DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin segala Puji bagi Allah SWT. Yang telah memberikan banyak sekali anugrah kepada kita semua selaku hamba yang selalu mengharapkan Ridho serta Ampunan dari sang Kholiq, Sholawat serta Salam semoga tercurah limpahkan kehadlirat Nabi Muhammad SAW. yang telah menuntun kita dengan membawa Aqidah-aqidah serta Akhlakul karimah kapada jalan kebenaran dan yang di Ridhoi oleh Allah SWT. yaitu Addinul Islamil Qoyyid (Agama Islam yang Kokoh ).
Semua mu’min haruslah percaya dengan sesuatu yang ghaib. Dan barang siapa tidak percaya maka dia dikatakan tidak beriman. Sedangkan Mu’jizat Rosul dan karomah para wali itu semua termasuk hal yang ghaib. Kitab Karomatul Auliya’ menerangkan tentang karomah para wali-wali Allah. Yang di bahas dengan jelas oleh Kh. Ahmad Yasin bin Asymuni Al-Jaruny selaku penulis.
Terimakasih telah membaca Kitab Makna Pesantren Karomatul Auliya fi Bayanil Auliya wa Karomatihim , di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. Aamiin ya rabbal 'aalamiin
|
IDENTITAS KITAB |
||||||||
|
JUDUL |
: |
Makna Pesantren Karomatul Auliya fi Bayanil Auliya wa Karomatihim (PDF) |
||||||
|
PENULIS |
: |
KH. Ahmad Yasin bin Asymuni Al-Jaruny |
||||||
|
PENERJEMAH |
: |
--------------- | ||||||
|
PENERBIT |
: |
Hidayatuth Thullab Pethuk, Semen, Kediri |
||||||
|
TAHUN |
: |
--------------- | ||||||
|
Tebal |
: |
34 halaman (PDF) |
Lihat Kitab
Karya dari Syaikh Abdulloh bin zaini bin Uzair jetak Demak, ini merupakan penjelasan dari kitab Qowaidul I’rob karya Syaikh Yusuf bin Abdul Qodir al barnawi.
Ilmu nahwu dan ilmu shorof diciptakan bertujuan menjaga kesalahan lisan dalam mengucapkan kalam arab serta sebagai penghantar memahami ilmu-ilmu agama islam seperti ilmu fiqh ,ilmu tauhid , ilmu tashowwuf , terlebih untuk memahami kandungan makna Al-Qur’an dan Al-hadits.
Kitab “ Qowaidul i’rob “ merupakan karya luhur Syaikh Yusuf bin Abdul Qodir al barnawi yang memuat kaedah-kaedah dalam menerangkan i’rob , yang merupakan salah satu cabang dari ilmu Nahwu yang harus di pelajari oleh para santri supaya dapat memahami secara benar al qur’an dan hadits , dan terhindar dari kesalahan dalam lafadz al qur’an sebagaimana sabda Nabi dan atsar para sahabat .
أَعْرِبُوْا الكَلاَمَ كَيْ تَعْرِبُوْا القُرْأَنَ
“ i’robilah kalam supaya kalian bisa mengi’robi Al qur’an .”
Sayyidina Umar al Khottob berkata ;
لِأَنَّ إِعْرَابَ أَيَةٍ مِنَ القُرْأَنِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَحْفَظَ أَيَةٍ بِلاَ إِعْرَابٍ
“ Sesungguhnya mengi’robi satu ayat saja dari Al qur’an itu lebih kusukai dari pada aku hafal satu ayat tanpa dengan i’rob .”
Terimakasih telah membaca Kitab Makna Pesantren Kifayatul Ashhab, di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.
Aamiin ya rabbal 'aalamiin
|
IDENTITAS KITAB |
||||||||
|
JUDUL |
: |
Makna Pesantren Kifayatul Ashhab fi Halli Nadhmi Qawa'idil I'rab (PDF) |
||||||
|
PENULIS |
: |
Syaikh Abdullah Zaini bin Muhammad Aziz Al-Jathawi |
||||||
|
PENERJEMAH |
: |
|||||||
|
PENERBIT |
: |
|||||||
|
TAHUN |
: |
|||||||
|
Tebal |
: |
67 halaman (PDF) |
Lihat Kitab
Karya monumental Hujjatul Islam Imam Ghazali, yang mengupas tentang tahapan-tahapan menuju kesempurnaan ibadah seorang muslim.
