Saat Tengku Zulkarnain Dipatahkan Timur Suprabana Soal Pelantikan Presiden

Saat Tengku Zulkarnain Dipatahkan Timur Suprabana Soal Pelantikan Presiden

LADUNI.ID, Jakarta - Pelantikan presiden yang dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2019 kemarin bertepatan pada hari Minggu, yakni  hari libur. Karena bertepatan dengan hari libur, Tengku Zulkarnain berkomentar yang disampaikan melalui akun twitternya, @ustadtengkuzul.

“Apakah ada pelantikan Pejabat dilakukan di Hari Libur? Pelantikan Kepala Sekolah, Kepala Dinas, Kepala Rumah Sakit, Lurah, Camat, Walikota, Bupati, Gubernur, Ketua DPR/MPR dll. Semua Dilantik pada Hari Kerja, Selama 74 tahun ini. Wajar jika banyak pihak HERAN. Jangan antikritik,” tulis Tengku Zulkarnain melalui akun twitternya, Ahad (20/10).

Komentar dari Zulkarnain tersebut dipatahkan oleh budayawan Timur Suprabana. Menurut Timur, sapaan akrab Timur Suprabana, komentar Zulkarnain tentang pelantikan presiden yang bertepatan dengan hari libur, adalah pamer kegoblokan.

“Sekarang hari libur, kamu jangan tidak libur PAMER GOBLOK, Nak @ustadtengkuzul! PELANTIKAN presiden dan wakil presiden HASIL PILPRES SELALU Dilakukan tanggal 20 OKTOBER. Kebetulan saja 20 Oktober ini PAS HARI LIBUR! Pa?Ham!?” HARI MINGGU KOK YA MASIH PAMER GOBLOK! Gemes aku…!,” tulis Timur Suprabana melalui akun twitternya, @timursuprabana.

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Permusyawarahan Rakyat (MPR) Ahmad Basarah memberikan penjelasan mengenai alasan pemilihan tanggal 20 sebagai hari pelantikan walaupun bertepatan pada hari Minggu.

Ahmad Basarah menyebut tanggal dan waktu merupakan pilihan dari MPR dengan berbagai pertimbangan."Nah tanggal 20 Oktober pukul 14.30 adalah tanggal dan jam yang sudah dipilih oleh MPR," ucap Ahamd Basarah, Jumat (18/10).

Sedangkan untuk pemilihan tanggal, Ahmad Basarah menjelaskan alasan pemilihan tanggal tersebut. "Nah kenapa tanggal 20, karena sejak awal reformasi Republik Indonesia itu dilantik setiap tanggal 20," ucap Ahamd Basarah.

Sehingga pelantikan pada tanggal 20 sudah menjadi tradisi yang dilakukan semenjak reformasi. Karena itulah, pelantikan tetap dilakukan pada hari Minggu walau pada akhirnya jam pelantikan pun harus diundur.