Amerika Serikat: Jumlah Tawanan Simpatisan ISIS yang Hengkang Tak Banyak

Amerika Serikat: Jumlah Tawanan Simpatisan ISIS yang Hengkang Tak Banyak

LADUNI.ID, Dalam sebuah berita, Amerika Serikat mengklaim jumlah tahanan simpatisan ISIS yang dilaporkan kabur dari sejumlah kamp Kurdi di utara Suriah tidak lah banyak.

Seorang pejabat senior AS yang tak ingin diungkap identitasnya kepada AFP pada Rabu (16/10) mengatakan "Kami belum melihat adanya pelarian besar sejauh ini dari para tahanan (ISIS),".

Disamping itu, sumber tersebut mengatakan ada sekitar 50-150 perempuan dan anak-anak keluarga milisi ISIS telah melarikan diri dari kamp penahanan pasukan Kurdi sejak Turki menyerang utara Suriah pekan lalu.

Menurut berita yang dialnsir situs CNN Indonesia, Pejabat AS tersebut mengaku pihaknya tidak mampu melacak kemana para tahanan itu kabur. Ia juga tak bisa memastikan apakah para tawanan ISIS itu masih berada di utara Suriah atau telah keluar dari wilayah itu.

"Kami tidak tahu kemana mereka pergi. Itu salah satu peristiwa penting. Kami tidak memiliki kemampuan yang sama untuk memantau situasi ini," kata pejabat itu.

Berdasarkan pengakuannya, kapasitas AS berkurang di Suriah setelah Presiden Donald Trump menarik sebagian pasukan dari negara itu.

Pejabat tersebut juga mamaparkan Wakil Presiden AS Mike Pence akan pergi ke Ankara, Turki, dalam 24 jam untuk membujuk Presiden Reccep Tayyip Erdogan untuk melakukan gencatan senjata di utara Suriah.

Penjelasan itu diutarakan pejabat AS menyusul laporan bahwa serangan Turki ke wilayah pemberontak Kurdi di utara Suriah telah menyebabkan sedikitnya 800 tahanan milisi dan keluarga ISIS kabur.

Menurut pernyataan kelompok Kurdi, ratusan tahanan ISIS itu kabur akibat serangan militer Turki di dekat salah satu kamp penahanan yakni kamp Ain Issa.

Sedangkan Kurdi menuturkan, sejak kejatuhan ISIS di Irak dan Suriah tahun lalu, ribuan anggota kelompok teroris tersebut ditahan di kamp Ain Issa.

Sementara itu, pernyataan pejabat AS tersebut bertentangan dengan komentar Menteri Pertahanan AS Mark Esper yang mengecam keras invasi Turki ke utara Suriah. 

Dia mengatakan serangan Turki itu "mengakibatkan banyak tahanan ISIS berbahaya kabur."

Akan tetapi, dalam kesempatan terpisah, Erdogan berjanji tak akan membiarkan satu pun pejuang ISIS kabur keluar Suriah menyusul invasi Turki untuk menyerang pemberontak Kurdi.