Di Pondok pesantren, kitab ini biasanya masuk dalam pembelajaran untuk meningkatkan ketaatan santri dalam beribadah, serta bimbingan ruhaniyah.
Selain kitab Minhajul Abidin, ada deretan kitab karya Imam Ghazali yang juga sering kita temukan dikaji di lembaga pesantren, misalnya kitab Ihya’ Ulumiddin, Kitab, Ayyuhal Walad, al-Munqidz Min al-Dholal, Bidayatul Hidayah, hingga al-Mustasyfa dan lan sebagainya.
Tujuh Tahapan dalam Kitab Minhajul Abidin.
Jika dilihat dari ulasannya, sesuai dengan judulnya “Minhaju” yang berarti Pedoman, dan “al-Abidin” yang berarti para hamba-hamba Allah SWT. Beliau memberikan tujuh tangga dan tahapan bagi seorang muslim agar dapat mencapai kesempurnaan dalam beribadah kepada Allah SWT.
Adapun tahapan-tahapan dan tangga yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Terimakasih telah membaca Kitab Makna Pesantren Minhajul Abidin, di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.
Aamiin ya rabbal 'aalamiin
|
IDENTITAS KITAB |
||||||||
|
JUDUL |
: |
Makna Pesantren Minhajul Abidin (PDF) |
||||||
|
PENULIS |
: |
Imam Abu Hamid bin Muhammad Al-Ghazali At-Thusi |
||||||
|
PENERJEMAH |
: |
|||||||
|
PENERBIT |
: |
Hidyatut Thullab |
||||||
|
TAHUN |
: |
|||||||
|
Tebal |
: |
95 halaman (PDF) |
Lihat Kitab
Karya Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, guru Syaikh Mahfudz Tremas, yang hingga kini masih dijadikan rujukan mempelajari ilmu Nahwu adalah Mukhtashor Jiddan, yang artinya, ringkes banget. Kitab Mukhtashor Jiddan merupakan syarah (penjelas) paling ringkas dari Kitab Ajurumiyah yang dikarang oleh Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad Shonhaji Ajurum, yang lebih populer dengan sebutan Shonhaji bin Ajurum.
Menurut Syaikh Zaini Dahlan, siapapun yang ingin mempelajari ilmu tertentu (fan), dia harus mampu bertashawwur (menjelaskan secara deskriptif) akan ilmu yang hendak dipelajari supaya ia mudah menangkap inti dari apa yang dia pelajari. Ada yang 10 hal yang harus dipelajari seorang murid. Hal ini beliau tulis di halaman ke-2 Kitab Mukhtashor Jiddan. Karena itulah, agar kita mudah mempelajari bahasa Arab modal utama mempelajari Al-Qur'an dan Hadits, maka, ilmu Nahwu harus dipelajari lebih awal. Sama sekali tidak disarankan bagi mereka yang mempelajari agama Islam hanya bermodal terjemah. Dengan Nahwu, kita akan mudah mengetahui struktur kalimat berbahasa Arab, mulai dari irab, bina', amil nawasikh, hadzful a'id dan lainnya. Dengan mengusai ilmu ini, Syaikh Zaini Dahlan berharap kita tidak salah memahami firman Allah dan sabda Rasulullah SAW.
Terimakasih telah membaca Kitab Makna Pesantren Mukhtashar Jiddan, di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. Aamiin ya rabbal 'aalamiin
|
IDENTITAS KITAB |
||||||||
|
JUDUL |
: |
Makna Pesantren Mukhtashar Jiddan (PDF) |
||||||
|
PENULIS |
: |
Sayyid Ahmad Zaini Dahlan |
||||||
|
PENERJEMAH |
: |
|||||||
|
PENERBIT |
: |
|||||||
|
TAHUN |
: |
|||||||
|
Tebal |
: |
29 halaman (PDF) |
Lihat Kitab
Karya Imam Al-Baihaqi bernama lengkap Imam Al-Hafizh Al-Muttaqin Abu Bakar Ahmad bin Al-Husain bin Ali bin Musa Al-Khusrauijrdi Al-Khurasani Al-Baihaqi (384-458 H). Baihaq adalah sejumlah perkampungan di wilayah Naisabur. Beliau adalah seorang ulama besar dari Khurasan (desa kecil di pinggiran kota Baihaq) dan penulis banyak kitab terkenal.
