Berwisata Rohani di Makam Sunan Pandanaran Klaten

Berwisata Rohani di Makam Sunan Pandanaran Klaten

Kabupaten Klaten merupakan salah satu Kab. di Jawa Tengah yang memiliki banyak destinasi wisata, terutama wisata air dan wisata sejarah. Di Klaten ada banyak sekali obyek wisata salah satunya wisata ziarah di Makam Sunan Pandanaran  yang berada di wilayah kabupaten Klaten. Keberadaannya cukup terkenal oleh para peziarah karena dalam sejarahnya merupakan wali penyebar agama Islam di tanah Jawa pada zaman Kerajaan Demak dan murid Sunan Kalijaga.

Kompleks Makam Sunan Pandanaran menempati sebuah bukit dengan makam umum di bagian dasar hingga anak tangga kemudian kompleks makam utama berada di puncak bukit.

Makam Sunan Pandanaran atau biasa dikenal dengan sebutan Sunan Bayat (Tembayat) ini terletak di kelurahan Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Makam ini konon dibangun sejak 1526 Masehi.

Sejarah
Ada banyak versi cerita tentang Sunan Pandanaran, yang sering pula di sebut sebagai Ki Ageng Pandanaran. Salah satu versi cerita yang banyak dipercaya masyarakat bahwa beliau ini adalah bupati Semarang generasi kedua, putera dari bupati pertama Semarang yang bernama Harya Madya Pandan. Nama aslinya adalah Pangeran Mangkubumi, dan karena kemudian tinggal di Bayat, meninggal dan dimakamkan disana maka sering pula dipanggil sebagai Sunan Tembayat.

Di Semarang, ada pula makam Sunan Pandanaran. Letaknya tak jauh dari Jl. Pandanaran, sebuah ruas jalan sentra oleh-oleh khas Semarang yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Apakah Sunan Pandanaran yang dimakamkan di Semarang ini orang yang berbeda dengan Sunan pandanaran yang dimakamkan di Bayat? Sebuah versi cerita yang paling masuk akal menerangkah bahwa: makam di Semarang tersebut sesungguhnya adalah makam Harya Madya Pandan (Sunan Pandanaran I), beliau ini adalah ayahanda dari Sunan Tembayat (Sunan Pandanaran II).

Lokasi Makam
Untuk menuju lokasi ke kompleks makam ini sangatlah mudah. Kabupaten Klaten terletak di tengah antara Yogyakarta dan Solo. Jika dari arah kota Yogyakarta, di Pertigaan Bendogantungan sebelum masuk kota Klaten belok kanan menuju arah ke Kecamatan Wedi dan Bayat. Dari Jl. Yogya – Solo tersebut jarak ke Bayat sekitar 10 km. Demikian pula bila berkendara dari arah kota Solo, setelah melewati kota Klaten, setelah melewati RSUP Soeradji Tirtonegoro Klaten akan segera menemukan pertigaan Bendogantungan, silahkan belok kiri.
Retribusi tiket:

  • Tiket Masuk : Rp 1.000,-/orang
  • Parkir Motor : Rp 3.000,-
  • Parkir Mobil : Rp 5.000,-
  • Parkir Bus : Rp 10.000,-
  • Kotak Amal/Sumbangan : *seikhlasnya*

Kompleks makam Sunan Pandanaran di Bayat terletak di perbukitan Jabalkat (sekitar 860 mdpl). Untuk mencapai lokasi makam kita harus mendaki ratusan anak tangga yang cukup melelahkan dari lokasi tempat parkir kendaraan. Namun jika anda tak ingin ber-capek-ria jalan kaki mendaki tangga, ada jasa ojek yang akan siap mengantar sampai ke atas dengan melewati jalan melingkar di sisi timur bukit jabalkat, melewati jalan di tengah perkampungan penduduk. Di atas bukit Jabalkat terdapat kompleks pemakaman, dan sebuah masjid tua yang sampai sekarang masih berfungsi dan digunakan untuk beribadah sholat para peziarah.

