DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
MUQODDIMAH IMAM MUSLIM Karya Abul Hasan Muslim bin Hajjaj bin Muslim bin Warad bin Kausyaz Al Qusyairi An Naisaburi (lahir tahun 206 H dan wafat tahun 261 H di Naisabur). Yang lebih dikenal sebagai Imam Muslim.
Al Qusyairi di sini merupakan nisbah terhadap nasab (silsilah keturunan) dan An Naisaburi merupakan nisbah terhadap tempat kelahiran beliau, yaitu kota Naisabur, bagian dari Persia yang sekarang menjadi bagian dari negara Rusia. Tentang Al Qusyairi, seorang pakar sejarah, ‘Izzuddin Ibnu Atsir, dalam kitab Al Lubab Fi Tahzibil Ansab (37/3) berkata: “Al Qusyairi adalah nisbah terhadap keturunan Qusyair bin Ka’ab bin Rabi’ah bin ‘Amir bin Sha’sha’ah, yang merupakan sebuah kabilah besar. Banyak para ulama yang menisbatkan diri padanya”.
Muqoddimah ini merupakan pengantar dalam memahami kitab Shahih Muslim yang merupakan Kumpulan Akhbar dari Rosulullah SAW dalam sunnah agama dan hukum hukumnya. Didalam muqoddimah tertulis kutipan kutipan penting yang menjelaskan gambaran isi dari kitab shahih muslim seperti isi dari sunnah agama dan hukumnya yang didalmnya terdapat Ats Tsawab, At Taghrib, Al Iqob, At Targhib da At Tarhib.
Beberapa Bab Muqoddimah:
Bab 1 : Wajibnya meriwayatkan dari tsiqat
Dan ia merupakan atsar yang masyhur dari Rasulullah saw, “Barangsiapa menceritakan hadits dariku, yang mana riwayat itu diduga adalah kebohongan, maka dia (perawi) adalah salah satu dari para pembohong tersebut. “Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Syu’bah dari al Hakam dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Samurah bin Jundab. (dalam riwayat lain disebutkan) dan juga telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Syu’bah dan Sufyan dari Habib dari Maimun bin Abu Syabib dari al-Mughirah bin Syu’bah keduanya berkata, “Rasulullah saw bersabda tentang hal tersebut.”
Bab 2 : Teguran keras untuk dusta atas nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam
Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Ghundar dari Syu’bah (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al Mutsanna dan Ibnu Basysyar keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Manshur dari Rib’i bin Hirasy bahwasanya dia mendengar Ali berkhuthbah, dia berkata, “Rasulullah saw bersabda: “Janganlah kalian berdusta atas namaku, karena siapa yang berdusta atas namaku niscaya dia masuk neraka.”
Bab 3: Larangan menceritakan semua yang didengar
Bab 4: Larangan untuk meriwayatkan dari orang-orang lemah dan berhati-hati dalam menyampaikannya.
Demikian penjelasan singkat tentang Kitab Muqoddimah Imam Muslim, yang kami bagikan.
Semoga apa yang sudah dibagikan dan sampaikan bisa bermanfaat.
IDENTITAS KITAB:
Judul Kitab : MUQODDIMAH IMAM MUSLIM (PDF)
Tebal : 1461 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat Kitab
MUTAMMIMAH JURUMIYAH karya Syamsuddin Muhammad bin Muhammad bin Abdurrahman bin Husain Ar Rainy yang masyhur dengan sebutan Al Hattob. Beliau merupakan seorang ulama yang menetap di Maghrib (Maroko saat ini). Hanya saja, beliau dilahirkan di kota Makkah Mukarromah. Tepatnya beliau dilahirkan pada tanggal 18 Ramadhan tahun 902 H, wafat di Maghrib (Maroko) pada tahun 954 H .
Mutammimah Jurumiyah kitab pelengkap dari kitab Al Ajurumiyah karya Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad As Sonhaji. Kitab ini sangat cocok untuk di baca dan dipelajari bagi para penuntut ilmu yang telah menyelasaikan kitab al Ajurumiyah. Dengan harapan wawasan ilmu tata bahasa terkhusus ilmu nahwu yang ia miliki bisa bertambah menjadi lebih lengkap. Sebab banyak bab-bab dan permasalahan baru yang tidak di bahas di al Ajurumiyah tertuang dalam kitab Mutammimah ini, semisal bab Isytighol, al Asmaa’ al ‘Aamilah ‘Amalal Fi’li dan lain - lain.
