03 Jun 2020 · 4.658 dibaca · Manfaat & Keutamaan Doa
Laduni.ID, Jakarta - Dulu di zaman Nabi SAW sudah ada wabah penyakit yang menular. Semua selesai dengan doa Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Selanjutnya dikisahkan, bahwa berbeda dengan yang terjadi di masa Sayidina Umar menjadi Khalifah, saat itu seakan cara pandangnnya tidak hanya bertumpu pada doa sepenuhnya, tapi disertai ikhtiar atau usaha. Hal ini bisa dilihat dalam riwayat Imam Bukhari mengenai kisah ketika Sayidina Umar ditanya oleh Abu Ubaidah bin Jarrah saat beliau tidak jadi berangkat ke Negeri Syam yang mengalami penyakit Thaun.
ﺃَﻓِﺮَاﺭًا ﻣِﻦْ ﻗَﺪَﺭِ اﻟﻠَّﻪِ؟
"Apakah engkau lari dari takdir Allah?"
ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻋُﻤَﺮُ: ﻧَﻌَﻢْ ﻧﻔﺮ ﻣِﻦْ ﻗَﺪَﺭِ اﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻟَﻰ ﻗَﺪَﺭِ اﻟﻠَّﻪِ
"Umar berkata, 'Ya, kami lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain.'"
Dalam konteks kehidupan yang kita hadapi pun demikian adanya. Kita menggunakan keduanya, ada porsi untuk ikhtiar dan juga doa. Memang
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+