Kitab ini Menjelaskan berbagai banyak hal mulai dari tentang Biografi penulis hingga Bab tentang menyebutkan orang-orang yang duduk di dewan Syafi’I setelah wafatnya, dan para sahabat yang menyebarkan ilmunya.
Imam Syafi’I dalam kitab ini juga menyatakan bahwa ada tiga tanda yang menunjukkan bahwa seseorang adalah sosok yang hebat.
Tanda pertama adalah kemampuannya menyembunyikan kefakiran, sehingga orang lain mengira orang itu berkecukupan karena tidak pernah meminta.
Tanda kedua adalah kemampuannya menyembunyikan kesusahannya sehingga orang lain mengira ia selalu senang.
Tanda ketiga adalah kemampuannya menyembunyikan amarah, sehingga orang lain mengira ia ridha.
Terimakasih telah membaca Kitab Manaqib Al-Imam Syafi’i, di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.
Aamiin ya rabbal 'aalamiin
|
IDENTITAS KITAB |
|
|
|||||||||||||
|
|
|
|
|||||||||||||
|
JUDUL |
: |
|
|
Kitab Manaqib Al-Imam Syafi’i (PDF) |
|
||||||||||
|
PENULIS |
: |
|
|
Imam Al-Baihaqi |
|
||||||||||
|
PENERJEMAH |
: |
|
|
- |
|
||||||||||
|
PENERBIT |
: |
|
|
Dar Library Heritage-Kairo |
|
||||||||||
|
TAHUN |
: |
|
1970 M / 1390 H |
|
|
||||||||||
|
TEBAL |
: |
|
|
1083 Halaman (PDF) |
|
||||||||||
Lihat Kitab
Karya Syekh Mahfudz at-Tarmasi.
Ulama asal Termas Jawa Timur, namun karya-karyanya mendunia, seperti kitab Hasyiyah at-Tarmasi yang terdiri dari tujuh Jilid, Bughyatul Adzkiya, dan lain sebagainya.
Sementara kitab Manhaj Dzawin Nadzar ini, menjelaskan tentang Mushthalah Hadis, dan merupakan Syarah [penjelasan lebih mendalam], dari Nadzom [Sya'ir], Ilmi al-Atsar yang dikarang oleh al-Imam Jalaluddin al-Suyuthi.
Secara sistematika, tentu pembahasannya mengikuti kitab asal, yakni Nadzam Ilmi al-Atsar, pertama-tama membahas tentang definisi hadis, sebagaimana lumrah dalam Ilmu Mushthalah.
Terimakasih telah membaca Kitab Manhaj Dzawin Nadzar Sayarh Mandzumah 'Ilmi al-Atsar, di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.
Aamiin ya rabbal 'aalamiin
|
IDENTITAS KITAB |
|
||||||||||||
|
|
|
||||||||||||
|
JUDUL |
: |
|
Kitab Manhaj Dzawin Nadzar Sayarh Mandzumah 'Ilmi al-Atsar (PDF) |
|
|||||||||
|
PENULIS |
: |
|
|
||||||||||
|
PENERJEMAH |
: |
|
- |
|
|||||||||
|
PENERBIT |
: |
|
Dar al-Kutub al-Alamiyah - Beirrut - Lebanon |
|
|||||||||
|
TAHUN |
: |
|
2003 M /1424 H |
|
|||||||||
|
TEBAL |
: |
|
378 Halaman (PDF) |
|
|||||||||
Karya Ulama kharismatis yang dikenal sangat alim dan wara, yaitu Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith Sumaith Ba’lawi al Husaini . Ibadah merupakan bentuk kataatan seorang hamba kepada tuhannya yang diwujudkan dalam hal kebaikan, seperti sholat, puasa atau menolong sesama muslim. Dalam islam perihal ibadah disebut juga dengan Ubudiyyah,secara bahasa artinya mengabdikan diri dan secara istilah hal yang bisa mendekatkan diri kepada Allah.
