan ia menyatakan pihaknya pantang meninggalkan lokasi karhutla sebelum padam.

"Mekanismenya nanti menggunakan pola sift.  Ya tetap.  Sampai padam. Pokoknya kami pantang pulang sebelum padam," tandas Toni. 

Diketahui sekitar 20 hektar lahan semak belukar dan tanaman kelapa sawit terbakar di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. (*)