DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Islam merupakan negara yang ajaran dan nilai syariatnya universal. Sangat banyak nilai dan "mutiara" ilmu yang dimiliki dunia Islam terabaikan bahkan tidak banyak yang mengetahuinya. Di antara sekian banyaknya termasuk di bidang pertanian.
KH. Nur Khotib Trenggalek, Beliau lahir pada tanggal 03 agustus 1951 di desa Kamulan.Beliau adalah putra ke-6 dari pasangan KH. Abdul Rohim dan Ibu Nyai Amilah.
Pengaruh pemikiran filsafatnya, yang menjadi perhatian bagi kita di sini, tampak dalam sejumlah besar komentar atas karya-karyanya dan dalam bentuk-bentuk karya lain mengenai berbagai gagasannya, baik yang merefleksikan ruh pemikirannya ataupun yang menolaknya.
Ibn Sina (980-1037) dikenal sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia. Ia juga seorang penulis yang produktif di mana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan.
KH. Munawwar adalah putra H Nur (w. 9 Januari 1934) dari Desa Pengulu, Sidayu, Gresik, dan termasuk salah satu keturunan Prabu Brawijaya V
Termasuk pada kasus konflik di Palestina, sejak awal NU memberikan perhatian yang lebih khusus dalam bentuk dukungan moral dan uang. Sejarah mencatat komitmen dan konsistensi sikap NU tersebut.
Gus Rozin menghabiskan masa kecilnya di Kajen Margoyoso Pati. Beliau belajar ilmu secara langsung kepada KH. MA. Sahal Mahfudz, KH. Abdullah Zain Salam, KH. Ahmad Nafi’ Abdillah, dan ulama-ulama besar lainnya di Kajen.
Secara literal, ulama suu' bermakna ulama buruk. Ulama Suu' dimaksudkan sebagai orang yang mengerti ajaran agama dan selalu menganjurkan kebaikan tapi perbuatannya dan perilakunya sendiri buruk, bertentangan dengan anjurannya.
KH. Hasan Abdul Wafi Ulama Nahdlatul Ulama Pesantren Nurul Jadid Proboinggo Jawa Timur
Dikisahkan bahwa Yunus bin Abdul A’la, salah seorang murid Imam Syafi’i pernah berbeda pendapat dengan sang guru mengenai satu permasalahan dalam sebuah pelajaran yang dilaksanakan di masjid. Keduanya saling berbeda pendapat dengan argumentasinya masing-masing.