Mutammimah sendiri dalam bahasa arab memiliki arti “penyempurna”, karena itu memang kitab ini ditulis oleh Al Hattab untuk menyempurnakan matan Jurumiyah. Beliau menambahkan beberapa bab atau bahasan yang luput dari penjelasan Ibnu Ajurum dalam jurumiyah.
Al Hattab menambahkan bahasan seperti bab ‘adad, bab kaada, dan beberapa bab lainnya yang tidak di bahas dalam Jurumiyah. Selain itu, secara tartib pembahasan antara jurumiyah dan Mutammimah Jurumiyah juga berbeda.
Jadi memang lebih tepat jika kitab ini bukanlah sebuah syarah atas jurumiyah, akan tetapi merupakan penyempurna dan pelengkap dari kitab Jurumiyah. Hal ini bisa Anda buktikan dengan membandingkan Mutammimah Jurumiyah dengan kitab-kitab syarah dari jurumiyah. Umumnya kitab-kitab syarah tersebut mengikuti alur bahasan dari kitab pokok yang diajarkan tersebut.
beberapa ulama yang membuat syarah terhadap Mutammimah Jurumiyah. Diantara syarah-syarah tersebut antara lain:
* Kawakib Durriyah karangan Syaikh Muhammmad Al Ahdal
* An Nahwu Al Mustatob Suual wa Jawab wa I’rob karangan Syaikh Aburrahman Al Ahdal
* Ad Durarul Bahiyyah Syarh Mutammimah Jurumiyah karangan Syaikh Ahmad bin Tsabit Al Washobi
Dan beberapa yang lainnya.
Demikian penjelasan singkat tentang Kitab Mutammimah Jurumiyah, yang kami bagikan.
Semoga apa yang sudah dibagikan dan sampaikan bisa bermanfaat.
IDENTITAS KITAB:
Judul Kitab : MUTAMMIMAH AL AJURUMIYAH (PDF)
Tebal : 135 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat KitabNADZOM MAQSUD kategori ilmu shorof (perubahan kata).
Di tulis dalam bentuk syair atau nadzam karangan Syaikh Ahmad bin Abdurrahim at Thahthawi.
Dalam kitab ini memuat sekitar 113 syair. Isinya membahas mengenai perubahan bentuk kata atau kalimat di dalam bahasa Arab.
Pada bab pertama, Pengarang membahas tentang Fi’il Tsulatsiy, yaitu fiil yang ditambahkan padanya beberapa huruf. Bisa, satu huruf, dua huruf, tiga huruf, atau lebih. Misalnya, fa'ala (tiga huruf, yaitu huruf fa, ain, dan la). Kata fa'ala dapat berubah menjadi fa' 'ala (tasydid huruf ain), infa'ala, atau istaf'ala.
Bab selanjutnya, Pengarang juga membahas tentang bab Ruba’i ‘ala al-Mujarradi wa al-Mulhaqi bih atau bab Ruba'i Mujarrad. Kemudian, bab tsulatsi majid, mashdar wa ma yustaqqu minhu, serta fasal tentang Fi Hay`at al-Fi'li al-Madli, fasal fi Abniyatin al-Mudlari' al ma'lum wa al-majhul, tashrif shahih, lalu ditutup dengan fasal fil fawa'id.
Dari keterangan syair-syair maqshud ini, dapatlah di ketahui bahwa nama-nama fiil dalam tata bahasa Arab meliputi, fiil madli, fiil mudlari', fiil amar, fiil nahy, fiil madli majhul, dan fiil mudlari' majhul. Fiil mudlari' majhul, biasanya dicontohkan dengan kata yuf'alu atau yuf'ilu (dilakukan, diperbuat). Kata tersebut merupakan contoh pekerjaan telah lampau, namun masih di lakukan sampai saat ini.
Umumnya, bagi santri yang sudah paham ilmu sharaf atau tahsrifan yang di pelajari dari kitab al-Amtsilah al-Tashrifiyah, tidaklah sulit untuk membahas atau mempelajari syair-syair dalam Nazam Maqshud ini.
