Peringati Hari Disabilitas Dunia, LBM PBNU Bahas Masalah Hukum Disabilitas Mental

 
Peringati Hari Disabilitas Dunia, LBM PBNU Bahas Masalah Hukum Disabilitas Mental

LADUNI.ID, Jakarta - Jika sebelumnya lebih banyak berfokus pada pembahasan diasbilitas fisik, maka kali ini, Najib Hasan selaku Ketua Lembaga Bahtsul Masail PBNU menegaskan bahwa akan serius membahas terkait disabilitas mental.

“Acara siang hari ini adalah untuk mentashawwuri persoalan yang lebih menuntaskan masalah-masalah disabilitas mental.” Ujarnya pada acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional Dan Bahtsul Masail Yang Bertajuk “Masalah Hukum Disabilitas Mental” yang dilaksanakan di Gedung PBNU, Lt. 8, Jakarta Pusat pada Senin, 3/12/2019.

Secara hakikat manusia diciptakan untuk saling mengenal satu sama lain, maka menurut ketua pbnu Prof. H. Maksum Mahfoedz, penanganan disabilitas harus benar-benar optimal.

“Ini tidak bisa dibiarkan, Maka harus proteksi, prediksi, sampai rehabilitasi.” Ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar jangan sampai mengabaikan orang-orang yang menyandang disabilitas, karena menurutnya sikap tersebut merupkan bagian dari mendustakan agama.

“Bahwa mengabaikan disabilitas mental merupakan bagian yukdzzibu biddiin.” Tegasnya.

Ia pun berharap agar ketika berdakwah, tidak boleh mengkafirkan pihak lain.

“Karena Allah lah yang berhak untuk memberikan hidayahnya kepada mereka.” Tuturnya.

KH Ishomuddin atau yang kerap disapa Gus Ishom mendukung agar pembahasan disabilitas mental ini dibawa ke Munas Alim Ulama pada Maret mendatang.

“Dan saya kira ini akan bagus apabila menjadi salah satu bahan kajian di musyawarah alim ulama di Rembang pada Maret 2020.” Katanya.

Di akhir ia pun berharap agar tiba saatnya muktamar nanti, hasil kajian tersebut sudah tersusun menjadi sebuah buku.

“Dan saya berharap agar sudah menjadi buku yang sudah tercetak pada saat muktamar nanti.” Ungkapnya.