DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Salah satu kitab klasik Karya Syaikh Muhammad Hasbullah Asy Syafii Rahimahullah menerangkan perilah Fiqh Ibadah, Tauhid dan Tasawwuf bahkan didalam dibahas tentang Udhiyyah atau ibadah kurban yang dilakukan di bulan Dzul Hijjah sebagai penuntun hamba Allah SWT.
Menuju budi pekerti yang sempurna yang berdasarkan tuntunan Al-Qur’an dan as-Sunnah yang benar-benar dapat dijadikan sebagai modal dasar untuk mengetahui hukum-hukum islam. Kitab fiqh yang satu ini meskipun cukup ringkas, namun banyak dipelajari di pesantren-pesantren dan lembaga Islam, khususnya bagi santri-santri junior. Hal tersebut, juga disebabkan karena tatanan bahasanya yang cukup mudah dipahami, sehingga tidak menyulitkan bagi yang baru memulai belajar fiqh Madzhab Syafi'i.
Pembahasan dalam kitab Riyadhul Badi'ah, secara umum terbagi dalam beberapa kategori pembahasan, yaitu :
Pembahasan Bersuci
Pembahasan tentang Shalat
Pembahasan tentang Jenazah
Pembahasan tentang Zakat
Pembahasan tentang Puasa
I'tikaf
Haji dan Umrah
Kurban dan Aqiqah
Sumpah dan lain sebagainya.
Terimakasih telah membaca Kitab Matan Riyadul Badi'ah - Terjemah Sunda Pegon, di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.
Aamiin ya rabbal 'aalamiin
|
IDENTITAS KITAB |
||||||||||||
|
|
||||||||||||
|
JUDUL |
: |
Kitab Matan Riyadul Badi'ah - Terjemah Sunda Pegon (PDF) |
|
|||||||||
|
PENULIS |
: |
Syaikh Muhammad Hasbullah Asy Syafii Rahimahullah |
|
|||||||||
|
PENERJEMAH |
: |
----------- |
|
|||||||||
|
PENERBIT |
: |
----------- |
|
|||||||||
|
TAHUN |
: |
----------- |
|
|||||||||
|
Tebal |
: |
127 halaman (PDF) |
|
|||||||||
Lihat Kitab
Imam Asy Syatibi, nama Ulama yang cukup masyhur dalam dunia qira’at. Nama lengkapnya Imam Al Qosim bin Firruh bin Khalaf bin Ahmad asy Syatibi al Andalusi. Beliau dikenal dengan karangan kitabnya yang menjadi rujukan umat muslim dalam mempelajari ilmu qiraah sab’ah. Kitabnya berjudul Hirzul Amani wa Tajhit Tahani atau lebih dikenal dengan Matan Asy Syatibi.
Kitab ditulis dalam bentuk nadzam atau sya’ir atau kumpulan bait bait dan setiap susunan paragrafnya dilengkapi dengan wazan dan qofiyah sehingga mempermudah pembaca dalam membaca maupun menghafalnya. Kitab ini memuat 111 halaman dengan sekitar 65bab dan 1173 bait nadzam atau sya’ir. Kitab sangat disarankan untuk para permerhati Al Qur’an terutama para Tahfidz Al Qur’an.
Kitab Hirzul Amani ini membahas tentang ragam Qiraat Al-Qur’an mutawatir yang diriwayatkan oleh para Imam Qiraat tujuh, yaitu: Imam Nafi’, Imam Ibnu Katsir, Imam Abu ‘Amr, Imam Ibnu ‘Amir, Imam ‘Ashim, Imam Hamzah, dan Imam ‘Ali al-Kisai. Pembahasan ilmu Qiraat dalam Matan Syathibi tidak terasa menjemukan, karena Imam Syathibi mampu menggubah kajian ragam Qiraat Al-Qur’an yang rumit ke dalam bait-bait Qashidah yang sangat estetik dengan menggunakan Bahar Thawil (salah satu notasi bait syi’ir dalam bahasa Arab). Qashidah Hirzul Amani atau Matan Syathibi ini seluruh baitnya ber-Qafiyah (akhir sebuah Qashidah) “La”, yang ketika dilafalkan terasa indah, dan ketika dihafalkan terasa mudah.
