1 Milyar Sholawat Nariyah di Malam Puncak Hari Santri

1 Milyar Sholawat Nariyah di Malam Puncak Hari Santri

LADUNI.ID. JAKARTA – Salah satu kegiatan rutin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada peringatan hari santri nasional pada 22 Oktober adalah menggelar pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah. Pembacaan sholawat untuk mensyukuri nikmat dan meminta keberkahan Indonesia. Demikian dikatakan Ketua Panitia acara, H Misbahul Munir kepada pers di Jakarta, Jum’at (18/10)

Pembacaan Sholawat nariyah akan dilaksanakan pada Senin (21/10) malam usai ibadah solat Isya, atau sekitar pukul 19.30 WIB di Masjid Raya KH. Hasyim As’ari, Daan Mogot, Jakarta Barat. Direncanakan jutaan nahdliyin Jakarta dan sekitarnya akan menghadiri malam syukuran tersebut. Begitu juga para alim ulama tokoh NU diantaranya, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siraj, jajaran pengurus PBNU, dari tanfidziyah sampai syuriah, pejabat negara, Gubernur DKI Anis Baswedan serta duta besar dari berbagai negara.   

Di jelaskan Misbahul Munir, bahwa pembacaan sholawat 1 miliar mengartikan jumlah secara keseluruhan Sholawat Nariyah. Pembacaan sholawat 1 miliar pada malam puncak hari santri akan dilakukan secara serentak oleh seluruh pengurus NU di semua tingkatan di seluruh Indoenesia.

"Dalam Hari Santri ini PBNU akan melaksanakan kegiatan pembacaan 1 miliar Sholawat Nariyah yang akan dibacakan oleh seluruh warga NU di seluruh Indonesia, bahkan juga akan dilaksanakan oleh pengurus cabang NU yang ada di luar negeri," ujarnya

Misbahul mengatakan pembacaan 1 miliar Sholawat Nariyah ini sudah menjadi tradisi tiap hari santri nasional. Dengan alasan utamanya adalah meminta keberkahan dan kedamaian untuk bangsa dan negara.

"Tujuan dari ada kegiatan ini adalah tentu pertama mengharapkan berkah sekaligus memohon kepada Allah, berharap tentu agar bangsa ini selamat dari berbagai bencana, dan sekiranya Indonesia hidup damai dan menjadi negara yang penuh keberkahan dari Allah," ujarnya.

Alasan lainnya yaitu juga untuk mendoakan pahlawan negara yang telah gugur. Misbahul mengatakan tradisi doa ini sekaligus untuk mengajak generasi penerus bangsa agar tak lupa akan jasa pahlawan.

"Kita punya tradisi mendoakan orang yang sudah wafat. Sehingga, hubungan antara yang hidup dan yang wakaf terus dibangun dengan tradisi kirim doa, jadi agar kita tidak melupakan jasa mereka," pungkasnya. (hud)

 
 

Tags