Terungkap, Inilah Kronologis dan Penyebab Motivator Tampar Siswa Hingga Diringkus Polisi

Terungkap, Inilah Kronologis dan Penyebab Motivator Tampar Siswa Hingga Diringkus Polisi

LADUNI.id, Malang - Video penamparan motivator kepada para siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang Jawa Timur, terus viral. Meski pelaku telah meminta maaf, tetapi harus masuk penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. 

Menyedihkan, Dunia pendidikan kembali tercoreng dengan ulah tak pantas yang dilakukan seorang motivator kepada sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang, Jawa Timur. 

Kronologisnya, Para siswa sedang mengikuti kegiatan seminar motivasi dalam berwirausaha di Aula Sekolah. Kegiatan tersebut digelar oleh lembaga untuk memotivasi siswa berwirausaha. Berdasarkan keterangan saksi korban, ada 10 siswa yang ditampar. 

Salah satu siswa SMK Muhammadiyah Malang, Arafi menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika para siswa yang mengikuti kegiatan seminar motivasi dalam berwirausaha menertawakan  tulisan pada slide milik motivator pada kata goblog, berakhiran huruf G, harusnya berakhiran huruk K.

"Karena tidak ada yang mengaku siapa yang menertawakan, maka sang motivator meminta para siswa di barisan depan untuk maju dan terjadilah penamparan," katanya. 

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Malang mengatakan, bahwa motivator yang melakukan penamparan tersebut baru pertama kali di undang ke sekolah. Tujuannya adalah agar siswa mempunyai mental wirausaha. 

"Namun, sangat disayangkan kegiatan pemberian motivasi tersebut diwarnai penamparan terhadap para siswa jurusan tehnik informatika komputer," terangnya. 

Kabar terakhir, pihak motivator atas nama Agus telah meminta ma'af. Tetapi, petugas kepolisian tetap berusaha mengejarnya. 

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander mengatakan, terus berusaha menangkap pelaku. Hasilnya, pelaku atau motivator Agus sudah diamankan di Bandara juanda surabaya, pelaku kooperatif.

"Selanjutnya, pelaku di bawa ke Malang untum proses penyidikan. Pelaku terancam undang-undang perlindungan anak, hukuman minimal 5 tahun penjara," terangnya. (*)