Terimakasih telah membaca Kitab Matan Syatibiyyah Hirzul Amani , di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.
Aamiin ya rabbal 'aalamiin
IDENTITAS KITAB:
Karya : Imam Al Qosim bin Firruh bin Khalaf bin Ahmad Asy Syatibi Al Andalusi
Judul Kitab : MATAN SYATIBIYYAH HIRZUL AMANI (PDF)
Tebal : 111 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat Kitab
Karya Syaikh Muhammad Jamaluddin Al Qosimi yang merupakan hasil ringkasan dari kitab Ihya’ Ulumuddin karya Al ‘Allamah Al Imam Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al Ghazali Ath Thusi. Imam Ghazali merasa perihatin karena dulu ada 2 golongan besar umat Islam, yaitu ahli fiqih dan ahli tasawuf. Golongan ahli fiqh itu tujuannya surga, konteksnya halal haram saja. Sedangkan ahli tasawuf hanya memikirkan akhirat, tidak memikirkan dunia, karena tujuannya adalah Allah, menghadap Allah tanpa memikirkan surga neraka. Imam ghazali menginginkan golongan umat yang seimbang antara keduanya (ahli fiqih dan tasawuf) sehingga bahagia dunia akhirat dan dapat berjumpa dengan Allah . Dalam beribadah hitam putih halal haramnya sesuatu itu penting, tapi harus diimbangi dengat niat dan keikhlasan. Dalam hal sholat, tidak hanya rukun dan syarat saja yang dijalankan, namun juga hudhurul qolbi, menghadirkan hati dengan kekhusyukkan.
Syaikkh Jamaluddin ingin membuat ringkasan dari kitab Ihya’ Ulumuddin sehingga akan memudahkan pembaca dalam memahami kitab tersebut. Beliau mulai menulis karangannya sejak tahun 1323 M yang kemudian diberi nama Mauidhoh Al Mukminin yang memiliki arti bimbingan untuk mencapai tingkat mukmin. Karena zaman bersifat dinamis begitupun persoalan agama maka kaum muslimin perlu sebuah pegangan dan bimbingan agar tetap di jalan yang benar dan tradisi ulama salaf bisa tetap terjaga.
Terimakasih telah membaca Kitab Mauidhoh Al Mukminin Min Ihya' 'Ulumiddin, di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.
Aamiin ya rabbal 'aalamiin
|
IDENTITAS KITAB |
||||||||||||
|
|
||||||||||||
|
JUDUL |
: |
Kitab Mauidhoh Al Mukminin Min Ihya' 'Ulumiddin (PDF) |
|
|||||||||
|
PENULIS |
: |
Syaikh Muhammad Jamaluddin Al Qosimi |
|
|||||||||
|
PENERJEMAH |
: |
--------------- |
|
|||||||||
|
PENERBIT |
: |
--------------- |
|
|||||||||
|
TAHUN |
: |
M / H |
|
|||||||||
|
Tebal |
: |
543 halaman (PDF) |
|
|||||||||
Silahkan sebarkan dan bagikan postingan ini
Semoga bermanfaat.
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya. [ riwayat Muslim].”
Lihat Kitab
Karya Guru Mulia Habib Umar bin Hafidz.
Salah satu kitab maulid yang populer di Indonesia. Sering dibaca dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad yang dilaksanakan pada 12 Rabiul Awal. Arti dari Nama Adh-Dhiyaul Lami' sendiri adalah "Cahaya yang terang-benderang".
Seperti bacaan maulid pada umumnya, maulid dhiya ul lami ini terdiri dari beberapa rawi dan bait, lirik syair syair sholawat dan qasidah kepada Nabi SAW, sanjungan dan pujian kepada Nabi SAW, sejarah kisah perjalanan hidup Nabi SAW serta bacaan wirid, dzikir dan Al-Quran. Khasiat dan manfaat membaca maulid Dhiyaul Lami' jelas amatlah besar, terdapat makna dibalik setiap bait, lafadz dan syairnya.