Manhaj artinya metode, Sawi artinya lurus. Jadi Al Manhajus Sawi artinya metode yang lurus. Membahas bagaimana cara beribadah dan bermuamalah yang lurus sesuai dengan Tariqah Alawiyah, yaitu Ulama Habaib dari keturunan Bani Alawi yang besar peranannya dalam berdakwah di Indonesia.Para pendakwah dan Ulama Habaib dari Tariqat Alawiyah dalam berdakwah mengedepankan 5 rukun yaitu: 1.Ilmu 2.Amal 3.Wara’ 4.Khauf 5.Ikhlas.
Jadi kalau ada yang bertanya apalah itu Tariqat Alawiyah? Ke lima hal inilah yang terpenting dalam amalan Tariqat Alawiyah. Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith mensyarahkan ke 5 rukun atau asas dalam Tariqat Alawiyah itu di dalam Kitab Al Manhajus Sawi. Jadi Kitab ini membahas 5 hal tadi yang perlu diamalkan seorang muslim sebagai bentuk ibadah dan dakwah Islam .
Terimakasih telah membaca Kitab Al Manhajus Sawi , di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. Aamiin ya rabbal 'aalamiin
IDENTITAS KITAB:
Karya : Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith Sumaith Ba’lawi al Husaini
Judul Kitab : AL MANHAJUS SAWI (PDF)
Tebal : 848 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat KitabKarya Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali Ath-Thusi Asy-Syafi'i (lahir di Thus; 1058 / 450 H – wafat di Thus; 1111 / 14 Jumadil Akhir 505 H; umur 52–53 tahun) adalah seorang filsuf dan teolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat abad Pertengahan, atau yang kerap disapa dengan panggilan Imam Al-Ghazali.
Kitab Maqomatul Ulama baina Yadail Khulafa wal Umara, secara bahasa berati kedudukan para Ulama di hadapan para khalifah, dan penguasa. Kitab yang mengisahkan posisi, dan kedudukan para ulama disisi penguasa, sejak masa khulafaur rasyidin, hingga penguasa setelahnya.
Terimakasih telah membaca Kitab Maqomatul Ulama Baina Yadail Khulafa Wal Umara, di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.
Aamiin ya rabbal 'aalamiin
|
IDENTITAS KITAB |
||||||||||||
|
|
||||||||||||
|
JUDUL |
: |
Kitab Maqomatul Ulama Baina Yadail Khulafa Wal Umara (PDF) |
|
|||||||||
|
PENULIS |
: |
Imam Al-Ghazali |
|
|||||||||
|
PENERJEMAH |
: |
--------------- |
|
|||||||||
|
PENERBIT |
: |
Darul Khutub Al-Ilmiyyah (DKI)-Beirut, Lebanon |
|
|||||||||
|
TAHUN |
: |
2003 M / 1424 H |
|
|||||||||
|
Tebal |
: |
86 halaman (PDF) |
|
|||||||||
Lihat Kitab
Karya Syaikh Nawawi bin Umar al-Bantani al-Jawi (w. 1316 H / 1898 M).
Kitab ini merupakan kitab syarah (komentar) atas kitab Bidayatu al-Hidayah karangan Imam Abu Hamid al-Ghazali (w. 505 H/ 1111 M).
Secara garis besar, Kitab Maroqil Ubudiyah membahas tentang ilmu Tasawuf.
Yakni ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihkan akhlaq, membangun lahir dan batin, serta untuk memperoleh kebahagian yang abadi.
Dalam muqoddimah Kitab Maroqil Ubudiyah, Syaikh Nawawi menuturkan bahwa kitab ini dibuat dengan harapan mendapat keberkahan dari pengarang kitab Bidayatu al-Hidayah, yakni Imam Abu Hamid al-Ghazali. Beliau berharap Do’a kebaikan dari para penuntut ilmu dengan adanya kitab ini.
