Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Abdul Hamid Pasuruan
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Abdul Hamid Pasuruan

1915 – 1982 M · 108.512 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Abdul Hamid Pasuruan Ulama Nahdlatul Ulama Jawa Timur

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi:

1          Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1       Lahir
1.2       Riwayat Keluarga
1.3       Wafat

2          Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau
2.1       Pendidikan
2.2       Guru-Guru

3          Penerus Beliau
3.1       Putra-Putra Beliau

4          Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.1.      Menjadi Pengasuh Pesantren 

5          Teladan 
6          Karomah
7.         Karya
8          Chart Silsilah Sanad
9.         Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Abdul Mu’thi atau yang biasa dengan sapaan KH. Abdul Hamid Pasuruan lahir pada tahun 1333 H. / 1915 M. di Dukuh Sumurkepel, Desa Sumbergirang, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Kyai Abdul Mu’thi kecil biasa dipanggil “Dul” saja. Tapi, seringkali panggilan ini diplesetkan menjadi “Bedudul” karena kenakalannya. Kyai Dul memang tumbuh sebagai anak yang lincah, extrovert, dan nakal.

KH. Hasan Abdillah Glenmore, adik sepupu beliau menuturkan bahwa Kyai Dul adalah anak yang nakalnya luar biasa. Tapi kenakalan Kyai Dul tidak seperti anak-anak sekarang, yang sampai mabuk-mabukan atau melakukan perbuatan asusila. Nakalnya Kyai Dul adalah kenakalan bocah yang masih dalam batas wajar, tapi untuk ukuran anak seorang kyai dipandang “luar biasa”. Sebab, sehari-hari dia jarang di rumah. Hobinya adalah bermain sepak bola dan layang-layang.

Beliau bisa disebut bolamania alias gila sepak bola, dan ayahnya, KH. Abdullah Umar tak bisa membendung hobi ini. Karena banyak bermain, ngajinya otomatis kurang teratur walaupun bukan ditinggalkan sama sekali.

Akhirnya, ayahnya mengirim Kyai Dul untuk mengaji kepada KH. Ma’shum dan KH. Baidhawi. Ketika mulai beranjak remaja (ABG), beliau mulai gemar belajar kanoragan (semacam ilmu kesaktian).

Belajarnya cukup intensif sehingga mencapai taraf ilmu yang cukup tinggi. KH. Zaki Ubaid Pasuruan menuturkan bahwa Kyai Dul sampai bisa menangkap babi jadi-jadian.

Meski begitu, sejak kecil beliau sudah menunjukkan tanda-tanda bakal menjadi wali atau, setidaknya, orang besar. Ketika diajak kakeknya, KH. Muhammad Shiddiq (Jember), pergi haji, Kyai Dul bertemu dengan Rasulullah SAW. Pada saat haji itulah namanya diganti menjadi Abdul Hamid.

1.2 Riwayat Keluarga
Setelah 12 tahun belajar di 

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+