Seperti bait bait sholawat pembukanya yang berjumlah 12 melambangkan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang lahir tanggal 12 Rabi'ul Awal, lalu pasal/rawi pertamanya dipadu dari 3 surah yaitu al-Fath, at-Taubah dan al-Ahzab, dari ketiga surah ini melambangkan kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah pada bulan ke-3 yaitu Rabi'ul Awal, bila dihitung baitnya dari pasal pertama sampai Mahallul Qiyam jumlahnya 63 yang melambangkan usia Nabi Muhammad SAW.
Hal inilah yang menjadikan maulid adh dhiyaul-lami ini sangat istimewa karena angka angkanya pun memiliki sebuah arti. Fadhilah Membaca Maulid Adhiya' Ullami:
"Maulid Ad Dhiyaul Lami' mujarab untuk menarik para pemuda, silahkan buktikan, jika majelis taklim yang mengamalkannya maka akan dibanjiri pemuda dan akan semakin banyak. Dan Kalau bukan karena ingin menyemangati, saya tak akan menceritakannya bahwa ruh Rasulullah tak pernah tidak hadir dalam majelis yang didalamnya dibacakan Maulid Ad Dhiyaul Lami," kata Habib Mundzir dikutip laman Majelis Rasulullah.
Terimakasih telah membaca Kitab Maulid Ad Dhiyaul Lami' , di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.
Aamiin ya rabbal 'aalamiin
|
IDENTITAS KITAB |
||||||||||||
|
|
||||||||||||
|
JUDUL |
: |
Kitab Maulid Ad Dhiyaul Lami' (PDF) |
|
|||||||||
|
PENULIS |
: |
Habib Umar bin Hafidz |
|
|||||||||
|
PENERJEMAH |
: |
------------ |
|
|||||||||
|
PENERBIT |
: |
|
||||||||||
|
TAHUN |
: |
--- M / ---H |
|
|||||||||
|
Tebal |
: |
28 halaman (PDF) |
|
|||||||||
Lihat Kitab
Karya Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Usman bin Yusuf bin Ahmad bin Umar ad diba'i. Lebih di kenal dengan sebutan atau julukan Ibnu diba'. Lahir di kota zabid (Yaman) bulan Muharram tahun 866 H, di asuh oleh kakeknya yang bernama syaikh sarafuddin bin Muhammad mubariz yang juga termasuk ulama besar di zabid pada masa itu. Wafat di kota zabid pada hari Jumat pada tanggal 26 Rajab tahun 944 H.
Dengan bimbingan sang kakek serta ulama kota zabid,Ibnu diba' tumbuh dewasa serta di bekali dengan berbagai disiplin ilmu keagamaan. Beliau pun berguru kepada orang orang alim pada masanya. Beberapa guru dari Ibnu diba' antara lain: Imam Al hafidz as sakhawi, imam Ibnu ziyad, Imam Jamaludin Muhammad bin Ismail, Imam Al hafidz Thahir bin Husain Alahdal. Berkat beliau berguru kepada orang-orang alim serta ketekunannya dalam menuntut ilmu,beliau mencapai derajat Al hafidz dalam ilmu hadist(orang yang hafal 100.000 hadist beserta sanadnya). Beliau adalah ahli hadits yang terkenal dan mengajar kitab Sahih Bukhari lebih dari 100 kali khatam.
Salah satu tradisi ahli Sunnah wal jamaah,khususnya di Indonesia adalah pembacaan maulid Nabi. Pembacaan maulid Nabi yang sering di baca adalah maulid diba', tradisi ini oleh masyarakat Indonesia sering di sebut dengan diba’an, berisi tentang pujian dan sanjungan terhadap Nabi Muhammad SAW, serta kisah perjalanan Nabi. Selain kitab diba',masih banyak hasil karya yang lainnya,seperti: Ghoyatul mahtlub, Kasyful kurbah- Bughyatul Mustafid fi Akhbar Madinah zald, Qurrotul Uyun fi akhbaril Yaman Almalmun- mi'raj, Nurul Ushul.
