Lintas Religi dan Bertawassul di Makam KH Nawawi Shiddiq Purworejo

Lintas Religi dan Bertawassul di Makam KH Nawawi Shiddiq Purworejo

Sekilas Biografi

KH Nawawi Shiddiq adalah seorang Ulama kharismatik sebagai panutan thariqoh atau tarekat dari Berjan Purworejo, adalah pengasuh Pesantren An-Nawawi ( dulunya pesantrenMiftahul Huda berubah nama Raudlotut Thullab) Purworejo, sebagai seorang Guru Mursyid TQN , turut berjasa atau sebagai Salah Satu Pendiri Wadah Thariqoh NU yakni Jam'iyyah Ahli Thariqoh Al- Mu' tabaroh An- Nahdliyyah (JATMAN) , bahkan KH.Nawawi dipercaya menjadi Mudir atau Ketua Idaroh Wustho JATMAN Jawa Tengah.

KH. Nawawi Lahir pada hari Selasa Kliwon , 10 Januari 1916, Beliau KH. Nawawi kalau dirunut Silsilah atau garis Nasab beliau masih keturunan Sultan Agung Prabu Hanyokrokusomo ( Raden Mas Djatmiko) dari Salah satu Putranya ke 6 yakni Sinuhun Sayyid Tegal Arum atau Sultan Amangkurat Agung yang dimakamkan di daerah Tegal , Adapun putra putri Sultan Agung Prabu Hanyokrokusomo.

KH. Nawawi hidup dan dibesarkan dalam lingkungan Pondok Pesantren. Beberapa Pondok Pesantren tempat beliau menuntut ilmu : Pondok Pesantren Kauman Grabag, Magelang (K. Rohmat), Pondok Pesantren Lasem, Rembang, Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Pondok Pesantren Jampes, Kediri, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, Pondok Pesantren Tremas, Pacitan, dan Pondok Pesantren Darussalam Watucongol, Magelang.

Disamping meneruskan Pondok Pesantren yang diwariskan ayahandanya, semasa hidupnya KH. Nawawi juga tidak pernah absen dalam kancah perjuangan bangsa, baik sebelum maupun setelah diproklamirkannya kemerdekaan. Sebelum kemerdekaan beliau dikenal sebagai komandan Laskar Hizbullah Purworejo, dan setelah kemerdekaan beliau dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan keagamaan antara lain :

  1. Rois Syuriyah NU Cabang Kabupaten Purworejo.
  2. Sebagai Ketua Tanfidziyah NU Cabang Kabupaten Purworejo.
  3. Sebagai Ketua MUI Pertama Kabupaten Purworejo.
  4. Sebagai Pengurus Pusat Thoriqoh Qodiriyyah wan Naqsyabandiyyah.
  5. Anggota Dewan Penyantun Majlis MUI Idonesia Jawa Tengah.
  6. Ketua Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh Indonesia Jawa Tengah.
  7. Penasehat Legiun Veteran RI Kabupaten Purworejo.
  8. Penasehat HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) Kab. Purworejo.
  9. Ketua I Panitia Kongres I Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh Indonesia Jawa Tengah di Tegalrejo, Magelang.
  10. Mudir Tsani Idaroh ‘Aliyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN Pusat).
  11. Wakil Rektor I Perguruan Tinggi Islam Imam Puro (PTII) Purworejo (sekarang STAINU).

KH Nawawi wafat pada hari Ahad Pahing , tanggal 4 Syawal 1982 sekitar jam 23.00 WIB. dan di makamkan di komplek Makam Keluarga Tjokro Negoro (Bupati I Purworejo) atau biasa dikenal Makam Bulus, Desa Bulus, Gebang, Purworejo , pada waktu Upacara Pemakaman doa pemberangkatan dipimpin oleh KH. Nadzir Kebarongan Banyumas dengan diamini oleh KH. Achmad Abdul Haq Dalhar ( Mbah Mad ) Watucongol Magelang, KH. Mustholih Badawi Kesugihan Cilacap dan para muazziyin, muazziyat yang hadir.

Lokasi Makam

Makam KH Nawawi berada dalam komplek Makam Keluarga Tjokro Negoro (Bupati I Purworejo) atau biasa dikenal Makam Bulus. Komplek makam ini salah satu bangunan bersejarah yang hingga kini masih dijaga kelestarian. Di komplek makam ini pula disemayamkan Trah Berjan An Nawawi diantaranya ayahanda Kiai Nawawi yaitu KH. Shiddiq dan kakeknya KH. Zarkasyi yang merupakan Pendiri Ponpes An Nawawi Berjan yang dahulu bernama Ponpes Miftahul Huda.
 

 

 

yang Sudah Mengunjungi Lintas Religi dan Bertawassul di Makam KH Nawawi Shiddiq Purworejo