IDENTITAS KITAB:
Judul Kitab : NADZOM MAQSUD (PDF)
Tebal : 7 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat Kitab
Musonnif menuliskan naskah kitab secara sistematis, sesuai dengan urutan lima sila Pancasila dimulai sila pertama “ketuhanan yang maha esa” hingga sila kelima “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kitab ini ditulis tanggal 1 Muharam 1406 H atau 5 Oktober 1985 M, beliau menarasikannya dalam bentuk nadzam dengan tulisan arab pegon.
Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia tercinta, keberadaannya memiliki peran penting dalam mempersatukan bangsa dan negara. Subtansi pancasila yang terdiri dari lima sila ini mampu mewakili suara hati warga negara meskipun dengan perbedaan suku, budaya bahkan kepercayaan. Dalam islam pancasila tidak sedikitpun bertentangan dengan agama, dasar negara yang didirikan para ulama dan nasionalis terdahulu dianggap sudah sangat adil dan merata.
Mengenai Sila Pertama atau Ketuhanan Yang Maha Esa, penulis kitab menyampaikan dalil Al-Quran berupa surat Al-Ikhlash yang menyatakan bahwa Allah Maha Tunggal dan tidak pernah punya keturunan, tidak ada yang menyerupai-Nya dan umat Islam tidak boleh berbuat syirik dari-Nya.
Untuk Sila ke-Dua atau kemanusiaan yang adil dan beradab, nadzam yang ditulis dalam kitab yang mempunyai ketebalan 8 halaman ini menyampaikan dalil tentang pentingnya saling menyayangi dan saling membantu dalam kebaikan kepada sesama manusia, apalagi kepada sesama umat Islam serta melarang umat untuk saling memusuhi.
Dalam membahas Sila ke-Tiga, kitab yang ditulis di Purwakarta, Jawa Barat itu menerangkan tentang pentingnya sebuah persatuan sebab perpecahan akan mendatangkan bahaya bagi masyarakat Indonesia dan puncaknya adalah negara akan runtuh, sebagaimana ditulis:
Penulis kemudian menyampaikan bahwa orang suka sikut-menyikut orang lain adalah teman iblis sebab iblis menghendaki umat saling bertengkar dan keridlaan Allah Swt bisa diraih dengan berjamaah, sebaliknya dengan pecah belah akan membawa lemah dan hancur.
Selanjutnya dalam membahas Sila ke-Empat, penulis menyampaikan tentang pentingnya mengamalkan ajaran musyawarah dalam berbagai urusan terlebih lagi urusan yang berkenaan dengan kerakyatan. Dengan bermusyawarah umat akan selamat dari salah.
Sila ke-Lima, penulis menyampaikan tentang keadilan sosial apalagi kepada kaum fakir dan miskin, sehingga semuanya akan merasakan subur makmur dan yang terpenting adalah tidak lupa untuk bersyukur. Berikutnya, penulis menegaskan bahwa jika Pancasila diamalkan secara nyata maka Indonesia akan menjadi negara yang makmur sentosa dan jauh dari huru-hara. Dengan dasar Pancasila ini umat Islam Indonesia bisa hidup leluasa dalam melaksanakan dakwah dan ibadah syariat Islam.
Di beberapa bait awal nadzam, penulis kitab mengajak umat Islam untuk taat kepada Allah, Rasulullah dan kepada pemerintah selama tidak bertentangan dengan syariat Islam, serta tidak boleh membantah Pancasila sebab sudah sesuai dengan Al-Quran dan Hadits. Umat Islam Indonesia sudah semestinya tidak perlu mempermasalahkan Pancasila sebagai Dasar Negara, sebab isi atau substansinya memuat nilai-nilai ajaran Islam. Mengenai hal ini, salah seorang ulama Sunda yang tidak disebutkan namanya menulis sebuah kitab beraksara arab pegon dengan judul; Nadzam Pancasila, Ieu Nadzam Nyarioskeun Dasar Nagara Indonesia Anu Henteu Bertentangan sareng Qur`an Hadits (Kitab Ini Membahas Dasar Negara Indonesia yang tidak bertentangan dengan Al-Quran Hadits).