Terimakasih telah membaca Kitab Maulid Diba'i Makna Pesantren , di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua. Aamiin ya rabbal 'aalamiin
|
IDENTITAS KITAB |
||||||||||||
|
|
||||||||||||
|
JUDUL |
: |
Kitab Maulid Diba'i Makna Pesantren (PDF) |
|
|||||||||
|
PENULIS |
: |
Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Usman bin Yusuf bin Ahmad bin Umar ad Diba'i |
|
|||||||||
|
PENERJEMAH |
: |
------------ |
|
|||||||||
|
PENERBIT |
: |
Turats Lirboyo Kediri |
|
|||||||||
|
TAHUN |
: |
2011 M / 1432 H |
|
|||||||||
|
Tebal |
: |
37 halaman (PDF) |
|
|||||||||
Lihat Kitab
Karya Al-Habib Al-Imam Al-Allamah Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi (Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi)
dilahirkan Juma’at 24 Syawal 1259 H di Qasam, kota di negeri Hadhramaut.
Ayahnya seorang alim dan ulama besar yaitu Habib Muhammad bin Husain Al-Habsyi lahir di Seiwun sedangkan ibunya juga pendakwah
yang bernama Hababah Alawiyah binti Husein bin Ahmad Al-Hadi Al-Jufri lahir di Syibam.
Di antara putera beliau yang dikenal di Indonesia adalah Al-Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi, pendiri Masjid “Riyadh” di kota Solo (Surakarta), ayahnya Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi.
Maulid Simtud duror masuk ke Indonesia dibawa oleh seorang santrinya yaitu Al-Habib Muhammad bin Idrus Al-Habsyi, atas perintah langsung dari beliau.
Makamnya berada di Ampel Gubah Surabaya.
Maulid Simtud duror disebarkan melalui Haflah Maulid Akhir Khamis. Dan Habib Muhammad bin Idrus Al-Habsyi memulainya di Jatiwangi Cirebon dan berpindah ke berbagai kota, diantaranya Bogor.
Dan akhirnya di Masjid Ampel Surabaya. Terakhir Maulid diadakan di Masjid Ampel tahun 1919 M.
Beberapa bulan sebelum Habib Muhammad wafat diserahkan kepada Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi Kwitang Jakarta.
Oleh Habib Ali Al-Habsyi Kwitang, Maulid tersebut langsung disebarluaskan tahun 1919 M dan secara resmi diadakan perayaan Maulid Simtud duror di Jakarta pada tahun 1920 M.
Naskah edisi lengkap Simtut Duror Makna Pesantren ini sesuai dengan telaah cucu penulisnya, yaitu Habib Anis bin Alwi dan Habib Ali Al-Habsyi, yang makamnya ada di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia.
Link Kitab Terjemahan:
Kitab Terjemahan Maulid Simthud Duror
Terimakasih telah membaca Kitab Maulid Simthud Duror (Makna Pesantren), di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.
Aamiin ya rabbal 'aalamiin
|
IDENTITAS KITAB |
|
||||||||||||||||
|
|
|
||||||||||||||||
|
JUDUL |
: |
|
Kitab Maulid Simthud Duror Makna Pesantren (PDF) |
|
|||||||||||||
|
PENULIS |
: |
|
Habib Anis bin Alwi dan Habib Ali Al-Habsyi |
|
|||||||||||||
|
PENERJEMAH |
: |
|
- |
|
|||||||||||||
|
PENERBIT |
: |
|
Perpustakaan Ubaidillah Arsyad |
|
|||||||||||||
|
TAHUN |
: |
|
M / H |
|
|||||||||||||
|
TEBAL |
: |
|
68 Halaman (PDF) |
|
|||||||||||||
MAULID SYAROFUL ANAM salah satu kitab yang masyhur di kalangan masyarakat islam yang menceritakan keagungan Nabiyyuna Muhammad SAW.
Pengarang kitab maulid tersebut adalah al-Syaikh al-Imam Syihab al-Din Ahmad bin ‘Ali bin Qasim al-Maliki al-Bukhari al-Andalusi al-Mursi al-Lakhmi yang masyhur dengan al-Hariri.
Menurut Ibn al-Diba’, Maulid Syaraf al-Anam sebenarnya bagian kesembilan kitab al-Hariri yang berisi tentang Nasehat dan Kelembutan (al-Wa‘dh wa al-Raqa’iq). Kitab al-Wa‘dh wa al-Raqa’iq sendiri berjumlah 25 bagian dengan autobiografi al-Hariri. Tidak populernya al-Hariri oleh sebagian ulama menurut Ibn al-Diba’ adalah hal yang aneh dengan besarnya kitab yang telah dikarangnya.
