DONASI untuk pengembangan profil pesantren 1.820, kitab 700, makam 634, biografi Ulama 2.577 dan silsilah, tuntunan ibadah, Al-Qur'an dan Hadis serta asbabulnya, weton, assessment kepribadian, fitur komunitas media sosial.
Kisah ini direkam oleh sejumlah kitab dari para ulama Ahlussunnah wal Jamaah, seperti misalnya Tarikh At-Thabari di jilid ke-5 halaman 425 dan Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah wa an-Nihayah jilid ke-8 halaman 193.
Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA Ulama Nahdlatul Ulama Surabaya Jawa Timur
Dalam ajaran Islam, anak yatim memiliki tempat yang sangat istimewa. Al-Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya perlindungan dan pengasuhan anak yatim. Misalnya, dalam Al-Qur'an disebutkan: "Maka terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang" (QS. Ad-Duha: 9).
Peralihan kekuasaan dari Khalifah Muawiyah kepada anaknya, Yazid bin Muawiyah, menjadi titik kontroversial yang memicu berbagai polemik dan pertentangan pandangan. Bagi banyak pihak, penunjukan Yazid sebagai penerus kepemimpinan dianggap sebagai langkah yang dipertanyakan.
Dalam ulasan ini, kami akan membahas mengenai beberapa negara yang hancur, bukan karena komunisme, melainkan oleh hal lain yang lebih berbahaya. Negara apa saja itu? Apa yang menyebabkan kehancurannya?
Pada masa Dinasti Abbasiyah, sistem komunikasi memainkan peran yang sangat vital dalam menghubungkan berbagai wilayah kekuasaan yang luas dan beragam. Salah satu komponen utama dalam sistem komunikasi ini adalah kantor pos, yang dikenal dengan nama "Barid."
Dalam setiap peralihan kekuasaan, selalu terjadi gesekan antara mereka yang mendukung penuh kekuasaan baru dan mereka yang menjadi lawan dari kekuasaan tersebut. Pada artikel ini, kita akan membahas bagaimana Afrika Utara mulai memisahkan diri dan tidak lagi menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Dinasti Abbasiyah.
Beredar di media sosial postingan mengenai Rais Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar yang mengantarkan cucunya mondok ke Pondok Pesantren Sidogiri. Tampak diunggah photo KH. Miftach bersama cucunya dengan mengenakan topi nyentrik dan kacamata hitam.
Biografi KH. Khalilurrahman, Muasis Pesantren Darussalam Martapura
Kita sedang menyiapkan diri untuk menghadapi masalah-masalah besar di kemudian hari, belajar dari masalah yang telah lalu, dan membuat rencana menghadapi tantangan besar ke depannya.