Baik, itu tadi sekilas resensi dari kitab NADZAM PANCASILA, yang bisa kami bagikan. Semoga apa yang sudah dibagikan dan sampaikan bisa bermanfaat, dan kita bisa mengambil pelajaran darinya.
IDENTITAS KITAB:
Judul Kitab : NADZAM PANCASILA (PDF)
Tebal : 9 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat KitabKarya Al ‘Alamah Sayyid Syarif Radhi. kitab yang berisi kompilasi khotbah, surat, dan ucapan-ucapan Imam Ali bin Abi Thalib AS yang penuh makna dan hikmah.
Sayyidina Ali bin Abi Thalib AS adalah kholifah kempat yang merupakan sahabat sekaligus menantu Rosulullah SAW. Beliau mendapatkan julukan Babul ‘Ilmi dari Rosul karena kecerdasannya. Kecerdasan beliau bisa dilihat dari banyak hal, mulai dari pemilihan kata katanya dalam berbicara, keputusannya dan banyak hal lainnya. Para ulama terdahulu mendokumentasikan perkataan perkataan beliau yang indah bagai Mutiara dalam sebuah kitab yang berjudul Nahjul Balaghoh.
Secara garis besar Kitab terdiri atas tiga bagian pokok :
Pertama, kumpulan khutbah atau pidato Syyadina Ali
Kedua, surat surat yang beliau tulis
Ketiga, kata kata Mutiara.
Semua merupakan kata kata pilihan dari Sayyidina Ali AS yang dapat memotivai masyarakat agar mendekat kepada Allah. Kitab ini sangat popular dan menyebar luas ke suluruh dunia, kitab ini telah diterjemahkan kedalam 18 bahasa termasuk Indonesia.
Khotbah-khotbah Imam Ali AS dinilai dan dihormati sedemikian tingginya di dunia Islam, sehingga hanya dalam waktu seabad setelah wafatnya, khotbah-khotbah itu telah diajarkan dan dibacakan sebagai kata terakhir di dalam Filsafat Tauhid, sebagai ceramah-ceramah bagi pembangunan watak, sebagai sumber inspirasi yang luhur, sebagai khotbah-khotbah meyakinkan ke arah taqwa, sebagai mercu penunjuk ke arah kebenaran dan keadilan, sebagai karya pujian yang menakjubkan tentang Nabi Muhammad SAW dan Al-Qur’an al-Karim, sebagai pembicaraan yang meyakinkan tentang nilai-nilai spiritual Islam, sebagai diskusi-diskusi yang menakjubkan tentang sifat-sifat Tuhan, sebagai karya utama kesusastraan, dan sebagai model seni retorika dan keterampilan berbahasa.
Terimakasih telah membaca Kitab NAHJUL BALAGHOH, di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.
Aamiin ya rabbal 'aalamiin
IDENTITAS KITAB:
Karya : Al ‘Alamah Sayyid Syarif Radhi
Judul Kitab : NAHJUL BALAGHOH (PDF)
Tebal : 918 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat Kitab
NASHOIHUD DINIYYAH Kitab karangan Al-habib Abdullah bin Alawi al-Haddad yang juga dikenal penyusun Rotibul Haddad.
Beliau dilahirkan di Tarim, Yaman,tepatnya Malam senin, tanggal 5 Bulan Shaffar Tahun 1044 H. Ayah bernama Sayyid Alawi bin Muhammad al-Haddad (seorang yang Shalih, bertaqwa).
Dan salah satu kitab karya beliau yang banyak dipelajari di dunia pesantren adalah Nashoihud Diniyah, berikut ini ulasannya.
Nashoihud Diniyah merupakan kitab yang berisi tentang nasehat agama dan wasiat-waiat keimanan, serta tuntunan hidup, hikmah dan petuah bijak.
Nama lengkap dari kitab ini adalah an-Nashoih ad-Diniyyah wal-washaya al-Imaniyah (Nasehat-nasehat agama dan wasiat-wasiat keimanan). Di dalamnya menerangkan perkara-perkara yang wajib diketahui oleh seorang muslim, misalnya yang berkaitan dengan aqidah (keyakinan) dan hukum, keluhuran budi pekertidan ahlaq terpuji yang harus kita teladani.