Kasidah Assalam ‘alaik zain al-anbiya’, asyraq al-badr ‘alaina, fi hubbi sayyidina Muhammad dan doa Rasul adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Maulid Syaraf al-Anam ini. Doa dari bagian akhir Maulid Syaraf al-Anam. Doa ini diawali dengan shadaqah Allah al-‘Adhim wa ballagha rasuluh al-habib al-karim dan diakhiri dengan kasidah ilahi tammim al-na’ma’ ‘alaina, wa waffiqna li syukrika ma baqina.
IDENTITAS KITAB:
Judul Kitab : Maulid Syaroful Anam (PDF)
Tebal : 33 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat Kitab
MAULIDUL BARZANJI karya agung Syaikh Ja’far al Barzanji bin Husein bin Abdul yang sangat popular di masayarakat islam.
Kitab ini merupakan karya monumental beliau yang mengisahkan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW.
Kitab ini memiliki banyak sekali keistimewaan yang salah satunya adalah keindahan syairnya dalam mengisahkan Nabi. Sehingga dalam segi sejarah ditengah maraknya perang salib pada tahun 1138-1193 M kitab ini mampu mempersatukan umat dengan menunjukan kebenaran Nabi melalui syair syair insahnya.
Kandungan/ isi Kitab Barzanji ini memuat riwayat kehidupan Nabi Muhammad SAW: silsilah keturunannya serta kehidupannya semasa kanak-kanak, remaja, dan pemuda. hingga ia diangkat menjadi rasul. Barzanjî juga mengisahkan sifat Nabi SAW serta perjuangannya dalam menyiarkan Islam dan menggambarkan kepribadiannya yang agung untuk diteladani oleh umat manusia.
Kitab Barzanjî ditulis untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan agar umat Islam meneladani kepribadiannya, sebagaimana yang disebutkan dalam al-Quran surah al-Ahzab (33) ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Pembacaan kitab Barzanji dilaksanakan dalam suasana yang dikondisikan secara khusus, terutama pada hari-hari dan momentum yang dipilih. Misalnya sebagai wirid rutin, dipilihlah malam Senin yang dipercaya sebagai malam hari kelahiran Rasulullah, atau malam Jum'at sebagai hari agung ummat Islam. Demikian pula, pembacaan dilaksanakan secara terus menerus selama bulan Rabi al-Awwal sebagai bulan kelahiran Rasulullah, terutama pada tanggal 1 sampai 12 pada bulan tersebut. Selain itu, kitab maulid dibacakan saat kelahiran bayi, serta segala upacara yang berhubungan dengan siklus kemanusiaan.
Barzanji, merupakan sebuah karya tulis seni sastra yang memuat kehidupan Nabi Muhammad SAW. Karya sastra ini dibaca dalam berbagai upacara keagamaan di dunia Islam, termasuk di Indonesia, sebagai bagian yang menonjol dalam kehidupan beragama tradisional. Dengan membacanya dapat ditingkatkan iman dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan diperoleh banyak manfaat.
IDENTITAS KITAB:
Judul Kitab : Maulidul Barzanji (PDF)
Tebal : 265 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat Kitabkarya Hamam bin Abdurrahim as-Sa’id dan Muhammad Hamam bin Abdurrahim. Mempercayai adanya hari akhir merupakan Rukun Iman ke lima yang wajib diyakini adanya oleh setiap umat muslim.
Dalam mukaddimahnya bahwa apabila seseorang hendak mengkaji hadits-hadits akhir zaman bukanlah untuk hiburan (at-Tasliah) dan menakuti-nakuti (at-Takhwif) kaum Muslimin, akan tetapi bahasan tersebut bertujuan untuk menambah ketaatan dan semangat beribadah kepada Allah.
Lebih jauh disebutkan, sungguh sangat tidak bijak mengkaji hadits-hadits akhir zaman bila tidak mengkomparasikan antar hadits, sebab hal itu akan menimbulkan pemahaman keliru sehingga dapat berujung pada kesalahan pengambilan istinbath hukum. Mengabaikan penjelasan ulama yang berkompeten terkait tema akhir zaman bukan saja menimbulkan kesalahan dalam mengambil sebuah hukum, akan tetapi ia juga tidak menjaga tradisi keilmuan para ulama sepanjang zaman. Hal itu dapat kita lihat saat Dr. al-Mubayyadh dalam karyanya al-Mausu’ah fi al-Fitan wa a-Malahim wa asy-Rati as-Sa’ah (Ensiklopedi tentang Fitnah, Perang dan Tanda Kiamat), beliau merujuk kepada ulama sebelumnya seperti kitab tulisan Syaikh al-Bastawi yang berjudul al-Mahdi al-Muntazhar.
