17 Jul 2018 Β· 2.097 dibaca · Kolom
Oleh Al-Zastrouw Ngatawi
Anak-anak kecil itu tiba-tiba marah dan berisik di mana-mana. Dia menolak semua peninggalan orang tua sambil merengek dan menggerutu. Dia bilang itu semua barang palsu cuma bikinan sendiri. Dia menginginkan barang-barang yang asli, orisinil, bikinan langsung dari Tuhan, yang masih murni tanpa kecampuran apa pun.
Beberapa orang tua yang sudah memahami persoalan menjelaskan bahwa barang itu sebenarnya juga asli pabrik, dari sumbernya langsung. Cuma ada sedikit modifikasi bentuk dan aksesoris luar tanpa mengubah isi dan substansi. Ini dilakukan agar lebih mudah dipakai dan digunakan. Tapi anak-anak kecil itu tetap kekeh menolak dan ingin membuang semua peninggalan itu karena dianggap cuma bikinan manusia. Mereka ingin tetap yang asli apa adanya, tanpa perubahan apa pun.
Memang, karena keterbatasan akal dan daya pikir, anak-anak kecil ini belum bisa membedakan antara bentuk dan substansi. Misalnya sudah dijelaskan bahwa santan dan minyak goreng itu berasal dari kelapa tapi tetap saja mereka tidak mau menerima santan dan minyak kel
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+