Beliau juga menerangkan tentang kerangka dasar dakwah di jalan Allah dan tata cara menunaikan hak-hak Allah dengan menguatkan penerangannya berdalilkan firman firman Allah ta‟ala, sabda Nabi saw, dan pendapat para imam dan alim ulama‟, yang dirasa tidak pantas seorang muslim mengabaikannya, dan yang bahkan seorang alim, juru dakwah, guru ataupun murid senantiasa memerlukannya.
A. Amar Ma'ruf Nahi Munkar
1. Jihad
2. Kehutamaan Jihad
3. Adab Seorang Pejuang
B. Pembahasan Tentang Kekuasaan dan hak-hak Orang Lain
1. Kewajiban bagi seorang pemimpin
2. Kewajiban bagi seorang Hakim
3. Kewajiban memperhatikan anak yatim
4. Hak-hak kedua orang tua
5. Hak seorang anak
6. Menyambung tali kerabat
7. Hak Istri dan keluarga
8. Keuatmaan menikah
9. Berbuat baik kepada hamba sahaya dan tetangga
10. Berbuat baik terhadap teman, sahabat dan kerabat
11. Hak seorang muslim terhadap lainnya
C. Mencari Makanan Halal
1. Wara'
2. Adab seorang pedagang
3. Pengharaman riba
4. Pengharaman minuman keras
5. Menjaga hati dan anggota tubuh
6. Bahaya Lisan
7. Menjaga kemaluan
8. Menjaga hati
9. Penyakit hati
10. Sombong
11. Riya'
12. Sifat dengki
13. Cinta DUnia
14. Cinta ketenaran dan harta
15. Kikir dan pelit
16. Tipudaya
D. Berbagai Perkara Pembawa Keselamatan
1. Taubat
2. Harapan dan cemas
3. Bersabar
4. Syukur
5. Zukud
6. Bertawakkal kepada Allah swt
7. Cinta karena Allah swt
8. Ridha atas segala ketetapan Allah swt
9. Keikhlasan
10. Bersungguh-sungguh kepada Allah swt, muraqabah dan bertafakkur
11. Angan-angan pendek
E. Mengenai Aqidah Ahlussunnah Wal jamaah
Penutup
Demikian penjelasan singkat tentang Kitab NASHOIHUD DINIYYAH, yang kami bagikan.
Semoga apa yang sudah dibagikan dan sampaikan bisa bermanfaat.
IDENTITAS KITAB:
Judul Kitab : NASHOIHUD DINIYYAH (PDF)
Tebal : 432 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat KitabNURUL YAQIN FI SIROH SAYYIDIL MURSALIN Kitab yang berisi tentang kisah kehidupan Baginda Nabi Muhammad Shallahu ’alaihi Wa Sallam. Kitab ini disusun oleh Syaikh Muhammad Al Khudori. Kitab yang mengkisahkan baginda Rosulullah ini sangat pupuler dan digemari masyarakat muslim di seluruh dunia termasuk Indonesia, kitab ini banyak ditemukana di Lembaga keislaman, terutama pesantren dan madrasah.
Secara umum kitab ini menceritakan perjalanan kehidupan Rosulullah sejak beliau lahir hingga beliau wafat. Seperti kitab sirah Nabawiyyah pada umumnya, sistemika penulisan ditulis secara runtut sesuai dengan kisah kehidupan baginda Nabi sehingga dengan membacanya seakan kita tenggelam dalam kisah Nabi kita tercinta. Keistimewaan kitab ini ialah penulis mampu membahasakan sirah Nabi dengan bahasa yang sederhana dan lugas, selain itu musonnif juga menulis semua kisah Nabi dengan sangat detail,sehingga membuat kitab ini cocok dibaca di semua kalangan.
Kitab ini di pondok-pondok pesantren maupun madrasah-madrasah dijadikan sebagai kitab pegangan untuk mempelajari sirah Nabawiyyah.
Demikian penjelasan singkat tentang Kitab NURUL YAQIN FI SIROH SAYYIDIL MURSALIN, yang kami bagikan. Semoga apa yang sudah dibagikan dan sampaikan bisa bermanfaat.