Maka seyogyanya bagi seorang cendekiawan Muslim juga melakukan hal yang serupa bila hendak membahas tema-tema akhir zaman, yaitu dengan merujuk buku-buku akhir zaman seperti: asy-Ratu as-Sa’ah karya Dr. Yusuf Wabil, Nihayatul ‘Alam karya Syaikh Muhammad al-‘Arifi, Fiqhu asy-Rati as-Sa’ah karya Syaikh Ismail al-Mukaddam, al-Usus wa al-Munthalaqat karya Habib Abu Bakar, asy-Ratu as-Sa’ah karya Syaikh Maher Ahmad Shufi, Ithaful Jama’ah karya Syaikh at-Tuwaijiri, al-‘Izda’ah karya Syaikh Al-Qinawji, al-Bidayah wa an-Nihayah karya Imam Al-Qurthubi, dan masih banyak kitab-kitab lainnya. Mengapa harus merujuk kepada ulama yang konsen (fokus) membahas akhir zaman, bukahkan dengan langsung merujuk hadits-hadits Nabi lebih baik dan sudah cukup?
Perlu diketahui bahwa ulama-ulama di atas juga merujuk kepada hadits-hadits Nabi. Lalu dimana perbedaannya? Bedanya mereka mengkaji hadits-hadits akhir zaman dengan melakukan penelitian mendalam yang memakan waktu berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun. Jadi, bagi para cendikiawan Muslim alangkah mulianya jika mengikuti langkah-langkah ulama dalam membahas tema yang sangat sensitif ini.
Terimakasih telah membaca Kitab Mausu'ah Ahaditsul Fitan Wa Asyrotis Sa'ah , di web https://www.laduni.id/kitab, semoga kitab ini bisa memberikan manfaat untuk kita semua.
Aamiin ya rabbal 'aalamiin
IDENTITAS KITAB:
Karya : Hamam bin Abdurrahim as-Sa’id dan Muhammad Hamam bin Abdurrahim
Judul Kitab : MAUSU’AH AHADITSUL FITAN WA ASYROTIS SA’AH (PDF)
Tebal : 1208 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat KitabMAW'IZHAH AL - MU'MININ MIN IHYA' 'ULUMIDDIN (موعظة المؤمنين من إحياء علوم الدين) karya Al-‘Allamah Al-Muhaddis Al-Mufassir Syaikh Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi Al-Dimasyqi (1332/1914), seorang ulama terkenal dari Syria.
Di antara kitab yang terkenal, yang menjadi rujukan dan teks pengajian Islam, khususnya dalam bidang adab dan akhlak.
Kitab ini merupakan ringkasan dari kitab Ihya’ ‘Ulumiddin karya al-Imam Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghazali (505H/1111M).
Kitab ini merupakan antara ringkasan kitab Ihya’ ‘Ulumiddin yang terbaik. Kandungannya padat dan hampir menyeluruh meliputi aspek-aspek penting yang terdapat dalam kitab asal. Kata Syaikh Muhammad Jamaluddin al-Qasimi dalam pengantar kitab ini; “ pada tahun 1323H saya mulakan usaha untuk meringkas kandungan kitab Ihya’ ‘Ulumiddin itu dalam dua juzuk yang sederhana, menurut susunan asalnya, tanpa merubah judul-judulnya ”.
Kitab ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dunia. Keistimewaan dari kitab ini adalah penulis menyusun karyanya dengan bahasa yang singkat dan jelas serta sesuai dengan urutan naskah yang ada di kitab Ihya ulumuddin.
IDENTITAS KITAB:
Judul Kitab: Maw’izhah Al-Mu’minin Min Ihya’ ‘Ulumiddin (PDF)
Tebal: 487 halaman (PDF)
Sumber: Kitab Islam Lengkap
Lihat Kitab