Muktamar ke-34 Ditetapkan, LP Ma’arif NU Program Galang Koin

Muktamar ke-34 Ditetapkan, LP Ma’arif NU Program Galang Koin

LADUNI.ID, Jakarta - Pelaksana Muktamar NU ke-34 sudah ditetapkan. Pertemuan gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, Senin (4/11/2019), telah memutuskan bahwa perhelatan akbar itu akan di gelar pada tanggal 22-27 Oktober 2020 mendatang di Provinsi Lampung.

Pertemuan tersebut juga menetapkan terpilihnya Katib ‘Aam PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, sebagai Ketua Komite Pengarah (SC). Beliau akan berduet dengan H. Robikin Emhas sebagai Ketua Panitia (OC) untuk menyukseskan Muktamar tersebut.

Sebagai ormas terbesar di republik ini, banyak desakan dari kalangan internal NU agar pembiayaan pelaksanaan Muktamar NU berasal dari partisipasi warga nahdliyyin secara lebih massif, yang salah satunya, melalui Program Koin NU.

Hal itu dimaksudkan, selain untuk menguatkan tanggung jawab kepemimpinan NU, juga untuk memastikan kemandirian dan independisi NU dalam memikul tanggung jawab keagamaan dan kebangsaan. Lebih dari itu, partisipasi pembiayaan ini akan  meningkatkan sense of belonging warga nahdliyyin terhadap ormas terbesar tersebut.

Sebagai salah satu lembaga di bawah naungan PBNU, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, yang menaungi 21 ribu lebih satuan pendidikan, mendukung penuh penggalangan dana melalui program Koin NU untuk kesuksesan Muktamar.

Untuk itu, ketua LP. Ma’arif NU, KH. Z. Arifin Junaidi, langsung dengan sigap menindaklanjutinya melalui surat resmi, NO. 502/PP/SU/LPM-NU/XI/2019 perihal Gerakan Koin Muktamar NU Ke-34 Tahun 2020. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh jajaran pengurus dan satuan pendidikan di lingkungan LP. Ma’arif NU agar melakukan penggalangan dana untuk Muktamar. Gerakan Koin Muktamar di lingkungan LP. Ma’arif NU dilaksanakan hingga tanggal 31 Desember 2019.

Dengan Gerakan Koin Muktamar tersebut akan memastikan bahwa Muktamar NU yang ke-34 akan berjalan sesuai marwah sebagaimana dicita-citakan oleh para muassis NU. Ormas ini akan terus tumbuh dan berkembang sebagai kekuatan penyeimbang yang senantiasa kritis terhadap penguasa.