08 Mar 2020 · 6.953 dibaca · Ilmu Teknologi
Laduni.ID, Jakarta - Dalam muamalah diatur, bahwa untuk menghindari kerugian bagi kedua belah pihak, antara pembeli dan penjual, maka para ulama mensyaratkan adanya transaksi yang jelas. Misalnya ada ijab-qabul seperti pernyataan "Saya jual dan saya beli". Praktik ini dilakukan pada zaman dahulu. Namun sekarang praktik transaksi jual-beli mengalami banyak perubahan seiring dengan kemajuan tekhnologi. Saat ini, transaksi jual-beli bisa menggunakan uang elektronik dan dilakukan secara online.
Pada dasarnya, kalau transaksi jual-beli ini dilakukan secara kinayah/sindiran dan belum mengarah secara pasti redaksi jual-beli, maka diharuskan ada niat.
Jual-beli yang dilakukan secara online masuk dalam kategori kinayah namun tetap sah. Berikut pendapat ulama Syafi'iyah yang dikutip dalam salah satu keputusan Bahtsul Masail PWNU Jatim:
(ﻗَﻮْﻟُﻪُ: ﻭَاﻟْﻜِﺘَﺎﺑَﺔُ ﺇﻟَﺦْ) ﻭَﻣِﺜْﻠُﻬَﺎ ﺧَﺒَﺮُ اﻟﺴِّﻠْﻚِ اَﻟْﻤُﺤْﺪِﺙِ ﻓِﻲ ﻫَﺬِﻩِ اﻷْﺯْﻣِﻨَﺔِ ﻓَﺎﻟْﻌَﻘْﺪُ ﺑِﻪِ ﻛِﻨَﺎﻳَﺔٌ ﻓِﻴﻤَﺎ ﻳَﻈْﻬَﺮُ
"Jual beli melalui tul
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+