Kompleks makam Sunan Tembayat terdiri dari 6 halaman yang dipisahkan dengan tembok keliling dan dihubungkan dengan pintu masuk khusus. Tempat makam Sunan Pandanaran terletak di sebuah cungkup atau bangunan tertutup yang cukup besar, terletak pada halaman terakhir yang merupakan lokasi paling tinggi. Bangunan-bangunan kuno monumental yang terdapat di kompleks makam ini antara lain:

  1. Gapura Segara Muncar, berbentuk candi bentar terletak di kaki bukit. Ada sebuah kalimat sengkalan (kalimat pengingat waktu) yang tertulis di sana yaitu: Murti Sarira jleging ratu. yang diartikan sebagai angka tahun 1448 Saka (1526 Masehi)
  2. Gapura Dhudha, berbentuk candi bentar. Disebut dhudha (duda) konon karena saat ditemukan tinggal bagian kiri saja.
  3. Gapura Pangrantunan, berbentuk paduraksa tanpa pintu.
  4. Gapura Panemut, berbentuk candi bentar.
  5. Gapura Pamuncar, berbentuk candi bentar.
  6. Gapura Bale Kencur, berbentuk paduraksa berdaun pintu.
  7. Bangunan-bangunan makam keluarga dan pengikut Sunan Pandanaran


  8. Dua buah padasan (tempat untuk bersuci/wudlu) yang disebut kyai Naga
  9. Bangunan cungkup makam Sunan Pandanaran.

10. Masjid Makam Bayat

 

Kuliner Khas dan Oleh-oleh

1.
Nasi Tumpang Lethok

Bagi Anda yang lagi liburan di Klaten, Jawa Tengah tidak afdol kalau belum mencoba kuliner khas Klaten yang satu ini yaitu Nasi Tumpang Lethok. Sajian khas asal Klaten, Jawa Tengah ini berisi nasi putih, sayuran, telur rebus dan disiram dengan kuah sambal yang terbuat dari campuran tempe, cabai, santan dan bumbu-bumbu yang membuat sajian ini terasa sedap.

Dari sekian jenis menu yang ditawarkan, yang menjadi menu andalan di warung tersebut adalah Nasi Tumpang Lethok Istimewa. Menu ini disajikan lengkap dengan koyor (suwiran daging sapi), telur rebus, krecek dan kurapan gudangan daun kates (daun pepaya), bayam, nangka muda serta daun jeruk.

Di Kabupaten Klaten banyak yang menjajakan kuliner satu ini, tapi yang paling terkenal adalah Nasi Tumpang Lethok Mbak Riyanti yang berada di Jl Mayor Kusmanto, Kelurahan Semangkak, Kecamatan Klaten Tengah.


2. Sop Ayam Pecok Klaten
Sop ayam pecok Klaten dengan cita rasanya begitu gurih? Sop Ayam Pak Min menjadi kuliner primadona di setiap sudut kota Klaten. Jadi nggak heran kalau Pak Min sudah memiliki cabang di berbagai kota besar di Indonesia. Ada berbagai macam jenis sop ayam yang ditawarkan seperti sop ayam campur dan pisah mulai bagian kulit, daging, hingga kepala ayam.

Berbeda dengan soto pada umumnya, sop ayam pecok ini tidak menggunakan bumbu jahe dan santan. Sop ayam pecok asli Klaten menggunakan ayam kampung sebagai kaldunya, dengan kuahnya yang begitu bening. Sop ayam ini juga sangat enak dinikmati dengan ditemani lauk pauk yang tersedia seperti tempe, tahu, dan perkedel.


3.  Soto Bebek dan Bebek Bacem
Soto bebek ini bisa  dijumpai di daerah Karanglo, Gondang, Klaten. Di sepanjang jalan raya Jogja-Solo ini, bakalan  temui deretan warung soto bebek. Salah satu warung soto bebek yang paling terkenal, enak, dan legendaris adalah milik Bu Siswo yang sudah berdiri sejak 1953.

Warung Bu Siswo lokasinya tak jauh dari pabrik gula Gondang Winangun. Selain soto bebek, menu andalan lain di tempat makan ini adalah bebek bacem. Konon kabarnya warung inilah yang pertama kali memperkenalkan kuliner bebek bacem di Klaten.

Bebek bacem ini disajikan dengan bacem goreng dan bacem yang dibakar.


4. Ayam Panggang Klaten
Ada beberapa ayam panggang yang terkenal dan legendaris di Klaten yang bisa disambangi diantaranya  Ny. Anggraini di Jl.Rajawali No.113 dan Toko Florida di Jl.Pemuda No. 61.

Ayam panggang khas Klaten Jawa Tengah ini memiliki yang gurih dan manis. Bumbu yang areh digunakan terbuat dari berbagai rempah-rempah Jawa dan santan. Ayam panggang ini dimasak dengan cara diungkep sehingga benar-benar khas banget.

Dengan ditemani nasi putih masih panas dan sambal pedas, membuat ayam panggang ini begitu nikmat di lidah.

 

yang Sudah Mengunjungi Berwisata Rohani di Makam Sunan Pandanaran Klaten

  • Desty Anara Desty Anara