DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Nyai Hj. Zuhriyyah Munawwir Ulama Nahdlatul Ulama Kediri Jawa Timur
KH. Tubagus Muhammad Falak atau yang akrab disapa dengan panggilan Abah Falak lahir pada tahun 1842 M, di Pondok Pesantren Sabi, Desa Purbasari Kabupaten Pandeglang, Banten.
Nama beliau adalah Burhanuddin Ibrahim al-Bajuri bin Syeikh Muhammad al-Jizawi bin Ahmad. Beliau di lahirkan di desa Bajur dari propinsi al-Munufiya Mesir tepat pada tahun 1198 H/1783 M. Sejak kecil beliau telah hidup dalam kalangan orang shaleh karena orang tua beliau juga merupakan seorang ulama yang alim dan shaleh.
Atas keteguhan dan keistiqomahan beliau di bidang fiqih, KH. Saifuddin Amsir dianugerahi "Fiqih Award" bersama tokoh lainnya, seperti KH. Abdul Aziz Arbi dan KH. Ali Musthofa Ya'kub dalam bidang ilmu Al-Qur'an dan Hadis oleh penerbit buku Islam di Jakarta,
Buka Luwur adalah sebuah tradisi yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari peringatan Haul Mbah Mutamakkin di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Tahukah Anda, siapakah orang yang pertama kali membangun universitas hingga bisa kita kenal dan nikmati hingga hari ini? Ternyata, dia adalah seorang perempuan muslim.
Teungku Ibrahim bin Teungku Sulaiman bin Teungku Husen atau yang kerap dipanggil dengan sapaan Abu Ibrahim Woyla dilahirkan di kampung Pasi Aceh, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat pada tahun 1919 M.
Setelah kematian Muawiyah dan diangkatnya putranya yang bernama Yazid sebagai khalifah, silih berganti berita dan surat dari penduduk Irak terkirim kepada Sayyidina Husein.
Peristiwa tragis di Karbala pada tahun 680 Masehi, yang mengakibatkan terbunuhnya Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad, merupakan salah satu titik balik yang paling signifikan dalam sejarah Islam. Kejadian ini tidak hanya mempengaruhi dinamika politik dan sosial pada masa itu, tetapi juga membentuk lanskap keagamaan yang bertahan hingga saat ini.
KH. Abubakar Bastari, Akrab disapa dengan panggilan “Buya” oleh istri dan anak cucunya serta oleh masyarakat sekitar 30 Ilir Palembang. Ia dilahirkan oleh ibunya di pinggiran Sungai Komering, pedalaman Martapura di Desa Kota Negara, Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan pada Subuh Jum’at. 1 Rajab 1315 H atau 1898 M dengan nama lengkap Abubakar Bastari bin Haji Ismail.