Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih
✓ Terverifikasi Tim Riset

Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih

1935 – 1991 M · 136.249 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Masyarakat Malang dan sekitarnya mengenal dua tokoh ulama yang sama-sama kharismatik, sama-sama ahli hadits, sama-sama pendidik yang bijaksana.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih

  1. Kelahiran
  2. Wafat
  3. Pendidikan
  4. Menjadi Pengasuh Pesantren
  5. Murid-Murid
  6. Chart Silsilah Sanad
  7. Referensi

 

1.Kelahiran

Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih adalah putra pertama dari pasangan Habib Abdul Qadir dengan Syarifah Ummi Hani binti Abdillah bin Agil. Beliau lahir pada 12 Rabiul Awal 1355 H/1935 M

2. Wafat

Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih wafat pada usia 56 tahun, hari Sabtu 24 Jumadil Awal 1411 H atau 30 November 1991. Jenazah beliau dimakamkan berdampingan dengan makam ayahandanya di pemakaman Kasin, Malang, Jawa Timur.

3. Pendidikan

Semasa kecil Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih dididik langsung oleh ayahandanya untuk belajar ilmu agama, dan al-Qur’an. Pendidikan yang diberikan oleh ayahnya mampu diserap dengan baik oleh putranya. Hal tersebut dibuktikan dengan di usianya yang masih tujuh tahun, beliau sudah hafal Al-Quran.

Menjelang dewasa, Habib Abdullah melanjutkan pendidikannya di Lembaga Pendidikan At-Taroqi Malang, di sana beliau sekolah madrasah ibtidaiyah hingga tsanawiyah, kemudian melanjutkan ke madrasah aliyah di Pondok Pesantren Darul Hadits Al-Faqihiyyah li Ahlis Sunnah Wal-Jama’ah.

Di pondok pesantren tersebut Habib Abdullah dituntut oleh sang ayahnya agar menjadi seorang yang ahli hadis. Berkat dorongan dari sang ayah dan ketekunannya, dalam usianya yang masih muda beliau sudah mampu menghafal kitab-kitab hadis, antara lain dua kitab hadis shahih, yakni Shahihul Bukhari dan Shahihul Muslim, lengkap dengan isnad dan silsilahnya

kitab-kitab selanjutnya adalah kitab Ummahatus Sitt (kitab induk hadits), seperti:

  1. Sunan Abu Daud
  2. Sunan Turmudzy
  3. Musnad Syafi’iMusnad Imam Ahmad bin Hanbal
  4. Muwatha’ karya Imam MalikAn-Nawadirul
  5. Ushul karya Imam Hakim At-Turmudzy
  6. Al-Ma’ajim ats-Tsalats karya Abul Qasim At-Thabrany

Tidak hanya menghafal hadis, Habib Abdullah juga memperdalam ilmu musthalah hadis, yaitu ilmu yang mempelajari hal ikhwal hadis berikut perawinya.

Selain itu, Habib Abdullah bin Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih juga menguasai Ilmu Jahr Ta’dil (kriteria hadits yang diterima) dengan mempelajari kitab-kitab:

  1. Taqribut Tahzib karya Ibnu Hajar Al-Asqallany
  2. Mizanut Ta’dil karya Al-Hafidz adz-Dzahaby
  3. Kitab Fiqih Empat Madzhab

Selain dikenal sebagai ahli hadis, Habib Abdullah juga memperdalam tasawuf dan fiqih langsung dari ayahandanya. Dalam ilmu fiqih ia mempelajari kitab fiqih empat madzhab (Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali), termasuk kitab-kitab fiqih lain, seperti Fatawa Ibnu Hajar, Fatawa Ramli, dan Al-Muhadzdzab Imam Nawawi.

4. Menjadi Pengasuh Pesantren

Setelah ayahannya, Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Al Alawy wafat pada 12 Rabi`ul Awwal 1

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+