Hukum Nikah yang Dipaksa, karena Berbuat Zina

 
Hukum Nikah yang Dipaksa, karena Berbuat Zina

Kawin yang Dipaksa, Sebab Berbuat Zina

Pertanyaan :

Apakah sah nikah yang dipaksa polisi karena berbuat zina? Atau tidak sah? Karena nikahnya itu tidak dengan keinginannya sendiri.

Jawab :

Tidak sah nikahnya, apabila pemaksaannya memenuhi syarat, menurut ahli fiqh, atau diperintah hakim, walaupun tidak ditakuti, karena syarat sahnya nikah, harus dengan kemauan si calon suami.

Keterangan, dari kitab:

  1. Tanwir al-Qulub [1]

وَأَنْ يَكُوْنَ مُخْتَارًا فَلاَ يَصِحُّ نِكَاحُ مُكْرَهٍ.

Maka si suami harus dalam keadaan bisa memilih. Tidak sah pernikahan orang yang dipaksa.

  1. Bughyah al-Mustarsyidin [2]

أَمَرَهُ الْحَاكِمُ بِالطَّلاَقِ فَطَلَّقَ لَمْ يَقَعْ وَإِنْ لَمْ يَتَهَدَّدْهُ. وَلاَ فَرْقَ بَيْنَ قُدْرَةِ الْحَاكِمِ عَلَى إِجْبَارِهِ حِسًّا أَمْ لاَ إِذْ هُوَ إِكْرَاهٌ شَرْعًا.

Jika seseorang diperintahkan hakim untuk thalaq lalu ia menjatuhkan thalaq, maka thalaqnya tidak sah, meskipun hakim itu tidak mengintimidasinya. Dan tidak berbeda antara hakim yang berkemampuan memaksa secara fisik atau tidak, karena yang kasus itu termasuk pemaksaan syar’i.

[1] Muhammad Amin al-Kurdi, Tanwir al-Qulub, (Beirut: Dar al-Fikr, 1414 H/1994 M), h. 312.

[2] Abdurrahman Ba’alawi, Bughyah al-Mustarsyidin, (Mesir: Musthafa al-Halabi, 1371 H/1952 M)), h. 231.

 

Sumber: Ahkamul Fuqaha no. 170

KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDLATUL ULAMA KE-10

Di Surakarta Pada Tanggal 10 Muharram 1354 H. / April 1935 M.