Konsultasi Psikologi: Lega kalau Luka

Konsultasi Psikologi: Lega kalau Luka

Assalamu’alaikum

Saya ingin menanyakan tentang kondisi teman saya, Pak. Teman kuliah saya ini perempuan. Dia bercerita bahwa dirinya sering melukai dirinya sendiri, seperti menyayat kulit tangan atau membentur-benturkan kepala ke tembok sampai berdarah. Perilaku itu biasanya muncul kalau dia punya masalah. Saya ingin bertanya, dia kenapa ya Pak? Apa yang mesti dilakukan kalau melihat teman sedang seperti itu?

Wassalamu’alaikumsalam

Jawaban:

Assalamu’alaikum wr.wb.

Sebelumnya, terima kasih Anda sudah berbagi dengan kami di sini. Apa yang dialami oleh teman Anda termasuk dalam perilaku beresiko tapi bukan suatu gangguan mental. Perilaku seperti itu biasa disebut dengan Non Suicidal Self Injury (NSSI). NSSI memang biasa dialami oleh remaja dan muncul pertama kali rata-rata pada usia 13-14 tahun atau 18-19 tahun. Usia di mana mereka sedang mengalami transisi dalam pendidikan. Kelompok pertama dalam masa perpindahan dari SMP menuju SMA dan yang kedua sedang transisi dari SMA ke bangku kuliah. Namun demikian, tidak menutup kemungkingan NSSI dialami oleh usia yang lebih tua.

Perilaku yang sering dilakukan di antaranya menyayat kulit, menyundut dengan rokok, membentur-benturkan kepala atau memukul-mukul bagian dada dengan keras. Namun demikian NSSI bukanlah perilaku yang mengarah untuk bunuh diri. Walaupun begitu, kita tetap harus waspada dengan perilaku yang dimunculkan tersebut, karena itu membahayakan bagi dirinya.

NSSI jangan dianggap sebagai hal sepele. Jangan beranggapan bahwa perilakunya adalah upaya mencari perhatian. Penyebab NSSI bisa bermacam-macam. Ada yang mungkin karena stres, atau adanya perasaan hampa/kesepian atau merasa rendah diri atau sebagai bentuk upaya penghukuman diri atas ketidakberuntungan yang dialaminya dan sebagainya.

Penanganan individu dengan NSSI ini sangat tergantung dengan penyebab utamanya. Namun demikian, hal utama yang harus dilakukan adalah menerima dirinya tanpa syarat dan kesediaan kita untuk membantunya. Bagi mereka yang stres, bantu mereka dengan cara-cara mengurangi stres (misalnya menceritakan masalahnya dengan teman, orang tua atau guru, atau melakukan rileksasi atau kegiatan lain yang bisa mengurangi beban emosi lainnya). Bagi mereka yang melakukan NSSI sebagai cara mereka mengkomunikasikan rasa sakit yang dialaminya, bantu mereka untuk melakukan cara-cara mengkomunikasikan emosinya dengan tepat. Mereka yang bertujuan untuk menghukum dirinya dengan melakukan NSSI, ajarkan tentang pentingnya memaafkan diri sendiri dan berusaha untuk menerima segala kekurangannya.

Mungkin itu sedikit yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Terima kasih atas perhatian dan kunjungannya.

Wassalamu’alaiuk wr wb

Salam hormat

Dr. Muhammad Fakhrurrozi, M.Psi. Psi
(Dosen Universitas Gunadarma - innozzi@yahoo.com)