Terimakasih telah membaca Kitab Maroqil Ubudiyah , Makna Jawa, di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.
Aamiin ya rabbal 'aalamiin
|
IDENTITAS KITAB |
||||||||||||
|
|
||||||||||||
|
JUDUL |
: |
Kitab Maroqil Ubudiyah (PDF) |
|
|||||||||
|
PENULIS |
: |
Syaikh Nawawi bin Umar al-Bantani al-Jawi |
|
|||||||||
|
PENERJEMAH |
: |
------------ |
|
|||||||||
|
PENERBIT |
: |
----------- |
|
|||||||||
|
TAHUN |
: |
---- M / -----H |
|
|||||||||
|
Tebal |
: |
236 halaman (PDF) |
|
|||||||||
Lihat Kitab
MATAN AL - ASYMAWIYAH karya Abul Mawahib Al Tsaniyyah Abdul Bari Asymawi yang lebih dikenal dengan panggilan Imam Al Asymawi.
Kitab ini merupakan karya singkat beliau yang membahas tentang fiqh mazhab Maliki.
Pembahasan fiqh dalam kitab ini fokus kepada bab ibadah badaniyah seperti thoharoh, sholat dan puasa, sedikit berbeda dengan mazhab syafi’i imam Al Asymawi tidak mamasukkan zakat dan haji dalam ibadah badaniyyah.
Kitab Matan Al-Asymawi juga mengawali pembahasannya tentang thaharah (bersuci) seperti macam-macam hadas, macam-macam air wudlu', rukun dan fadhilah wudlu' dan tayyamum kemudian mandi. Pembahasan berikutnya tentang hal-ihwal shalat, seperti syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, hal-hal yang disunnahkan dan dimakruhkan serta hal-hal yang membatalkan shalat, termasuk juga bahasan sujud sahwi.
Selain itu, disinggung pula pembahasan tentang shalat berjamaah, syarat imam-makmum, shalat jumat dan shalat jenazah, di akhir kitab ini membahas bab puasa, rukun-rukunnya, sunnah-sunnahnya, dan hal-hal yang dimakruhkan, termasuk bahasan tentang macam-macam puasa sunnah, seperti puasa Arafah, Rajab, Sya'ban.
Sedangkan masalah zakat dan haji memang sengaja tidak dibahas. Asumsi penulis, mungkin karena kedua rukun Islam tersebut dirasa tidak terlalu berkaitan dengan aktivitas ibadah keseharian. Dibandingkan dengan kajian fiqih madzhab Syafi'i, kitab ini memiliki sedikit perbedaan. Misalnya dalam bab wudlu', Al-Asymawi membagi hal-hal yang membatalkan wudlu' menjadi dua bagian: hadast dan asbab al-hadast. Hadast di sini artinya segala sesuatu yang keluar dari qubul (kemaluan: seperti madzi, wadi dan kencing) dan dubur (anus: berak dan kentut).
Sedangkan asbab al-hadast (jamak dari sabab) diartikan segala sesuatu yang dapat menyebabkan batalnya shalat seperti halnya (hukum) hadast, misalnya tidur, hilang akal, murtad, ragu dalam hadas, menyentuh kemaluan dengan telapak tangan dan menyentuh kulit wanita atau lelaki bukan mahramnya dengan sengaja dan disertai nafsu.
Terakhir, poin pentingnya adalah unsur kesengajaan (al-qashdu) dan adanya kenikmatan (al-ladzat) karena dorongan hawa nafsu, apabila tidak sengaja dan tidak bernafsu, maka bersentuhan kulit bukan mahram tidak membatalkan wudlu'.
Keistimewaan kitab ini adalah mengandung makna yang luas sehingga banyak kitab yang mensyarahinya untuk menjelaskan makna kitab yang tersirat.
Baik, itu tadi sekilas resensi dari kitab Matan Al - Asymawiyah ,yang bisa kami bagikan. Semoga apa yang sudah dibagikan dan sampaikan bisa bermanfaat.
IDENTITAS KITAB:
Judul Kitab : Matan Al-Asymawiyah (PDF)
Tebal : 19 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat Kitab