IDENTITAS KITAB:
Judul Kitab : NURUL YAQIN FI SIROH SAYYIDIL MURSALIN (PDF)
Tebal : 298 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat KitabDalam hal ini para ulama berlomba lomba dalam membuat karangan yang menceritakan kisah keteladanan Nabi Yusuf, seperti yang dilakukan Syaikh Muhammmad Rosyid Abid dalam karangan kitabnya Qisshoh Yusuf fil Qur'an. Nabi Yusuf putra Nabi Ya'qub yang nasabnya tersambung ke Nabi Ibrahim hingga Adam AS . Yaitu Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim 'Alaihi Salla bin Tarakah bin Nahur bin Saruj bin Ra'u bin Falij bin Abir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh 'Alaihis Salam bin Lamak bin Matusyalih bin Idris 'Alaihis Salam bin Yarid bin Mihlail bin Qinan bin Anusy bin Syits bin Adam 'Alaihis Salam. Arti nama Yusuf itu adalah orang yang tampan. Beliau lahir di Syam, ibunya Namanya Rahil, istri kedua dari Nabi Ya'qub AS. Beliau orang yang bijaksana, tampan, bisa menafsirkan mimpi. Beliau orang yang sabar, dan santun. Siasatnya.
Kisah Nabi Yusuf Alaihissalam merupakan salah satu cerita terbaik yang ada sepanjang sejarah manusia. Beliau adalah sosok nabi yang terkenal akan keshalehan dan ketampanannya.
Para ulama menyatakan bahwa kisah Nabi yusuf adalah kisah terbaik yang pernah ada dibuktikan dengan banyaknya ayat Al - Qur’an yang mengkisahkannya.
Kisah Nabi yusuf dicertikan secara lengkap dimulai bagaimana kesabaran beliau ketika dimusuhi para saudaranya, kisah beliau ketika dirayu oleh perempuan bangsawan, kisah beliau ketika ditelantarkan dan dibuang hingga kisah perjalanan kerjaannya. Didalam Al - Qur’an kisah Nabi Yusuf disebut sebanyak 27 kali, 24 kali dalam surat Yusuf dan 2 lainnya disurat Al- Anam dan Al-Ghafir.Kisah Nabi yusuf memiliki keistimewaan tersendiri dibangding kisah lainnya, diantaranya kandungan pelajaran dan hikmahnya yang sangat luar biasa.
Terimakasih telah membaca Kitab QISSHOTU YUSUF ALAIHISSALAM FIL QUR’AN AL-KARIM, di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.
Aamiin ya rabbal 'aalamiin
IDENTITAS KITAB:
Karya : Syaikh Muhammmad Rosyid Abid
Judul Kitab : QISSHOTU YUSUF ALAIHISSALAM FIL QUR’AN AL-KARIM (PDF)
Tebal : 116 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat Kitab
QIYAMU RAMADHAN Kitab karangan Imam Al Hafidz Al Faqih Abu Abdillah Muhammad bin Nashr Al Marwazi.
Kitab ini membahas tentang ibadah Qiyamu Ramadhan. Didalamnya di bahas Qiyamul lail fi Ramadhan dan hukum sholat tarawih termasuk juga hukum hukum yang berkaitan dengannya.
Kitab ini menjadi solusi masyarakat yang sering menanyakan apa yang dimaksud Qiyamul lail fi Ramadhan, apakah itu sholat tahajjud atau mungkin tarawih.
Hukum Qiyamu Ramadhan:
Qiyamu Ramadhan adalah sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan di bulan Ramadhan. Hukumnya sunnah dan tidak wajib. Hal ini dapat dilihat dari hadits Ibnu Abbas yang dikutip di muka dan hadits Aisyah berikut:
عن ابن شهاب قال أخبرني عروة أن عائشة أخبرته أن رسول الله صلى الله عليه وسلم خرج ذات ليلة من جوف الليل فصلى في المسجد فصلى رجال بصلاته فأصبح الناس فتحدثوا فاجتمع أكثر منهم فصلوا معه فأصبح الناس فتحدثوا فكثر أهل المسجد من الليلة الثالثة فخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم فصلوا بصلاته فلما كانت الليلة الرابعة عجز المسجد عن أهله حتى خرج لصلاة الصبح فلما قضى الفجر أقبل على الناس فتشهد ثم قال أما بعد فإنه لم يخف علي مكانكم لكني خشيت أن تفرض عليكم فتعجزوا عنه. (رواه البخاري و المسلم)
Diriwayatkan dari Ibnu Syihab (dikabarkan bahwa) ia berkata: Urwah menyampaikan kepada saya bahwa Aisyah telah memberitakan bahwa Rasulullah saw pada suatu malam (di bulan Ramadhan) berangkat ke masjid dan mendirikan shalat di sana. Kemudian orang banyak mengikuti beliau. Keesokan harinya orang bercerita tentang shalat Rasulullah saw itu sehingga jamaah semakin banyak. Keesokan harinya orang juga bercerita lagi sehingga pada malam keempat jamaah tidak lagi tertampung di masjid itu. Paginya, setelah selesai shalat Subuh, Nabi berkata: amma ba’du. Sesungguhnya aku tahu kemampuan kalian. Akan tetapi aku ragu bila shalat itu diwajibkan atas kalian, dan kalian tidak mengerjakannya (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Demikian penjelasan singkat tentang Kitab Qiyamu Ramadhan, yang kami bagikan. Semoga apa yang sudah dibagikan dan sampaikan bisa bermanfaat.
