Safari Ziarah dan Bertawassul di Makam KH. R As'ad Syamsul Arifin Situbondo

Safari Ziarah dan Bertawassul di Makam KH. R As'ad Syamsul Arifin Situbondo

Sekilas Sejarah

 KH.R As'ad Syamsul Arifin adalah ulama besar, cerdas, berilmu tinggi, dan sangat disegani karena ketawadhuannya.  Dalam darahnya  KH.R As'ad Syamsul Arifin masih keturunan Sunan Ampel dari Ibunya, dan Sunan Kudus dari Ayahnya. KH. R. As'ad Syamsul Arifin lahir pada tahun 1897 di Mekkah.

Pada usia enam tahun, Kyai As'ad dibawa orang tuanya pulang ke Pamekasan dan tinggal di Pondok Pesantren Kembang Kuning, Pamekasan, Madura. Sedangkan adiknya, Abdurrahman, yang masih berusia empat tahun dititipkan kepada Nyai Salhah, saudara sepupu ibunya yang masih bermukim di Mekkah.

Setelah lima tahun tinggal di Pamekasan, Kyai As'ad muda diajak ayahnya untuk pindah ke Asembagus, Situbondo, yang pada saat itu masih berupa hutan belantara yang terkenal angker dan dihuni oleh banyak binatang buas dan makhluk halus. Kyai As'ad diajak ayahnya pindah ke pulau Jawa untuk menyebarkan agama Islam di sana.

Ketik abeliau beranjak remaja, ia dikirim ayahnya untuk belajar di Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan, sebuah pesantren tua yang didirikan oleh KH. Itsbat Hasan pada tahun 1785 Di Pondok Pesantren tersebut, Kyai As'ad diasuh oleh KH. Abdul Majid dan KH. Abdul Hamid, keturunan dari KH. Itsbat.

Setelah tiga tahun belajar di Pesantren Banyuanyar (1910-1913), ia kemudian dikirimkan ayahnya ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan melanjutkan belajarnya di sana. Di Mekkah, ia masuk ke Madrasah Al-Shaulatiyah, sebuah madrasah yang sebagian besar murid dan guru-gurunya berasal dari al-Jawi (Melayu). Ia belajar ilmu-ilmu keislaman kepada ulama-ulama terkenal, baik yang berasal dari al-Jawi (Melayu) maupun dari Timur Tengah.

Pada tahun 1908, setelah pindah ke Situbondo, Kyai As'ad dan ayahnya beserta para santri yang ikut datang dari Madura membabat alas (menebang hutan) di Dusun Sukorejo untuk didirikan pesantren dan perkampungan. Pemilihan tempat tersebut atas saran dua ulama terkemuka asal Semarang, Habib Hasan Musawa dan Kyai Asadullah.

Usaha Kyai As'ad dan ayahnya tersebut akhirnya terwujud. Sebuah pesantren kecil yang hanya terdiri dari beberapa gubuk kecil, mushala, dan asrama santri yang saat itu masih dihuni beberapa orang saja.

Sejak tahun 1914, pesantren tersebut berkembang bersamaan dengan datangnya para santri dari berbagai daerah sekitar. Pesantren tersebutlah yang akhirnya dikenal dengan nama Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah.
 

 
Makam KHR AS'AD SYAMSUL ARIFIN. Terletak dibelakang masjid agung pondok pesantren Salafiyah Safi'iyah Sukorejo Situbondo.

 

 

yang Sudah Mengunjungi Safari Ziarah dan Bertawassul di Makam KH. R As'ad Syamsul Arifin Situbondo

 

Tags