Laduni - Layanan Digital untuk Nahdliyin NU

Ringan Riuh

 

Kematian Tradisi

Sore sejuk tanpa hujan, setelah memandikan Zafer anak keduaku, saya menyempatkan membaca cerpen di halaman hiburan harian Kompas. Cerpen itu berjudul "Mitoni Terakhir".

Membenci NU

 Mengapa membenci? Itu lebih merupakan pertanyaan filsafat ketimbang psikologi. Tak pernah ada penjelasan yang mudah untuk setiap kasusnya. Bahkan lebih sering yang didaku sebagai penjelasan sesungguhnya hanyalah pembenaran.

Menghias Kebodohan dan Kemiskinan Dengan Kepalsuan

Menjadi orang bodoh sebenarnya bukanlah aib. Sama dengan menjadi orang miskin, menjadi orang bodoh kadangkala adalah bagian dari skenario takdir yang tak terhindarkan meskipun sudah berusaha dihindari. Karena itulah, agama melarang mencela atau meremehkan orang miskin dan orang bodoh. Kalau sudah batas kemampuannya di situ, apa mau dikata?

GusMus dan Kisah Proposal Untuk Pejabat

Abahmu pernah rasan-rasan, kepingin merenovasi langggar”, kata paman saya, Kyai Mustofa Bisri, “tapi sampai meninggalnya belum kesampaian

Bercampur Laki-laki dan Perempuan di Group Whatsapp

Beberapa waktu lalu beredar viral potongan video ceramah seorang ustadz yang berpesan agar kita menghindari grup WA alumni sekolah yang beranggotakan laki-laki dan perempuan, yang bukan mahram tentunya. Ceramah ini juga ditulis dan dimuat oleh sebuah website keislaman. Sebagian besar netisen menanggapi sebaran berita ini dengan nada bercanda dan mencibir.