IDENTITAS KITAB:
Judul Kitab : QIYAMU RAMADHAN (PDF)
Tebal : 183 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat KitabQOWAIDUL I’LAL Kitab karangan Ulama Nusantara yakni Syaikh Mundzir Nadzir.
Kitab ini termasuk dalam kategori kitab ilmu tata bahasa.
Kitab Qowaidul I'lal ini terdiri dari dua suku kata yaitu Qowaid dan I’lal. Qowaid bermakna kaidah kaidah dan I’lal adalah perubahan huruf ilat (wawu, alif, ya). Maka secara sederhana kitab ini adalah kitab yang membahas ilmu tatabahasa arab yang bertujuan untuk mengetahui perubahan asal suatu lafadz. Kitab ini ditulis dengan bahasa yang singkat dan jelas, didalamnya juga disertai dengan bahasa jawa pegon sehingga sangat mudah untuk memahaminya, khususnya masyarakat jawa.
Dalam mempelajari ilmu shorof tidak cukup hanya bermodalkan dengan memahami wazan-wazan fi'il saja. Namun harus juga memahami kaidaah-kaidah dalam I'lal. Sebagaimana dengan arti nama kitab itu sendiri, Qowaid adalah bentuk jamak dari Qoidah yang mempunyai arti dasar, alasan, hukum.
Dalam Qowaidul I'lal ini terdapat 19 qoidah, maka namanya berubah menjadi jamak Qowaidul I'ilal yang artinya kaidah-kaidah didalam berbahasa Arab. Dari kesemuanya tersebut antara lain:
Kaidah 1 صَانَ dan بَاعَ
Kaidah 2 يَبِيْعُ وَ يَقُوْمُ
Kaidah 3 صَائِنٌ , سَئِرٌ , كِسَاءٌ ,بِنَاءٌ
Kaidah 4 مَيْوِتٌ dan مَرْمِيٌّ
Kaidah 5 يَرْمِيْ dan يَغْزُوْ
Kaidah 6 يُزَكِّيْ asalnya يُزَكِّوُ dan يُعَاطِيْ asalnya يُعَاطِوُ
Kaidah 7 Lafadz يَعِدُ asalnya يَوْعِدُ
Kaidah 8 رَضِيَ dan غَازٍ
Kaidah 9 صُنْ" dan "سِرْ
Kaidah 10 مَدَّ asalnya مَدَدَ
Kaidah 11 َآمَن asalnya أَأْمَنَ
Kaidah 12 أَجَابَ asalnya أَجْوَبَ
Kaidah 13 تَعَاطِيًا dan Lafadz تَعَادِّيًا
Kaidah 14 يُوْسِرَ dan Lafadz مُوْسِرٌ
Kaidah 15 مُصُوْنٌ dan Lafadz مَسِيْرٌ
Kaidah 16 اِصْطَلَحَ , اِضْطَرَبَ , اِطَّرَبَ اِظَّهَرَ
Kaidah 17 اِدَّرَأَ , اِذَّكَرَ , اِزْدَجَرَ
Kaidah 18 اِتَّصَلَ , اِتَّسَرَ اِثَّغَرَ
Kaidah 19 اِتَّرَّسَ، اِثَّاقَلَ، اِدَّثَّرَ، اِذَّكَّرَ، اِزَّجَّرَ، اِسَّمَّعَ، اِشَّقَّقَ، اِصَّدَّقَ، اِضَّرَّعَ، اِظَّهَّرَ، اِطَّاهَرَ
Untuk pembahasan secara terperinci langsung saja buka kitabnya secara bertahap, step by step, per bab masing-masing, agar tidak menyulitkan saat dalam memahaminya.
