Wamenlu: Kebutuhan Domestik Pasar Terbesar Sawit

 
Wamenlu: Kebutuhan Domestik Pasar Terbesar Sawit

LADUNI.ID | Bali,

Distribusi hasil sawit terus gencar dilakukan di pasar domestik maupun internasional. Membuat industri sawit mengklasifikasikan negara-negara yang mengonsumsi berbagai hasil produk kelapa sawit. 

Seperti dipaparkan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, H. E. Mahendra Siregar saat menjadi salah satu pembicara dalam Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) Nusa Dua, Bali hari Kamis (31/10)

“Pasar terbesar produksi sawit dunia adalah Indonsia karena mengonsumsi 25 juta ton, kedua India dengan kisaran 10 juta ton, dan seterusnya. Jadi kalau dilihat yang harus diutamankan adalah kebutuhan dalam negeri dengan berbagai variasi kebutuhan. Karena apabila dihitung, 5 sampai dengan 10 tahun kedepan mayoritas hasil sawit akan dipakai di dalam negeri, 30% dikonsumsi dalam negeri dan sisanya akan di ekspor. Jika ada turunan dari sawit maka dapat diekspor juga,” demikian jelasnya.

Lalu masih menurut Mahendra Siregar, di samping tentunya Indonesia sebagai pasar utama sawit, Pelaku industri sawit juga melakukan pendekatan ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan beberapa Negara Asia Selatan seperi India, Pakistan, dan Banglades.

Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi suntikan yang sama-sama menguntungkan perdagangan baik untuk investor, logistik dan turunan dari hasil produksi sawit. Adanya distrubsi diharapkan memberikan banyak kesepakatan secara bilateral dengan basis saling menguntungkan.

"Maka industri sawit, investor, pemerintah dan stakeholder harus siap terhadap berbagai dampak dari distrubsi," katanya saat jumpa pers dengan para awak media yang meliput kegiatan tahunan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)  itu.

Reportase: (Imri/Dad)