Khusus pada artikel ini akan admin bagikan Kaidah 1 Qowaidul I'lal صَانَ dan بَاعَ
Mari kita bahas Kaidah Pertama yang berdasarkan dengan kitab Qowaidul I'lal. Asalnya lafad صَانَ dan بَاعَ
إذَا تَحَرَّكَتِ الْوَاوُ وَالْيَاءُ بَعْدَ فَتْحَةٍ مُتَّصِلَةٍ فِيْ كَلِمَتَيْهِمَا أُبْدِلَتَا آلِفًا مِثْلُ صَانَ أَصْلُهُ صَوَنَ وَبَاعَ أَصْلُهُ بَيَعَ
الإعلال: صان أصله صون على وزن فعل أبدلت الواو ألفا لتحركها بعد فتحة متصلة في لكمتها فصار صان
باع أصله بيع على فعل أبدلت الياء ألفا إلخ
Jika wawu dan ya’ berharokat setelah fathah yang sambung di satu kalimat, maka wawu dan ya’ tersebut diganti alif, seperti soona dan baa’a asal keduanya sowana dan baya’a
صَانَ asalnya صَوَنَ ikut pada wazan فَعَلَ. Wawu diganti Alif karena ia berharkah dan sebelumnya ada Huruf berharkah Fathah, maka menjadi صَانَ.
بَاعَ asalnya بَيَعَ ikut pada wazan فَعَلَ. Ya’ diganti Alif karena ia berharkah dan sebelumnya ada Huruf berharkah Fathah, maka menjadi بَاعَ.
غَزَا asalnya غَزَوَ ikut pada wazan فَعَلَ. Wawu diganti Alif karena ia berharkah dan sebelumnya ada Huruf berharkah Fathah, maka menjadi غزا.
رَمَىْ asalnya رَمَيَ ikut pada wazan فَعَلَ. Ya’ diganti Alif karena ia berharkah dan sebelumnya ada Huruf berharkah Fathah, maka menjadi رَمَيَ. (Alif pada lafazh رَمَىْ dinamakan Alif Layyinah).
Perlu diperhatikan:
Kaidah ini berlaku pada Wau atau Ya’ dengan Harkah asli. Apabila harkah keduanya bukan asli atau baru, maka tidak boleh dirubah.
Contoh: دَعَوُاالْقَوْمَ
Apabila setelah wawu atau ya’ itu ada huruf mati atau sukun, maka diklarifikasikan sebagai berikut:
Jika Wawu atau Ya’ tersebut bukan pada posisi Lam Fi’il, maka tidak boleh di-I’lal, karena dihukumi seperti Huruf Shahih.
Contoh: بَيَانٌ, طَوِيْلٌ, خَوَرْنَقٌ.
Jika Wawu dan Ya’ tersebut berada pada posisi Lam Fi’il, maka tetap berlaku Kaidah I’lal ini.
Contoh يَخْشَوْنَ asalnya يَخْشَيُوْنَ . Namun disyaratkan huruf yg mati/sukun setelah Wawu dan Ya’ tsb bukan huruf Alif dan huruf Ya’ tasydid, maka yang demikian juga tidak boleh di-I’lal.
Contoh: رَمَيَا, عَلَوِيٌّ, غَزَوَا
Demikian Penjelasan singkat Kaidah Pertama Kitab Qowaidul I'Lal صَانَ dan بَاعَ,.
Jangan lupa dan sampai ketinggalan ikuti terus Laduni.ID, yang selalu memberikan informasi seputar Ulama,kitab-kitab, pesantren,nasab/sanad,dan lain sebagainya.
Terimakasih semoga apa yang sudah dibagikan dan sampaikan bisa bermanfaat.
IDENTITAS KITAB:
Judul Kitab : QOWAIDUL I’LAL (PDF)
Tebal : 17 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat Kitab